Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
episode 139


__ADS_3

Mas Riyan dan pak Alex menuju ke arah kafe di dekat rumah sakit...


"Silahkan duduk pak.."Ucap mas Riyan


"Iya pak..."


Mereka berdua duduk dan memesan minuman di kafe itu ...


"Bagaimana pak langkah selanjutnya...Saya ingin Tasya mendekam di balik jeruji dengan waktu yang sangat lama ...Saya ingat bagaimana kondisi anak saya saat dia berhenti bernafas....Saya juga lihat saat istri saya berada di kondisi kritis...Saya tidak ingin semua itu terjadi lagi pak!!!...Pokoknya saya ingin dia tidak bisa berbuat aneh- aneh lagi kepada keluargaku!!!"Ucap mas Riyan dengan penuh emosi


"Iya pak saya akan usahakan semua yang bapak inginkan itu bisa terjadi..."


"Terima kasih pak..."


Tak lama pelayan kafe itu menghantarkan pesanan mas Riyan dan pak Alex


"Silahkan pak..."


"Terima kasih mas.. "


"Ayo pak silahkan di minum..."


"Baik pak..."


Mereka berdua meminum kopi yang mereka pesan...Mas Riyan juga memesan makanan...Karna sejak dari tadi dia hanya sarapan saja...


"Emmm begini pak... Sebenarnya tadi saya bertemu dengan seorang bapak- bapak yang mengaku sebagai orang tua dari Tasya...Dia ingin bertemu dengan bapak...Saya bilang saja bapak sedang ada di rumah sakit Ini..."


"Pasti itu om Darwis...Papanya Tasya..."

__ADS_1


"Iya mungkin pak...."


"Mau apa om Darwis ingin bertemu dengan ku..."Batin mas Riyan...


Di rumah sakit....


Umi dab Abi sudah sampai...Mereka langsung menuju ke kamarku...Karna tadi mas Riyan sudah memberi tahu denah kamarku...


"Assalamualaikum..."Ucap Abi dan Umi bersamaan...


"Waalaikum salam Umi Abi..."Ucapku


"Silahkan masuk Bu... Pak..."


"Iya Bu..."


"Alhamdulillah baik Bi...Anak Meira masih ada di inkubator bi...Karna dia lahir prematur.."


"Ohhh cucu bapak dan ibu perempuan cantik sekali seperti Meira.."Jawab Mama


"Alhamdulillah saya ingin sekali melihat bayi Meira Bu..."Ucap Umi


"Kalau Sekarang jam besuknya sudah habis Bu.. Paling enggak nanti malam ibu bisa menengok putri Meira.."


"Ya sudah kalau begitu Bu... Riyan mana Bu kog gak ada???"Tanya Umi


"Emmm mas Riyan lagi ada urusan Umi... Sebentar lagi juga ke sini..."Jawabku...


"Ohhh emangnya gimana sih ceritanya kog bisa kamu lahiran sekarang nak???"tanya Umi

__ADS_1


"Itu Mi..Tadi aku dan mas Riyan berencana mau ke rumah Umi dan Abi...Saat ada di pertengahan jalan kerumah Umi... Tiba-tiba perut ku sakit banget...Terus aku kayak pipis gitu...Ya sudah mas Riyan langsung tancap gas ke rumah sakit ini...Ternyata air ketuban aku udah pecah...Makanya aku segera di operasi untuk menyelamatkan anakku Umi.."Jawabku berbohong


"Ohhh kenapa gak telpon Umi dan Abi dari tadi nak..."


"Aku gak mau buat Umi dan Abi khawatir...Tapi tadi aku di temani Mama kog mi..."


"Emmm begitu...Terima kasih yah Bu...sudah mau menemani Meira..."Ucap Umi kepada Mama


"Gak usah berterima kasih Bu... Meira sudah saya anggap sebagai anak saya sendiri...Pasti saya akan melakukan apapun agar Meira dan cucu kita baik-baik saja.."


Umi pun tersenyum mendengar perkataan Mama


Abi yang dari tadi diam di sampingku melihat ada yang aneh di kepalaku... Dia menyentuh bagian pojok jidatku yang memar Karna benturan tadi...


"Ini apa Mei... Kenapa jidat kamu biru memar seperti itu???"Tanya Abi mulai curiga


Aku yang tak tahu kalau jidatku memar merasa bingung harus jawab apa???


"Emmm itu Abi..."


"Emmm Apa Mei.."


"Itu tadi Meira ke jedot bi.."


"Beneran cuma kejedot...bukan yang lain???"


"Iya Bi...beneran kog ini cuma kejedot biasa.."


"Ya sudah kalau begitu..."

__ADS_1


__ADS_2