
Kita bertiga sampai di gedung tempat acara wisuda berlangsung... Aku merasa senang bercampur sedih... Aku senang karna perjalanan ku menuntut ilmu selama 4 tahun ini sudah terbayar lunas... Tapi aku sedih karna kedua orang tuaku dan suamiku tak bisa menghadiri acara wisudaku itu.
"Huft.... "Ucapku menghela nafas untuk membuang semua kesedihan dan ke cemasan ku..
"Sayang kamu tidak papa kan?? "Ucap Mama Ane yang melihat wajah cemasku
"Oh Meira tidak papa Ma... Ayo Ma kita masuk... "Ucapku menggandeng tangan mertuaku itu...
Denis dari tadi sudah masuk.. Karna begitu kami sampai sudah di jemput oleh teman- temannya..
Mama duduk di kursi para orang tua mahasiswa.. Sedang aku berjalan ke tempat teman- temanku duduk berkumpul...
Acara sudah di mulai... Satu persatu sarjana di panggil untuk mengambil ijazah S1 nya...
Kini giliran Jurusanku...
"Wisudawan nomer urut 155... Saudari Khumaira Andira Rahma sarjana administrasi bisnis.. "Ucap Bu Andri
Aku maju untuk mengambil ijazah S1 ku
Semua wisudawan sudah maju satu persatu... Hari itu sangat melelahkan... Tapi acara belum juga selesai... Sekarang waktunya pengumuman wisudawan terbaik
"Wisudawan terbaik di raih oleh sarjana administrasi bisnis dengan IPK hampir sempurna yaitu 3,95... Khumaira Andira Rahma... Kepada Khumaira Andira Rahma S, AB silahkan maju ke atas mimbar kehormatan.. "
Aku tak menyangka IPK ku sangat tinggi... Seketika air mataku menetes mengingat kedua orang tuaku... Suara riuh tepok tangan bersorak saat aku melangkah maju untuk menerima hadiah.. Aku maju dengan bangga dan di sambut oleh pak Edwin ...
"Selamat ya Meira.. "Ucap pak Edwin dosen sekaligus pembimbingku..
"Terima kasih pak.. "
__ADS_1
Akupun bersalaman kepada dewan rektor.. Sambil menyerahkan hadiah berupa uang tunai 5 juta rupiah + laptop + piagam penghargaan..
"Selamat yah... "Ucap pak rektorku
"Iya pak terima kasih.. "
Kami berfoto sebagai kenang- kenangan... Rektorku, aku dan pak Edwin...
Acara hari itu di tutup dengan pertunjukan tari dan pertunjukan paduan suara..
Aku keluar gedung.. Banyak sekali yang memberi ku selamat atas keberhasilanku... Aku hanya tersenyum sambil menyalami mereka...
"Sayang... Mama bangga sekali sama kamu...Selamat yah nak "Ucap Mama Ane yang berhambur langsung memelukku
"Emmm Mama... Terima kasih yah Ma.. "
"Terima kasih Nis... Kamu juga selamat.. Akhirnya kita lulus... "
"Iya kak.. Tapi aku gak nyangka lho IPK kakak yang paling tinggi nyaris sempurna.. Ternyata bukan hanya kak Riyan yang pintar .. Kamu juga pintar kakak ipar.. "
Aku hanya tersenyum sekelibat air mataku menetes
"Kamu kenapa kog nangis.. " Ucap Mama
"Emmm... Sayang nya kedua orang tua Meira dan mas Riyan tidak bisa hadir ke wisuda ini Ma.. "Ucapku sambil menghela nafas dalam
"Sayang... Jangan sedih yah... Mama kan ada di sini.. "
"Iya Ma "
__ADS_1
Aku memeluk mertuaku itu melepas semua kesedihan yang aku rasa...
Tiba- tiba...
"Meira.. "
Aku mendengar suara khas dari seseorang yang sangat aku kenal... Tapi aku segera menepis...
"Tak mungkin dia ada di sini... "Gumamku
"Sayang... Apa kamu tidak mau menoleh kepadaku.. "
Suara itu kembali terdengar... Tapi aku tak menggubris nya.. Aku hanya diam saja
"Sayang... "
Dia membalikkan badanku dan mataku beretemu dengan matanya...
"Selamat bidadariku.. Kamu memang pintar.. "Ucapnya yang langsung menyodorkan sebuah puket bunga kepadaku..
"Hah.. Mas Riyan??? "Ucapku terkejut..
"Ya Allah apa aku bermimpi yah" Gumamku
"Ini hadiah buat kamu... "Dia menyodorkan sebuah kotak berisi gelang berlian putih yang sangat indah... Dia memakai kan nya ke tangan kiriku...
__ADS_1