
Kami sekeluarga sudah sampai di Bandara... Mas Riyan berpamitan kepada Mama Ane..
"Ma Riyan pergi dulu... Doain Riyan biar masalah di sana cepet selesai agar bisa pulang cepet yah Ma... Dan juga titip istri Riyan ini yah Ma.. "Ucap mas Riyan menyium tangan orang tua nya itu
"Iya sayang.. Doa Mama selalu menyertaimu.. Kalau soal Meira kamu tenang saja.. Ada Mama dan Denis yang akan menjaga nya.. "Ucap Mama sambil menepuk bahu suamiku itu..
"Untuk kamu dek... Jangan keluar rumah terus.. Jaga Mama dan kakak ipar... Awas kalau kamu keluar terus.. Uang jajan kamu akan kakak potong.. "Ucap mas Riyan sambil tersenyum
"Tenang saja kak.. Aku sudah besar.. Dan sudah sepatutnya aku membantu kakak di saat kakak gak ada seperti ini.. "Ucap Denis..
"Dan untuk kamu sayang... Kamu jangan sedih yah.. Mas akan cepat pulang.. Doain mas.. Agar cepat selesai dan berhasil.. Mas akan terus memberi kabar kepadamu.. Jaga Mama.. Dan Jaga cinta kita yah.. "Ucap Mas Riyan memegang daguku yang sedari tadi menunduk lesu..
"Iya mas.. Kamu hati- hati.. "Ucapku singkat
Sebenarnya ada banyak kata yang ingin aku keluar kan.. Tapi apalah daya aku harus menahan nya agar air mata ku tak keluar.. Aku takut suamiku itu kepikiran dan akan menjadi beban pikiran nya..
"Ya sudah mas berangkat dulu.. Assalamualikum "Ucap mas Riyan
"Waalaikum salam.. " Ucapku sambil menyalami tangan suamiku itu..
Lambaian tangan kami mengantar kepergian mas Riyan..
"Ayo nak kita pulang.. "Ucap Mama..
"Emmm iya Ma.. "Ucapku lesu sambil terus menoleh ke arah perginya mas Riyan..
Kami bertiga pulang ke rumah..
###############
Tok.. Tok.. Tok..
"Meira.. Boleh Mama masuk.. "
__ADS_1
"Iya Ma sebentar.. "
Aku membuka pintu kamarku... Dan menyuruh Mama masuk..
"Mari masuk Ma.. "Ucapku
"Iya sayang.. "
Kami duduk di sofa yang ada di kamar ku..
"Nak sebelum pergi.. Riyan menitipkan ini sama Mama.. Katanya ini buat wisuda kamu... Besok kamu pakai yah sayang.. "Ucap Mama sambil memberiku kotak berwarna pink
"Ya Allah mas Riyan... "Ucap ku tersenyum sumringah
"Terima kasih yah Ma.. "
"Iya Sayang.. Kamu sekarang tidur... Besok Mama panggil tukang make up agar datang ke sini yah.. "
"Ohhh ya sudah kalau gitu... Besok Mama yang akan mendampingi kamu dan Denis juga "
"Terima kasih Ma... "Aku memeluk Mama mertuaku itu..
"Iya sayang... Kamu tidur yah sekarang.... Biar besok fit.. "
"Iya Ma.. "
Mama keluar dari kamar ku... Akupun mulai merebahkan tubuhku.. Kamar ini rasanya sepi senyap.. Tanpa ada sesosok lelaki tampan yang biasa menemaniku tidur.. Lama- lama kantukku datang... Aku tertidur pulas.. Hanyut dalam belaian mimpiku..
Adzan subuh berkumandang dengan sangat merdu... Aku terbangun karna suara adzan di handphone ku..
Aku kumpulkan nyawaku dulu.. Baru aku mandi dan berwudhuk.. Aku sholat subuh sendiri... Baru itu aku keluar untuk membantu Mama dan bik Yam untuk memasak..
"Selamat pagi Ma.. "
__ADS_1
"Pagi sayang.. Kamu belum siap- siap.. "
"Siap- siap kemana Ma.. "
"Meira hari ini kamu kan wisuda.. Kamu lupa yah?? "
"Ya Allah.. Aku lupa Ma.. "
"Ya sudah sana kamu ganti baju trz berias yah.. Mama juga mau ganti baju.. "
"Ohh iya Ma... "
Aku bergegas ke kamar dan langsung ganti baju yang di beri mas Riyan.. Aku sangat suka dengan baju itu.. Cantik warnanya pink campur hijau muda.. Dia juga memberiku satu bandana dengan model simple... Aku memakai semua yang di beri suamiku itu.. Aku berias sedikit tebal.. Agar tahan lama saat aku wisuda.. Aku menyemprotkan minyak wangi sebagai sentuhan akhir..
"Emmm akhirnya selesai juga... "
"Cantiknya anak Mama.. Kamu sudah siap sayang.. "
Ucap Mama yang tiba- tiba masuk ke dalam kamarku..
"Sudah Ma.. "
"Mama foto dulu yah.. Biar Mama kirim ke Riyan.. "
Mama memfotoku dan mengirimkannya ke mas Riyan
Aku hanya tersenyum saja melihat tingkah Mama ku itu.. Beliau memang sudah berumur tapi beliau masih tetap cantik dan masih gaul...
"Ya sudah ayo sarapan dulu.. Itu Denis sudah siap sayang.. "
"Emmm iya Ma.. "
Kamipun turun dan sarapan bersama sebelum wisuda...
__ADS_1