Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
episode 137


__ADS_3

Aku merasa sangat dilema...Tiba-tiba Ada suara yang sangat lembut berkata...


"Pulanglah nak....Belum waktunya kamu ada di sini...Ikutlah dengan anak dan suamimu...Kasihan mereka ..Masih banyak tugasmu di sana...Ikutlah mereka...Jangan bimbang..."Ucap seseorang perempuan berbaju putih dengan wajah yang sangat cantik...Aku tidak tahu siapa dia tapi benar dia sangat cantik dan bercahaya...


Aku mengikuti perkataan nya dengan mantap aku menggenggam tangan mas Riyan dan ikut bersamanya...


Di sisi lain...


Mas Riyan masih setiap menggenggam tanganku sambil terus menangis tersedu di samping ku...Dia terus berusaha membuatku bangkit...


"Bangun sayang...Bangunlah..."Ucapnya lirih sambil sesekali mencium tanganku ..


Hatiku tergerak mendengar suara mas Riyan...Aku berusaha membuka mataku agar mas Riyan lebih tenang...Lirih aku berhasil membuka mataku...Awalnya aku tak bisa melihat apa- apa hanya hitam yang aku lihat....Lama- lama warna biru background dari ruangan rumah sakit itu terlihat di mataku...


"Mas..."Ucapku sangat pelan


"Mas...."Ucapku lagi...


Mas Riyan yang semula menunduk segera bangkit saat mendengar suara dari istrinya...Dia melihat ke arahku dan menatap ku sejenak...


"Ya Allah sayangku...Kamu sudah sadar sayang???"Ucapnya


"Mas...Aku ada di mana???"Ucap ku sangat pelan


"Kamu di rumah sakit sayang...Maafin mas yah..."


"Kenapa kamu minta maaf mas..."


"Emmm Gpp sayang...Aku sudah banyak salah sama kamu...Kamu tunggu di sini biar aku panggil dokter dulu yah.."


Aku mengangguk pelan...Mas Riyan tersenyum sambil mencium keningku lembut sebelum akhirnya dia keluar untuk menemui dokter Yuni....


Mas Riyan berjalan setengah berlari ke ruangan dokter Yuni... Sesampainya di sana dia mengetuk pintu bercat putih itu...


"Masuk..."Kata seseorang di dalamnya


Mas Riyan pun masuk...


"Lho pak Riyan..Ada apa???"


"Itu dok... Alhamdulillah istri saya sudah bangun..."


"Benarkah pak??? Ya sudah mari kita kesana!!!"


Dokter Yuni bergegas pergi menuju ruanganku di susul dengan mas Riyan yang ikut mengekorinya...

__ADS_1


"Biar saya periksa dulu yah Bu.."Ucap dokter Yuni


Aku hanya mengangguk pelan..


Dokter Yuni memulai aksinya untuk memeriksa keadaan ku... Dengan stetoskop nya dia mulai memeriksa bagian dada ku...


"Alhamdulillah... Keadaan ibu Meira cukup baik pak...Dia sudah bisa di pindahkan di ruang rawat inap...Tapi bapak harus memesan kamar terlebih dahulu yah..Biar Bu Meira bisa cepat dapat kamar dan pindah ke sana..."Ucap dokter Yuni


"Emmm Baik dok..."


"Ya sudah saya permisi dulu yah Bu..Pak.."


"Iya dok..."


Dokter Yuni pergi meninggalkan ku dan mas Riyan...Mas Riyan duduk kembali di samping ku...


"Alhamdulillah kamu sudah sadar...Aku tadi takut banget sayang melihat darah yang kamu keluar kan begitu banyak..."


Aku hanya tersenyum sambil mengelus perutku...Sungguh aku kaget perutku yang membuncit sekarang menjadi rata kembali...


"Mas...Kemana anak kita??? Kenapa perutku aku rata lagi...Kemana anak kita mas..."


Mas Riyan tersenyum...


"Alhamdulillah anak kita baik- baik saja sayang..Dia ada di ruang inkubator Karna dia lahir prematur..Tapi kamu jangan khawatir yah..Dia sehat kog dan anak kita cantik seperti mu sayang..."


Aku mengingat semua kejadian sebelumnya...


"Dia yang membuat anak kita lahir prematur mas...Aku takut sekali..."


"Kamu tenang yah sayang...Mas sudah mengurus semuanya...Jadi kamu jangan takut yah...."


"Iya mas..Aku pingin ketemu dengan anak kita mas...."


"Nanti yah kalau kamu sudah di pindahkan ke ruang rawat inap... Sekarang kamu tunggu sini...Biar mas pesan kamar untuk kamu yah sayang..."


"Iya mas..."


Mas Riyan berlalu menuju ke meja resepsionis untuk memesan kamar...


"Saya mau pesan kamar untuk istri saya sus.."


"Oh iya pak...Bapak mau kamar nomer berapa pak...Nomor 1 ,2 atau 3..."


"Saya mau pesan kamar yang VVIP..."

__ADS_1


"Ohh baik pak...Kamar VVIP nya satu hari harganya 2 juta lima ratus..."


"Ok sus..."


"Baik pak kalau begitu...Tolong isi data formulir pendaftaran ini dulu yah pak.."


"Baik sus... Bisa pinjam pulpennya sus.."


"Bisa pak..Ini.."


"Terima kasih.."


Mas Riyan mengisi formulir itu dengan cepat...Karna dia ingin segera kembali ke kamar istrinya..Dia tidak mau istrinya itu menunggu lama...


"Selesai sus..."


"Iya pak..Ini total biaya operasi dan kamar buat ibu Meira.."


Mas Riyan melihat nota pembayaran itu..Tertulis angka 40 juta di sana...


Mas Riyan segera mengambil kartu ATM nya untuk membayar semuanya...


"Bisa bayar pakai ini kan sus..."


"Ohhh bisa pak...Sebentar.."


Suster itu mengambil ATM dan memproses pembayaran rumah sakit ku...


"Silahkan PIN nya pak.."


"Iya..."


Mas Riyan memasukkan PIN nya dan memberikan kembali ke suster itu...


"Sudah selesai pak...Ini notanya...Nanti sisa nya setelah pasien sembuh dan keluar dari rumah sakit yah pak..."


"Siap sus... Terima kasih.."


Mas Riyan kembali ke ruanganku...


"Sebentar lagi kamu akan di pindahkan ke kamar kamu sayang..Kamu tunggu yah.."


Aku hanya mengangguk pelan...


Tak lama suster datang membawa ku ke kamar yang sudah mas Riyan pesan...

__ADS_1


"Selamat sore ibu...Saya mau memindahkan ibu ke kamar inap yah..."


"Iya sus..."


__ADS_2