
Sesampainya di barbershop... Aku turun dan seperti biasa mas Riyan membantuku... Aku hanya bisa menerima semua perlakuan suamiku itu... Karna aku sekarang tahu kalau dia melakukan itu untuk menjagaku dan buah cinta kami...
"Hey Rein.. "Ucap mas Riyan menyapa barber yang sedang memotong rambut seseorang
"Hay Riyan... Aduh tumben nih udah lama loe jarang ke sini... "Ucapnya menyambut tangan dan pelukan suamiku itu..
"Iya nih... Gue sibuk banget... Loe terusin saja dulu motong nya... Entar giliran gue yah.. "
"Siap... Loe duduk dulu... Emmm siapa nih... Cantik banget... "Ucap nya sambil tersenyum melihatku...
"Oh... Kenalin ini istri gue... Meira... Meira sayang ini Rein temen aku.. "Ucap mas Riyan memperkenalkan kami berdua...
"Assalamualikum saya Meira.. "Ucapku sambil menangkupkan kedua tanganku...
"Oh ya... Waalaikum salam... Aku Rein temen nongkrong Riyan... "
"Kapan kalian menikah... Kog gak undang- udang sih... "
"Maaf Rein... Kita memang cuma akad nikah doang... Gak ada resepsi... Karna istri gue dulu masih kuliah... Gue gak mau ganggu kuliah nya... "Jelas mas Riyan
"Ohhhh... Kirain... Sudah berapa lama nih kalian nikah??? "Ucapnya lagi
"Kita sudah setahun nikah yah sayang... Ini istri gue sekarang lagi ngidam... Mau ganti model rambut katanya... "
Dia hanya mengangguk - angguk sambil terus tersenyum...
5 menit kemudian...
"Sudah mas... "Ucapnya kepada pelanggannya itu..
"Ok nice... Ini uangnya... Thanks... "Ucapnya
"Ok You're welcome... "
Sekarang giliran mas Riyan... Aku memilihkan sebuah gambar yang ingin sekali aku melihat mas Riyan berpotongan seperti itu...
"Sayang kamu ingin mas di model kayak apa nih??? "Ucap mas Riyan...
"Emmmm aku ingin mas model seperti ini... Bisakan??? "
Aku menunjuk sebuah gambar yang cukup nyeleneh mungkin untuk seukuran mas Riyan... Gaya rambut dengan cempol yang ada di atasnya...
__ADS_1
"Astagfirulloh sayang... Rambut mas kan pendek... Ya tidak mungkin dong bisa di buat seperti itu sayang... "
"Tapi aku ingin mas... Aku ingin rambut kamu di cempol kayak gitu ayolah mas... "
Rein yang melihat model rambut yang ku inginkan hanya bisa tertawa geli...
"Bisa kan mas Rein... "Ucapku
"Bisa tenang saja Meira... "Ucapnya sedikit menahan tawa..
"bisa mas katanya... Ayolah mas... "
"Hemmmm baiklah... "Ucap mas Riyan pasrah
"Rein buatin rambut gue cempol kayak gitu... Yang bagus... Awas kalau gak bagus.. "Ucapnya
"Siap bos... "
Rein pun berusaha membuat cempol di rambut mas Riyan... Walau sebenarnya susah.. Karna memang rambut suamiku itu cukup pendek...
"Yey selesai... "Ucap Rein...
Aku yang melihat hasil rambut cepol ala sharp edge man bun itu membuatku tertawa geli... Karna terasa kurang pas buat wajah suamiku yang lebih ke korean style...
"Tuh kan sayang... Mas kurang cocok kalau harus potong rambut seperti ini... "Ucapnya
"Tapi kamu lucu mas... "Ucapku sambil terus tertawa
"Rein.... Rubah potong seperti biasa saja..."Ucapnya
"Siap bos... "
Rein pun menuruti kemauan mas Riyan... Dia mengubah gaya rambut mas Riyan menjadi gaya rambut biasa...
"Selesai... "Ucapnya
"Emmm bagus lah... Dari pada yang tadi... "
"Berapa nih... "
"Buat loe gratis... "
__ADS_1
"Beneran nih... Nanti loe rugi lagi... "
"Ya gak lah... Sama temen gini... Ngomong - ngomong dimana loe dapaten cewek kayak Meira... Kalau ada lagi gue mah mau... "Ucapnya
"Kalau kayak dia sih cuma ada satu di dunia ini Rein... Sudah gak ada stok nya lagi... "Ucap mas Riyan sambil melihat aku yang sedang duduk sibuk memainkan game...
"Ya sih... Meira itu gak cuma cantik tapi juga sholehah yah... "Ucap Rein sambil ikut melihat ke arahku
"Heh... Jaga mata loe... Dia istri gue... "Ucap mas Riyan
"Hehehhehe sorry Yan... Terus apa kabar pacar loe yang sering ikut kita nongkrong dulu... Siapa namanya lupa gue... "Ucap Rein
"Desi... Dia mah kelaut aja??? Gue udah gak peduli lagi sama dia... Gue cuma peduli sama istri gue sekarang... Ngapain gue mikirin tuh orang... "Ucap mas Riyan sedikit judas...
"Eits... Bukannya loe dulu cinta banget sama dia??? "
"Udah lah... Jangan ngomongin dia lagi... Bosen gue.. "
"Ok lah... Loe sekarang lagi sibuk apa Yan... "
"Ya biasa... Sibuk bisnis... Dan sibuk bahagiain istri gue satu - satu nya tuh... "Ucapku sambil terus melihat ke arahku...
"Oh... "Ucapnya sambil mengangguk- ngangguk
Aku yang melihat iklan sebuah pizza di hape tiba- tiba merasa ingin sekali memakannya... Aku menghampiri mas Riyan yang sedang asyik mengobrol dengan Rein...
"Mas... Ayo pulang... Aku ingin makan pizza.. "Ucapku
"Emmm tumben sayang... Bukannya kamu kurang suka sama pizza yah... "Jawabnya
"Entah tadi lihat iklan di hp... Kayaknya enak banget makan pizzanya... Aku jadi ingin mas... "Ucapku
"Ohh... Ok sayang... Kita cari pizza yah... "
"Iya mas... Ayo... "
"Iya sayang... Rein gue cabut dulu... Kapan- kapan gue mampir lagi ok.. "
"Ok... Ati- ati... "
"Mari mas Rein... Kami pulang dulu assalamualikum... "
__ADS_1
"Waalaikum salam Meira... "
Kami pun pergi dari barbershop itu dan pergi mencari pizza keinginanku....