Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 82


__ADS_3

GEDEBUKKKKKKK


Semua barang belanjaanku berjatuhanan di lantai... Aku segera mengambilnya.. Di bantu oleh mas Riyan... Sedang orang yang menabrakku malah menatap tajam ke arah kami...


"Mas Riyan??.. "Ucapnya dengan ekspresi wajah terkejut


Mas Riyan yang mendapati namanya di panggil segera bangkit dan memandang orang yang memanggilnya..


"Desi..?? "Ucap mas Riyan yang tak kalah terkejutnya


Saat nama itu di sebut.. Aku bangkit dan berdiri di samping mas Riyan..


"Ya ampun mas.. Aku kangen banget sama kamu.."Ucapnya sambil memeluk erat mas Riyan


"Kamu apa- apaan sih.. Lepas!! "


Mas Riyan melepas pelukan Desi itu dengan sedikit kasar


"Mas.. Kenapa??.. Apa kamu gak kangen sama aku?? "Ucapnya berusaha memeluk mas Riyan lagi..


"Maaf Desi... Sekarang aku sudah menikah.. Dan ini istriku.. Namanya Meira.. "Ucap mas Riyan sambil menggandeng tanganku


"Apa?? Kalian sudah menikah?? Tidak mungkin... Diakan hanya seorang guru ngajinya Mama?? Kamu bohong kan mas?? "Ucapnya tidak percaya


"Iya memang dia guru ngajinya Mama.. Tapi sekarang dia menantu di keluarga Adi Pratama.. "Ucap mas Riyan tegas


"Tapi mas.. Aku masih mencintaimu.. Aku juga masih menyayangimu... Maaf kalau selama setahun ini aku pergi dan tidak memberi kabar sama kamu..."Ucapnya dengan mode wajah memelas

__ADS_1


"Terserah kamu.. Yang penting aku sudah tidak mencintai dan menyayangi kamu.. Aku sudah punya istri dan aku harap kamu gak usah lagi mengganggu kehidupan aku dan istriku.. "Ucap mas Riyan


"Ayo sayang.. Kita pulang ke hotel.. "


Mas Riyan menggandeng tanganku mesra


Aku hanya menurutinya dan mengikuti langkah suamiku itu


Desi tidak tinggal diam.. Dia menghampiri kami dan menarik tanganku kasar... Sampai aku terpelanting dan jatuh..


"Awwwwww.. "Ucapku kesakitan


"Dasar kamu cewek murahan !!! Kamu sudah berikan apa sampai mas Riyan mau menikahi mu hah !!!"Ucap Desi marah...


Dia mengangkat tangannya dan melajukan tangannya ke pipiku.. Aku reflek memegang pipiku dan memalingkan wajahku.. Tapi dengan cepat mas Riyan menangkis tangan Desi.. Dia mendorong Desi sampai Desi terjatuh.. Mas Riyan menghampiriku dan membantuku untuk bangun..


"Kamu tidak papa kan sayang?? Apa ada yang terluka.. "Ucap mas Riyan menyusuri setiap inci badanku... Berharap tidak ada yang terluka


"Kamu !!! Jangan coba - coba menyakiti istriku... Kalau kamu masih berani menyakitinya.. Maka kamu akan tau akibatnya !!! "Ucap mas Riyan meninggi


"Kenapa?? Dia sudah merebutmu dariku... Dia memang wanita murahan!!! "Ucap Desi tak kalah meninggi


"Diam !!! Istri ku bukan wanita murahan.. Dia wanita terhormat.. Bukan sepertimu... Sekali lagi kamu bilang seperti itu kepada istriku.. Kamu akan berurusan denganku !!!"Ucap mas Riyan melotot sambil menunjuk ke arah muka wanita itu..


"Ayo sayang.. Kita pergi... "Ucap mas Riyan memegang erat pinggangku..


"Iya mas.. "

__ADS_1


"Awas kamu mas.. Aku akan memisahkan kalian bagaimanapun caranya.. Aku tidak kenal kata kalah dalam kehidupanku.. Lihat dan tunggu pembalasanku.. "Ucap Desi lirih sambil terus menatap kepergian kami


********************************


Sesampainya di hotel..


"Sayang.. Apa kamu benar- benar tidak papa.. Apa perlu kita ke dokter.. "Ucap mas Riyan lembut


"Tidak mas.. Aku aku baik- baik saja kog... Cuma aku sedikit kaget saja tadi... Bukannya dia mantan kamu mas.. Kenapa dia begitu sama aku mas.. "Ucapku


Mas Riyan menidurkanku dan menyelonjorkan kaki ku..


"Sudah kamu gak usah pikirin yah sayang... Biar dia urusanku... Maaf yah sayang.. Gara- gara aku kamu jadi seperti ini.. "Ucap mas Riyan


"Iya mas.. Gpp kog.. Asal kamu selalu denganku.. Aku akan selalu bahagia.. "


"Hehehe makasih sayang... Trz gimana jadikan?? "


"Jadi apanya mas.. "


"Itu.. Oleh- oleh buat Mama.. "


Aku hanya mengangguk dan tersenyum malu


"Yes..."Ucap mas Riyan


Mas Riyan segera melepas kaos yang di kenakannya... Dia naik ke ranjang.. Dan menindih tubuhku.. Aksi demi aksi dilakukan agar aku nyaman dan menikmati setiap inci sentuhannya.. Bagiku semua yang dilakukan suamiku itu bagai madu yang manis dan lembut....

__ADS_1


"Ohhhhh..... Sayang.. "Rancauku tak karuan


Mas Riyan semakin bersemangat... Dan satu ronde yang sangat lama dan panas itu terjadi...


__ADS_2