
Seminggu kemudian...
Kami mengadakan acara perpisahan PKL di balai desa dengan masyarakat setempat... Kami sangat gembira... Mereka menyuguhkan makanan khas dan minuman khas juga..
Setelah selesai mengadakan acara perpisahan itu.... Kami balik ke rumah pak Rahmat untuk bersiap- siap pulang....
Terlihat ada mobil hitam mewah yang terparkir di halaman rumah pak Rahmat itu.... Aku bisa menebak pasti itu mobil Riyan...
Setelah sampai aku sudah melihat Riyan dan sosok wanita tua yang masih sangat cantik... Memakai celana hitam dan baju hijau toska... Rambutnya pendek terurai... Wajahnya sangat ke ibuan sekali... Ku lihat mereka berbincang- bincang dengan pak Rahmat
"Mama... "Ucap Denis
"Anak mama... Apa kabar nak... "Ucap mamanya memeluk erat anak bungsunya itu...
"Mama ngapain mama ke sini... "Ucap Denis
"Yah mama mau jemput kamu lah.... "Ucap mamanya lagi...
Kami bersalaman satu persatu... Aku bersalaman paling terakhir...
"Assalamualikum tante... "Ucapku dengan senyuman yang menghiasi wajahku
"Waalaikum Salam.... "Mama Riyan hanya tersenyum melihatku
Riyan menghampiriku dan mamanya... Dia membisikkan sesuatu yang aku tak tahu
"Dia ma.... Seseorang yang sudah merubah hidup Riyan... Cantik kan... "Ucapnya berbisik
"Iya cantik... Sholehah lagi... "Ucap mamanya...
"Oh ya nama kamu siapa nak... "Ucap mamanya Riyan bertanya kepadaku
"Ohh nama saya tante... Nama saya Khumaira Andira Rahma.... Saya teman Denis satu kelas tante.... Kalau tante siapa... "Ucapku bertanya dengan sopan..
"Nama saya Ane Santika... "
"Ohhh tante Ane .... Senang berkenalan dengan tante... "
"Nak jangan panggil tante... Panggil mama saja yah... "
"Tapi tante... "
"Tolong nak.... Dari dulu mama ingin mempunyai anak perempuan... Mama sudah sangat suka melihatmu nak."
"Ohh baik lah ma... "Ucapku dengan terbata- bata
Riyan tersenyum melihat kedua wanita yang sangat di sayang itu sudah mulai akrab...
__ADS_1
"Aku memang gak salah memilihmu Mei.... Kamu sopan... Pandai bergaul dan sepertinya kamu juga sayang sama mama... "Gumamnya dalam hati...
"Ya sudah ma... Saya mau ambil tas saya dulu... Permisi"
"Ya nak... "
Aku bergegas ke kamar mengambil tasku dan semua barang- barangku...
Kami sudah berkumpul di ruang tamu.... Kami berpamitan satu persatu kepada pak Rahmat dan bu Sumi.... Kami sangat terharu tak terasa air mataku menetes saat menyalami pak Rahmat dan bu Sumi
"Pak... Bu... Terima kasih sudah menerima kami... Bapak dan ibu sangat baik pada kami.... Maaf yah pak kalau kami sangat merepotkan bapak dan ibu... Maaf "Ucapku meneteskan air mata...
"Iya nak... Sama- sama... Sejak ada kalian... Rumah ini jadi tidak sepi lagi... Khususnya kamu nak... Kamu yang setiap hari meramaikan rumah dengan suara syahdu mengajimu... Pasti ibu akan sangat kangen mendengar suara itu nak.... Kalau ada waktu jangan lupa ke sini yah nak... "Ucap ibu Sumi memelukku
"Insyaallah bu... "
"Ini ada sedikit hadiah buat ibu dan bapak dari kami semua... "Ucap Denis....
"Apa ini nak... "Ucap pak Rahmat
"Ini ada mukena dan baju koko buat ibu dan bapak... Dan juga ada sembako serta sedikit uang buat ibu dan bapak... Tolong di terima Pak... Bu"Ucap Denis
"Ya Allah terima kasih nak... "Ucap pak Rahmat
"Kami permisi pamit dulu Pak... Bu... Doakan kami selamat sampai rumah... "Ucapku lagi...
"Jangan lupakan ibu nak... "Ucapnya lirih
"Tidak akan pernah bu... Tidak akan pernah... "Ucapku
Kami berpamitan dan masuk ke dalam travel....
"Denis kamu pulang sama mama yah... "Ucap mama Ane
"Dan kamu juga nak Meira... "
"Tapi ma... Aku gak enak kalau harus pulang sama mama... Aku kan ketua.... Meira saja tuh.... "Ucap Denis tersenyum...
"Ehhh kog jadi aku sih Nis.... Kamu saja... Kasihan mama dan kakak kamu yang mau menjemput mu... "Ucapku lirih
"Mei tolong lah... Aku gak enak sama teman- teman... Please Mei... Kak Riyan pasti akan mengantarmu sampai rumah... Tenang aja... Apa kamu mau mengecewakan mamaku Mei.... "Ucap Denis lirih...
"Emmm baiklah... "Ucapku terpaksa
"Jadi gimana nak Meira... Kamu mau ikut sama mama kan... "
"Emmmm baiklah ma... Saya akan menemani mama.. "
__ADS_1
Denis masuk ke travel.... Sedang aku masuk ke mobil Riyan
Aku bukakan pintu untuk mama di belakang...
"Silahkan ma... "Ucapku sopan...
"Terima kasih nak... "
Mama Ane masuk... Akupun ikut masuk di belakang...
Tiba- tiba Riyan menyindirku...
"Sayang.... Kamu ada di depan bersamaku... Emang aku supir kamu apa... Ayo duduk di depan bersamaku... "Ucap Riyan kesal...
"Tapi mas.... Kasihan mama Ane kalau harus sendirian di belakang.... Iya kan ma??? "Tanyaku ke mama Ane
"Udah sayang.... Kamu duduk di depan saja sama Riyan... Mungkin dia kangen sama kamu hehehe... "Ucapnya tertawa
"Tuh kan... Ayo cepat turun... Duduk di depan bersamaku Sayang ... "
"Emmm baiklah mas... "Aku turun dengan muka sangat kesal kepada Riyan
Aku pun duduk di samping Riyan.... Riyan tersenyum gembira karna merasa menang dari kekasihnya itu...
"Sudah siap ladies ku... "Ucap Riyan
"Insyaallah mas... Bismillahirrohmanirrohim "Ucapku
Kami melaju dengan santai... Menikmati suasana sore di desa itu....
" Aku pasti merindukan suasana desa ini mas... Disini sangat teduh... Asri... Sejuk... Dan yang pasti jauh dari keramaian... "Ucaku lirih...
"Udah lah sayang.... Kapan- kapan kita ke sini lagi... "Ucap Riyan...
Mama Ane sangat suka melihat kami... Dia hanya tersenyum melihat kami berdua...
.
.
.
.
.
Happy reading guys jangan lupa like komen dan vote juga yah.... Biar novel ini berkembang....
__ADS_1