Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 84


__ADS_3

Keringat dingin mulai mengucur di wajahku... Aku mulai tersentak saat tangan kekar suamiku itu menghentak di perut rataku..


"Astagfirulloh... "Ucapku terbangun dengan nafas tersenggal seperti habis hantu..


Ku lirik ke arah samping masih terlihat tubuh suamiku yang polos dan tertidur sangat lelap... Mungkin dia kecapean karna permainan kami tadi... Aku lepas perlahan tangannya yang ada di perutku... Dan ku bangkit dari ranjang mencari baju ku yang berserakan...Aku segera memakai nya dan berjalan ke arah kamar mandi... Ku basuh wajah dan ku tatap cermin wastafel yang ada di depanku...


"Ya Allah... Apa yang engkau hadirkan dalam mimpi ku.. Kenapa terasa begitu nyata... Apa yang sebenarnya akan terjadi ya Allah..." Tangisku mulai pecah mengingat mimpi yang ku dapati..


"Sayang.. Kamu ada dimana?? "Ucap mas Riyan dengan suara serak khas orang bangun tidur


Aku segera menyeka air mataku yang mulai deras membasahi pipiku...


"Sayang... Apa kamu ada di kamar mandi.. Mas masuk yah.. "Ucapnya sambil membuka pintu kamar mandi itu


Ceklek...


Aku masih saja diam tak merespon kedatangan nya..


"Sayang.. Kamu kenapa?? Mas panggil- panggil kog gak jawab.. Are you ok?? "Ucap mas Riyan terus melangkah ke arah ku


Aku masih saja diam dan menundukkan wajahku...


"Sayang... Are you sick?? "Ucapnya sambil memelukku dari belakang... Dia mencium tengkuk leherku yang polos karna rambutku yang ku ikat kebelakang


Aku yang masih saja teringat dengan mimpiku mencoba menepis pelukan dan ciumannya.. Aku berlari menahan tangisku keluar kamar mandi itu..


Mas Riyan yang bingung melihat tingkahku segera menyusulku..


Aku terjatuh terjerembam di pojok ranjang

__ADS_1


"Awwww... "Ucapku


"Sayang kamu kenapa sih... "Ucap mas Riyan yang segera membantuku berdiri


Aku segera menepis tangannya dan mencoba menjauh dari dirinya..


"Meira.. Kamu kenapa sih.. Apa mas punya salah.. "


Aku hanya diam dalam tangisku yang masih menderas.. Aku segera naik ke atas ranjang membaringkan tubuhku dan menyelimuti seluruh tubuhku...


Mas Riyan hanya diam menatapku.. Dia sangat bingung melihat tingkah anehku.. Dia pun ikut membaringkan tubuh nya di ranjang dan membuka paksa selimut ku itu


Dia memelukku erat dan mengunci diriku dalam pelukannya...


"Meira... Sekarang kamu jujur... Kenapa kamu menangis.. Apa mas sudah berbuat salah sama kamu.. Apa mas sudah menyakiti mu.. Jangan buat mas bingung dengan sikapmu... Kalau mas ada salah bilang jangan malah menghindar seperti ini.. "Ucanya sedikit marah


"Meira!!! Jawab.. Jangan hanya diam.. "Ucap mas Riyan yang semakin marah


"Aku benci sama kamu mas... Aku benci.. "Ucapku dengan suara bergetar


"Kenapa tiba- tiba kamu benci sama mas... Apa yang sudah mas lakukan!!! Jawab!!! " Ucap mas Riyan semakin meninggi


Bulu kudukku sebenarnya sudah berdiri melihat kemarahan suamiku itu... Tapi aku masih merasa sakit hati dengan mimpiku itu... Entah rasanya cemburu sekali walau hanya dalam mimpi


"Kenapa kamu selingkuh... "Ucapku dengan air mata yang masih membanjiri pipiku


"Hah?? Selingkuh??? Kapan?? Mas gak pernah selingkuh sayang.. "Ucapnya mulai menurun


"Itu tadi... "

__ADS_1


"Kapan?? Mas dari tadi sama kamu.. Mas tidur sambil memeluk mu.. Kapan mas selingkuh nya.. "


"Tadi di mimpi.. Kamu selingkuh dengan mbak Desi.. "Ucapku yang masih dalam mode menangis


"Hah?? Mimpi.. Astagfirulloh.. Jadi kamu mimpi mas selingkuh dengan Desi.. "Dia mengernyitkan dahinya bingung


"Iya.. Kamu jahat banget mas.. "


Aku pun menceritakan mimpiku itu... Mas Riyan yang mendengar ceritaku hanya bisa tersenyum dan tertawa geli..


"Ya Allah ... Walau hanya dalam mimpi kamu sangat cemburu kepadaku sayang... Aku senang karna itu tandanya kamu sangat mencintaiku.. "Gumamnya dalam hati..


"Kenapa kamu senyum- senyum gitu.. Apa yang mas pikirkan.. Apa mas berfikir akan selingkuh.. "


Mas Riyan segera memegang tengkukku dan..


*Cup*


Dia mencium bibirku yang terbuka... Dia membuatku untuk ikut membalas ciumannya dengan sedikit menggigit bibir mungilku itu...


Setelah cukup lama kami berciuman.. Mas Riyan melepas ciumannya dan berganti menatap mataku.. Mengusap air mataku yang tertinggal di pipiku..


"Sayang.. Dengar mas.. Walau apapun yang terjadi.. Mas tidak akan selingkuh.. Entah itu sama Desi atau sama wanita lain... Mas sudah tidak tertarik lagi sama wanita lain.. Mas hanya tertarik sama kamu saja.. Makanya saat mas dengar kamu mau di lamar orang dulu.. Tanpa berpikir panjang langsung menemui orang tuamu untuk memintamu... Masak iya sekarang mas sudah mendapat permata malah mas mau menukarnya dengan yang lain... Pasti mas akan merugi sayang... Cuma kamu permata di hati dan kehidupan mas sayang.. Cukup satu yaitu KAMU.. "Mas Riyan menekan kata kamu di belakang nya..


" Apa benar seperti itu mas?? Kamu janji kan mas?? Cuma aku?? "Ucapku memastikan


" Mas gak akan janji sayang.. Tapi mas akan buktikan sama kamu.. Karna janji bisa di ingkari.. Tapi kalau bukti itu sudah real terjadi.. "


Aku memeluk erat tubuh suamiku itu.. Aku tak ingin melepas lagi.. Mas Riyan pun membalas pelukan ku...

__ADS_1


__ADS_2