Cinta Karena Dosa

Cinta Karena Dosa
Episode 43


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang dengan sangat merdu.... Membangunkan insan yqng sedang tertidur pulas diatas ranjang empuk... Aku tarik rohku yang melayang untuk kembali ke ragaku.... Aku rasakan tubuhku yang sangat lemas... Nafasku panas... Kepalaku sangat pusing... Mataku panas karna semalam aku menangis tanpa henti... Aku kuatkan kakiku untuk berdiri dan sholat.... Tapi tiba- tiba...


Gedebuuuk....


Rasanya pandangan ku hitam kelam.... Entah setelah itu apa yang terjadi aku tak tahu...


Di bawah Riyan bangun untuk melaksanakan sholat subuh...


Riyan bergegas ke kamarnya untuk mengambil pakaian dan sekaligus membangunkan ku...


Dia mengetuk pintu kamarnya berkali- kali...


"Meira... Meira sayang... Bangun... Ini sudah subuh... "


Ucapnya...


"Meira... Sayang... Kamu tidak apa- apakan.... "


Karna tak ada jawaban.. Riyan panik dan mendobrak pintu kamarnya... Hanya dengan dua kali dobrakan pintu itu terbuka lebar.... Riyan yang melihat tubuhku terjatuh di atas lantai langsung berlari...


"Sayang... Kamu kenapa.... Ya Allah panas sekali badan kamu sayang... "Ucapnya merengkuh tubuh lemasku...


Diapun menggendongku dan menaruh ku diatas ranjang...


"Sayang... Bangun... Jangan buat mas cemas seperti ini... "Ucapnya terus menggoyangkan badanku...


Karna tak ada jawaban Riyan bergegas ke kamar Mama Ane untuk meminta pertolongan...


Mama Ane pun datang membawa kompresan dan minyak kayu putih untuk di balurkan di tangan dan hidungku...


"Nak... Ayo bangun.... Kamu kenapa sayang...??? "

__ADS_1


Ucap mama Ane mengompresku dan memberiku kayu putih..


"Riyan tolong panggil dokter Asti biar Meira di periksa... "Ucap mamanya...


"Iya ma... "


Segera Riyan menelpon dokter Asti... Dokter pribadinya...


20 menit kemudian dokter Asti datang...


"Ada apa bu... "Ucap dr. Asti


"Ini dok... Gak tau kenapa Meira tiba - tiba pingsan... Tolong di periksa dok... "


"Baik bu... "


Dr. Asti memeriksaku dengan sangat intens... Dia memeriksa denyut nadi ku dan memeriksa yang lainnya juga...


Setelah selesai...


"Dia seperti banyak beban pikiran bu... Itu yang membuat mbak Meira pingsan.... Saya sudah menyuntikkan obat agar merangsangnya bangun... Insyaallah sebentar lagi mbk Meira bangun.... Dan ini obat buat mbak Meira... Tolong di jaga emosinya yah bu... Jangan sampai ngedrop lagi.. "Ucap dr. Asti


"Baik dok... Terima kasih yah... "


Mama Ane mengantarkan dr Asti ke bawah... Sedang Riyan dengan tulus menunggui ku di samping ranjang... Dia mengelus kerudungku.... Tampak air mata menetes perlahan di pipi tampannya...


"Sayang... Bangun... Jangan seperti ini... Maafkan mas yah karna mas sudah buat kamu seperti ini... Ayo bangun Meira sayang... "Ucapnya


Aku yang mendapat reaksi dari obat yang di suntikkan itu langsung sadar.... Aku melihat seorang lelaki yang menangis di samping ku...


"Mas... Sakit mas... "Ucapku lirih...

__ADS_1


"Sayang.. Kamu sudah sadar... Mana yang sakit... "


"Kepala aku sangat sakit mas.... Pusing... "Ucapku..


"Sayang.... Kamu baru sadar ... Jadi jangan banyak gerak dulu... "Ucapnya menidurkanku lagi...


"Aku haus mas... Kering sekali rasanya tenggorokan ku"


"Iya sayang... Ini kamu minum dulu.. "Ucap Riyan mengambil minuman dan sedotan nya... Lalu menyodorkan kepadaku...


Aku menengguk air itu.. Terasa basah tenggorokan ku...


"Sudah sayang.. "


"Sudah mas... Terima kasih.... Ini sudah jam berapa mas... Aku belum sholat.. "Ucapku karna aku rasa sudah sangat siang..


"Ini sudah hampir jam setengah 7 sayang... "


"Ya Allah... Ampuni aku... Aku sudah lalai.. "Ucapku


"Udah sayang... Kamu gak sengaja... Tadi kamu jatuh pingsan... Sampai mas dobrak pintu kamar mas... Tuh lihat.. "Ucapnya


"Maaf mas... Maafin aku yah mas... Aku ngrepotin kamu... "Ucapku


"Tidak sayang... Yang penting kamu sekarang tidak apa- apa... Kamu kenapa... Mata kamu sembam... Kamu masih mikirin Umi dan Abi... "


"Iya mas... Tak mungkin aku berada di sini terus... Aku harus pulang... Menjelaskan semua nya sama Umi dan Abi... Aku tak mau jadi anak durhaka mas... "Ucapku sedih


"Sayang.... Tadi malam mas datang lagi ke rumah Umi dan Abi... Mas Jelaskan semuanya..... Memang Abi menentang... Tapi akhirnya Abi merelakan kamu untuk menikah sama mas... Jadi besok kita menikah... "


"Apa mas... Besok!!! Kamu gak salah mas... "Ucapku kaget...

__ADS_1


"Iya besok kita ke rumah Abi dan Umi... Kita menikah disana... Kamu sekarang istirahat... Mas mau ambilkan makanan buat kamu... Dan setelah itu kamu minum obat... "


Riyan pun berlalu meninggalkan ku dengan fikiranku yang masih tak karuan... Aku bingung... Entah apa yang aku rasakan... Serasa ingin aku berteriak melampiaskan ini semua...


__ADS_2