
Selesai beres- beres... Aku menghampiri mama yang sedang duduk di ruang tv...
"Ma... Mama lagi nonton sinetron apa??? "Ucapku sambil duduk di samping mama...
"Emmm ini lho sayang... Mama lagi nonton sinetron tukang cilok naik haji... "
"Ohh.... Mama suka sama sinetron kayak gitu ma... "
"Ya suka sayang kenapa??? ... Kamu gak suka ya?? Apa kamu mau ganti?? Ini remotnya.. "
"Ohhh tidak ma... Meira hanya ingin nemenin mama saja kog di sini... Boleh kan ma??? "Ucapku yang sebenarnya cari alasan untuk menghindar dari suamiku itu...
" Ya tentu boleh dong sayang... Justru mama senang... Eh ya nak... Kuliah kamu kurang berapa semester nak.. Kamu satu jurusan sama Denis kan? "
"Iya ma... Tahun depan Insyaallah lulus ma... Kenapa ma? "
"Emmm kamu jurusan bisnis yah?? "
"Iya ma... Meira sebenarnya ingin jadi wanita karir... Tapi kalau sekarang... Entah mas Riyan ngizinin aku atau tidak ma... "Ucapku mulai murung
"Sayang... Kamu jangan murung begitu... Emmm bagaimana kalau kamu mengelolah salah satu salon mama... Atau kamu mengelola butik... Atau restoran milik mama saja... Kamu tinggal pilih sayang... "Ucap mama
"Emmm kalau Meira sih ingin buat usaha sendiri ma... Tapi lihat nanti yah ma "
"Ya sudah terserah kamu nak... Tapi kalau kamu berubah pikiran dan mau meneruskan usaha mama... Mama pasti sangat senang nak"Ucap mama tersenyum
"Iya ma. Insyaallah yah ma.. Kalau mas Riyan juga ngizinin... "
"Ok syang... Biar mama nanti yang bilang sama Riyan... Kalau dia ngelarang kamu. "
Aku hanya tersenyum mendengar perkataan mama Ane
Kamipun melanjutkan nonton sinetron itu bersama...
Tiba- tiba dering telpon rumah berbunyi... Mama Ane berdiri ingin mengangkat telpon itu... Tapi aku larang..
__ADS_1
"Biar Meira saja yang mengangkatnya ma... Mama duduk saja yah "
"Oh.... Ok sayang... "
Aku mengangkat telpon itu..
"Halo assalamualikum... Ini dengan siapa yah?? "
"Waalaikum salam... Ini dengan suami kamu Meira.. "
"Ihhh mas Riyan... Apaan sih... Pakek telpon- telpon segala... Kita kan dekat mas... Bisa kan kamu manggil ke bawah... Kalau memang ada perlu.. "
"Ya habisnya mas suruh ke kamar kog gak sampai- sampai... Kamu ada dimana sayang... Apa belum selesai beresin dapurnya.. "
"Emmm maaf mas... Aku tadi lihat sinetron sama mama.. Memang ada apa sih mas?? "
"Kamu ke kamar sekarang.... Mas tunggu... Badan mas pegel- pegel semua sayang... "
"Emmm baik lah... Ini aku mau ke kamar... Assalamualaikum "
Aku langsung menutup telpon itu dan tersenyum mendengar perkataan suamiku itu...
"Siapa nak... "
"Emmm itu ma ... Mas Riyan.. Meira pamit ke kamar dulu yah ma "
"Iya nak... Cepet- cepet buatin mama yah nak.. "
"Buatin??? Buatin apa ma?? "
"Buatin cucu hehehhe"
Aku yang mendengar perkataan mama itu sontak membuatku malu...
Aku berjalan perlahan ke atas... Ku buka pintu kamar itu kulihat mas Riyan sudah ganti baju dengan piyama berwarna biru dongker dan celana tidur berwarna senada juga...Dia membuka piyamanya sehingga terlihat sedikit dada seksinya.. Dia terlihat sedang menungguku dengan tiduran.....
__ADS_1
"Mas... "Ucapku pelan...
"Kunci pintunya sayang... "Jawabnya
"Emmm baik lah... "
Aku mengunci pintu kamar itu... Hatiku dag dig dug tak karuan... Entah apa yang akan terjadi padaku..
Aku menghampiri nya yang masih dengan posisi itu...
Aku duduk di samping kanannya.. Sehingga aku di belakang nya... Tanpa tunggu lama mas Riyan meraih tubuhku memeluk pinggangku dan membuatku ikut tidur di samping nya... Dia miring denga posisi tangan nya memegang kepalanya... Sedang yang satu mulai mengusap wajahku... Kakinya menghimpit badanku agar tidak bisa lari kemana - mana..
"Mas. Apa yang akan kamu lakukan?? "Ucapku gugup
"Yah layaknya pengantin baru sayang.... Mas sudah tidak tahan... Setiap mas melihat mu... Mas ingin selalu bersamamu menghabiskan waktu denganmu"Ucapnya sambil tangannya membelai wajahku
"Mas.... Tapi... Aku belum siapa mas... "Ucapku sangat gugup
"Kenapa??? Mas akan melakukan dengan pelan sayang... Jadi kamu gak usah takut... "
"Mas... Tolonglah lepasin aku...Aku bener- bener belum siap... "Ucapku dengan wajah memelas.. Agar suamiku itu mengurung kan niatnya...
"Emmmm kenapa sih kamu harus punya wajah sepolos itu sayang.. Mas kan jadi gak tega untuk tidak menurut padamu... Ya sudah kalau begitu lain kali saja... Tapi sekarang kamu temenin mas tidur.. Kamu mau kan??? "
"Iya mas... "
Dia tersenyum dan mencium keningku... Dia membenarkan posisinya... Dia menaruhku di rengkuhan dada bidangnya... Dengan posisi kepalanya ada di atas kepalaku... Tangan nya memegang pinggangku erat... Dia membawa tubuhku kedalam pelukannya yang hangat... Aku hanya menikmati suasana itu... Menghirup wangi tubuh mas Riyan yang hampir tidak ada jarak itu...
"Ayo tidurlah... Kamu butuh istirahat ekstra.. Biar badan kamu fit lagi... "
"Iya mas.. "
Tak lama kami berdua tertidur... Dengan posisi senyaman itu... Sesekali mas Riyan membelai hijabku... Sesekali juga dia mencium ujung kepalaku... Aku hanya merasa nyaman... Dan tidak ada lagi yang ku rasakan... Sejenak aku menghilangkan semua rasa sedih dan rasa gundahku karna keluarga ku telah membenciku...
__ADS_1