
acara adat sudah di mulai sejak sore...Begitu banyak tamu undangan yang hadir...Aku selalu menengok ke arah datangnya tamu undangan...Berharap kedua orang tua ku yang sudah sangat aku rindukan datang...Mas Riyan yang melihatku sejak tadi merasa gemas untuk bertanya...
"Kamu lagi lihatin apa sih sayang???"
"Ini mas...Aku nungguin Umi dan Abi.... Siapa tahu setelah kamu datang tadi mereka mau ke sini..."Jawabku
Hati mas Riyan seaakan berkecamuk mendengar perkataan ku .. Dia baru pertama kali ini merasa gak berguna sebagai seorang suami...
"Kamu sudah nemuin mereka kan mas??? Kamu sudah bilang kan kalau hari ini ada acara tasyakuran 4 bulanannya aku???" Tanyaku lagi untuk memastikan saja
"Sudah sayang...Mas sudah ke sana dan insyaallah mereka akan datang..."Jawab mas Riyan
"Ya Allah semoga engkau meluluhkan hati mertuaku itu agar mau datang ke acara ini...Kasihan Meira ya Allah.."Batin mas Riyan
Mas Riyan mengajakku masuk ke dalam...Karna semua tamu undangan yang hadir sudah masuk ke dalam rumah...
"Kita kedalam yuk sayang...Lihat mereka sudah nungguin kita..."Ucap mas Riyan
"Sebentar yah mas...5 Menit saja lagi..Siapa tahu Umi dan Abi datang mas .."
"Iya sudah kalau itu mau kamu sayang...Kita tunggu 5 menit lagi..."
Sedang di rumah Abi...
__ADS_1
Umi menghampiri Abi yang sedang ada di dalam kamar sambil berselonjor kaki dan sedang membaca sebuah buku...Umi menarik sebuah bangku kecil dan duduk di sebelah Abi...
"Bi Umi mau bicara.."Ucap Umi
"Ya sudah Umi bicara saja..."
"Kita nanti ke rumah Riyan yah...Dia kan mengundang kita ke acara tasyakurannya Meira... Kasihan Meira kalau kita gak datang pasti dia nungguin Bi..."Ucap Umi pelan
"Gak!!!! Abi gak akan datang ke acara itu...Biarin saja anak itu!!!!"Ucap Abi dengan nada tinggi...
"Tapi Bi...Itu tasyakurannya calon cucu kita Bi...Apa Abi gak mau mendoakan mereka???"
"Kita bisa doakan mereka dari rumah...Gak perlu ke sana!!!!.."
"Mereka bukan anak dan menantu ku!!!! semenjak Meira memilih lelaki itu dia sudah bukan anak ku lagi!!!!...Mereka sudah bikin malu keluarga ini !!!!..."Ucap Abi Semakin meninggi
"Emang apa yang membuat mereka bikin malu keluarga ini Abi...Riyan mungkin memang khilaf dengan kejadian itu...Tapi kan dia sudah mengaku salah dan juga bertanggung jawab sama anak kita...Dan Umi lihat Riyan anak yang baik...Dia menjaga Meira dengan baik...Terus alasan apa lagi sekarang??? Abi ingat Allah saja maha mengampuni dosa hamba-nya.... Jika hamba-nya itu bersungguh - sungguh untuk bertobat dan tidak pernah melakukan ke khilafan lagi....Sedang kita cuma apa ??? Kita cuma manusia??? Dengan sombongnya kita tidak mau memaafkan orang lain yang sudah berkali-kali berusah meminta maaf kepada kita...Ku rasa Abi sudah tahu dengan semua itu...Jadi keputusan Umi sudah bulat ..Umi akan datang ke sana...Walau Abi tidak mau datang ke sana..."Ucap Umi dengan tegas dan pergi dari hadapan Abi yang tak menyangka istri nya itu bisa berbicara seperti itu kepadanya...
Abi mencerna dan memikirkan setiap kata- kata Umi...Dia meletakkan buku nya dan juga kaca mata yang iya pakai untuk membaca...
Dia termenung sambil berfikir dengan keras...
"Astaghfirullah...Sungguh sombong nya aku....Setan sudah berhasil menghasut ku sampai aku jadi seperti ini... Ampunilah aku ya Allah..."Batinnya...
__ADS_1
Di rumah Riyan
"Sudah 5 menit sayang...Lebih baik kita ke dalam...Gak enak kan sama semua tamu sayang... "Ucap mas Riyan pelan
"Emmmm benar juga mas...Ya sudah mungkin Umi dan Abi tidak akan pernah datang ke rumah ini..."Ucapku meninggalkan mas Riyan terlebih dahulu ..
Air mataku sebenarnya sudah ingin jatuh tapi sebisa mungkin aku tahan agar tidak ada orang yang tahu tentang kesedihan yang aku rasakan saat ini....
Acara pun di mulai...Berbagai macam acara adat di lakukan sebelum acara inti nanti malam...Aku melewati nya denga wajah tersenyum tapi di dalam hati menangis...
Saat semua selesai...Aku berpamitan untuk ke kamar terlebih dahulu...
"Ma Meira ke kamar dulu yah...Meira mau istirahat sebentar agar nanti malam Meira bisa mengikuti tasyakuran nya...Ini kaki Meira sudah pegel banget Ma..."Ucapku beralasan
"Oh iya sayang...Apa perlu Mama panggilkan tukang pijat biar kamu di pijat sekarang...Biar enakan nanti malam.."
"Tidak usah Ma...Biar Meira istirahat saja sudah cukup.."
"Ya sudah sayang...Mana Riyan???"
"Sepertinya mas Riyan masih menemui tamu nya .."
"Oh ya sudah sayang..."
__ADS_1
Aku kembali ke kamar dengan badan yang terasa capek... perasaan terasa sakit...dan fikiran terasa bingung....