Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 99


__ADS_3

Selesai makan... Mas Riyan segera membayar semua makanan yang sudah kami makan...


"Tunggu sebentar yah cintaku... Mas mau bayar dulu.. "Ucap mas Riyan


"Iya mas.. "


"Jangan kemana- mana... "


"Iya sayangku... "


Mas Riyan berjalan ke kasir untuk membayar semuanya...


"Berapa total semua makanan tadi mbak.. "


"Oh iya kak totalnya jadi 200 ribu kak"


"Ini... Terima kasih.. "Ucap mas Riyan seraya memberi dua lembar uang kertas merah bergambar bung karno dan bung hatta...


Dia segera menghampiriku dan membatuku berdiri...


"Ayo sayang... Kita langsung pulang yah.. "Ucap mas Riyan


"Iya mas... "


Kami berjalan ke parkiran dan mencari mobil kami...


"Itu mobilnya... Ayo pelan- pelan saja jalan nya sayang... Nanti kamu kecapean lagi... "


"Iya mas... Aku gpp kog.. Kamu aja yang lebay.. "Ucapku lirih


"Emmmm mas denger lho... Mas gak lebay sayangku... Mas cuma gak ingin kamu dan calon buah cinta kita ini kenapa- napa.. "Ucapnya


"Emmmmm baiklah... Ya sudah ayo mas cepat pulang... Aku sudah capek ini... Mau bubuk di kamar.. "Ucapku mulai mengeluh...

__ADS_1


"Emmmm mas gendong saja yah biar cepet.. "Ucap mas Riyan


"Gak ah... Malu... "Ucapku sambil mempercepat langkahku


"Sayang... Jalannya jangan cepet- cepet dong.. Pelan- pelan saja... "


"Iya sayangku... "


Akhirnya kami sampai di depan mobil... Mas Riyan bergegas membukakan pintu mobil untuk ku... Dia juga memasang kan sabuk pengamannya juga...


Baru setelah itu dia putar balik ... Duduk di kursi kemudi dan langsung menstater mobil...


Sesampainya di rumah... Pas waktu makan siang... Mama dan Denis sudah siap di ruang makan... Mereka menunggu kami pulang...


"Assalamualaikum Ma.. "Ucapku bersamaan dengan mas Riyan


"Waalaikum salam... Gimana- gimana hasilnya... "Ucap Mama yang menghampiriku sambil membantu ku untuk duduk...


"Hemmmmmm.... "Ucap mas Riyan memasang wajah sedih


"Ternyata Meira.... "Ucap mas Riyan kembali akting


"Meira kenapa Riyan... Jangan buat Mama sedih dong... "


"Ternyata Meira mengandung cucu Mama dan keponakan Denis... "Ucapku menyela...


"Ya Allah apa benar itu sayang... "Ucap Mama


"Iya Ma.. Meira mengandung buah cinta kita Ma... Gak sia- sia kita honeymoon kemarin... Oleh - oleh yang Mama ingin kan sudah di kabul sama Allah... Alhamdulillah... "Ucap mas Riyan tersenyum bahagia


"Wahhhhh.... Aku akan jadi om nih... Moga aja keponakan aku cewek... Biar cantik kayak Mamanya... Hehehhe"Ucap Denis menggoda mas Riyan


"Emang kalau cowok kenapa??? "Ucap mas Riyan mulai sewot

__ADS_1


"Nanti kalau cowok kayak kakak dong... Jelek.. "Ucapnya lirih


"Apa kamu bilang... Kakak jelek... Kamu lebih jelek... "Ucap mas Riyan kesal..


"Udah- udah... Cewek cowok sama saja.... Asal sehat dan sempurna tanpa kekurangan suatu apapun... Lagian Mama Papa nya kan cantik dan ganteng... Pasti anaknya imut... "Ucap Mama sambil tersenyum bahagia


"Terima kasih yah nak... Kamu sudah memberi kebahagiaan di keluarga ini... "


"Iya Ma... Sama- sama... Asal keluarga bahagia.. Meira juga ikut bahagia Ma... "


"Mulai sekarang kamu Riyan harus jadi suami siaga... Kita sama- sama menjaga kandungannya dan Meiranya juga ... Jangan buat dia stres... Jangan buat dia sedih... Awas sampai kamu sibuk terus... Mama akan jewer kamu pulang kalau kamu sibuk terus... "Ucap Mama


"Iya Ma... Riyan usahain biar bisa pulang cepet.. Selama ada di rumah aku titipkan sama Mama yah... "


"Siap... Aduhhh Mama bener- bener seneng deh nak... Akhirnya penantian Mama selama ini pingin punya cucu akan segera terwujud... "Ucap Mama yang tiba- tiba meneteskan air mata


"Mama jangan sedih dong... "Ucapku


"Mama gak sedih kog sayang... Mama senang.. Bahagia... Sampai Mama terharu... Ya sudah ayo makan... Kamu harus makan yang banyak dan bergizi.. Ini Mama sudah masakin tumis buncis... Ikan nila goreng... Bakwan jagung... Ayam goreng... Dan sambal... Kamu makan yah sayang... "Ucap Mama


"Emmmm sebenarnya aku sudah kenyang... Tapi kasihan Mama kalau aku tidak ikut makan... Pasti nanti kecewa.. "Batinku


"Iya Ma... "


Mas Riyan yang mendengar jawabanku hanya tersenyum melihat ku masih mau makan lagi... Padahal tadi sudah makan satu loyang besar pizza...


"Emmmm sayang- sayang... Mas memang tidak salah memilihmu jadi istri... Selain kamu menjadi sumber kebahagiakan ku kamu juga jadi sumber kebahagiaan keluraga ini... "Batin mas Riyan...


Aku yang melihat mas Riyan hanya bengong langsung ku tarik tangannya..


"Mas... Aku ingin di suapin sama kamu... Kamu mau gak??? "Ucapku


"Ya mau dong cintaku... Sini biar mas suapin.. "

__ADS_1


Entah kenapa tiba- tiba saja aku sangat ingin di suapin sama mas Riyan... Padahal di sana ada Denis dan Mama... Mereka hanya senyum - senyum sendiri melihat tingkahku itu...


__ADS_2