Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 67


__ADS_3

Waktu terus berlalu begitu cepat... Benih- benih cinta mulai tumbuh di dalam hatiku... Walau aku dan mas Riyan jarang bertemu karna kesibukannya.. Aku selalu menyempatkan diri untuk menemuinya di kantor hanya sekedar membawa bekal buat suamiku itu...


Hari itu aku datang ke ruangannya... Karna aku ingin memberi kabar yang sangat menggembirakan kepadanya... Aku masuk tanpa ada hambatan.. Karna sebagian karyawan sudah mengetahui tentang statusku dengan bosnya ...


"Assalamualikum.. "Ucapku


"Waalaikum salam.. Sayang.. "Ucapnya sedikit tidak semangat... Wajahnya seperti orang banyak fikiran dan sangat terbebani..


"Mas... Kamu kenapa?? "Ucapku langsung masuk dan menghampiri nya


"Emm tidak papa sayang.. Sini mendekatlah ada yang mau mas bicarakan sama kamu?? "


"Aku juga ada yang mau aku sampaikan sama kamu mas.. "


"Ya sudah sini... Duduk sini.. "Ucapnya menepuk pahanya..


Aku sudah terbiasa duduk di pangkuannya.. Karna itu salah satu obat rindu kata mas Riyan..


"Emmm sayangku mau ngomong apa?? "


"Mas duluan deh.. Mas mau ngomong apa?? "


"Sayang... Kamu duluan dong.. Kamukan jauh- jauh dari rumah ke sini... Jadi kamu dulu yah.. "


"Emmm baiklah.. Mas aku 2 hari lagi wisuda.. Aku lulus mas.. "


"Alhamdulillah...Kamu serius sayang?? "Ucapnya datar dan nampak tidak bersemangat


"Iya mas.. Kenapa kamu jawabnya datar sekali mas?? Kenapa kamu tidak semangat?? Kamu tidak suka aku mau wisuda?? "


"Mas sangat suka sayang ku.. Tapi?? "


"Tapi kenapa mas?? "

__ADS_1


"Maafin mas yah sayang.. Mas tidak bisa hadir di wisudamu.. "


"Kenapa mas?? Kenapa begitu.. "


"Mas.. Besok harus pergi ke London.. Bisnis mas sedikit ada masalah disana.. Mas harus kesana sayang.. "Ucapnya menatap mataku dengan sendu..


Aku langsung berdiri dari pangkuannya.. Dan pergi meninggalkan suamiku itu.. Rasa kecewa.. Rasa sedih.. Rasa kesal bercampur menjadi satu...


"Sayang.. Kamu mau kemana?? "


Aku tak menggubris nya.. Aku tetap pergi dengan lelehan air mata yang terus membanjiri pipiku... Aku berhenti di depan gedung untuk mencari taksi.. Sedang mas Riyan yang mengejarku berhasil menyusulku..


"Sayang kamu mau kemana?? Mas anter yah?? "


"Tidak usah.. Aku bisa pulang sendiri.. Aku bisa naik taksi.. "Ucapku sedikit ketus


"Sayang jangan begitu dong.. Pokoknya kamu tunggu di sini sebentar.. Mas akan ambil mobil dulu.. Jangan kemana - mana yah.. "


Mas Riyan mengambil mobilnya di parkiran.. Sedang tak lama taksi datang.. Aku menyetopnya dan langsung masuk..


"Baik mbak.. "


Mas Riyan sudah sampai dan melihatku tidak ada langsung mengegas mobilnya dan mencoba menyusulku


Aku sampai di rumah terlebih dahulu.. Dengan tenang aku berjalan ke kamar.. Karna aku tidak mau Mama tahu apa yang terjadi..


"Sayang... Kamu kog sudah pulang?? "Tanya Mama yang sedang asik nonton sinetron


"Emmm Mama.. Itu Ma.. Mas Riyan sedang sibuk... Meira ke atas dulu yah Ma?? "


"Ohh iya sayang.. "


Aku bergegas masuk dan berbaring di kasur... Mataku sudah panas ingin mencairkan air mata yang mendesak ingin keluar...

__ADS_1


Tak lama mas Riyan sampai di rumah dengan terburu- buru masuk ke dalam rumah..


"Ma.. Mana Meira.. "Ucapnya sedikit ngos- ngosan


"Lho Riyan.. Katanya kamu sibuk ...Ada apa?? "


"Ma.. Nanti saja yah jelasinnya.. Sekarang mana Meira Ma??


"Itu.. dia tadi pamit ke kamar.. Ada apa sih Riyan?? Kenapa Meira?? "


"Gpp.. Aku ke kamar dulu yah Ma.. "


Mas Riyan bergegas ke kamar dan mengunci pintunya... Dia menghampiriku dan langsung memelukku dari belakang..


"Sayang... "Ucapnya lembut


Aku yang mendengar suara suamiku langsung melepas pelukan suamiku itu.. Aku berdiri dan menjauhinya.. Aku menatap jendela dan melihat keluar .. Ada dua burung yang sedang bertengkar di dalam sarangnya..


"Sayang.. Maafin mas.. "Ucapnya langsung menghampiriku


Aku hanya diam dan tetap menatap dua burung itu..


"Sayang.. Jangan diam dong.. Kalau kamu diam.. Dunia mas serasa sepi.. Tolong sayang bicara sama mas.. "


"Sudahlah mas.. Mas kembali saja ke kantor... Pasti mas sangat repot hari ini.. "


"Sayang.. Memang kenapa sih kalau mas tidak hadir di wisuda kamu?? Kamu kan di temani Mama sayang?? Mas kerja juga buat kamu?? Buat masa depan keluarga kita sayang?? Tolong lah kamu mengerti mas sayang.. "Ucapnya lembut


"Andai kamu tahu mas.. Aku bukan hanya menganggapmu sebagai suamiku.. Tapi juga sebagai pengganti Abi ku yang sudah melepasku sebagai anaknya.. Kamu itu segalanya buat aku.. Aku kecewa.. Kenapa di saat aku wisuda kamu tidak bisa hadir... Betapa tidak beruntung nya aku... Umi dan Abi ku tidak akan hadir.. Dan sekarang suamiku sendiri juga tidak bisa hadir... Aku akan terima mas.. Kamu pergi saja ke London.. Biar aku ke wisuda hanya dengan Mama dan Denis.. "Ucapku setetes air mata keluar dari sarangnya


"Ya Allah.. Betapa kecewanya hati istriku ini.. Maaf kan mas sayang.. "Gumam mas Riyan


"Maaf sayang.. Maaf.. Mas akan kembali ke kantor lagi.. Kamu baik- baik di rumah yah.. Mas akan pulang lebih cepat hari ini... I love you.. "Ucapnya sambil mencium ujung kepalaku...

__ADS_1


Dia keluar dari kamar .. Berbarengan dengan seekor burung jantan itu yang terbang meninggalkan sarang dan seekor burung betina yang terus memandanginya.. .


__ADS_2