
"Sukses itu tak membutuhkan pendidikan tinggi, karena kuliah itu hanya akan menghabiskan aset yang ada" keputusan akhir orang tua ku yang tak bisa dibantah dengan kalimat apapun.
pupus sudah harapan ku untuk melanjutkan kuliahku yang sudah susah payah kuusahakan agar dapat undangan kuliah di universitas terbaik di negri ini. itulah jeritan perasaan Aira saat ini yang tak bisa diungkapkan didepan keluarganya karena tak ingin dianggap sebagai anak yang durhaka.
Aira hanya mampu menangis dan mengurung dirinya di dalam kamar. sambil terisak-isak dia mencurahkana semua perasaannya dengan goresan pena pada diary kesayangannya, karena baginya tak ada yang dapat mengerti dirinya selain buku diarynya itu. Aira sudah mulai menulis diary semenjak ia kelas empat SD dengan alasan untuk mencurahkan isi hatinya dan menyembunyikan kesedihannya pada orang terdekatnya.
Sesedih apapun hatinya, disaat ia telah menggoreskan tinta pada lembaran buku kesayangannya maka hilanglah semua beban dihatinya. kemudian ia berkumpul lagi dengan teman-teman dan orang disekitarnya dengan ceria kembali.
Lain halnya dengan saat ini, Aira mengurung dirinya lebih lama daripada biasanya, karena tak ingin menambah kesedihannya dengan melihat teman-temannya yang sibuk mengurus sekolah mereka atau tetangga yang menceritakan tentang anaknya yang melanjutkan kuliah ke universitas xx bahkan ada yang diluar kota. setiap melihat dan mendengar yang berhubungan dengan sekolah akan membuat batinnya menangis. selama ini ia selalu sekolah dengan rajin dan penuh semangat meski dalam keadaan kurang sehat pun ia tetap pergi sekolah. malahan pernah masuk rumah sakit saat belajar lho.
kiut... Aira membuka pintu pelan dan berjalan mengendap turun ke ruang makan. kayak maling disiang bolong aja dech. ia memastikan semua keluarganya sudah pergi keluar rumah melakukan aktivitasnya masing-masing.
Syukurlah ada makanan faforitku , kali ini aku akan makan banyak untuk memulihkan energiku... bisik hati Aira yang selama sebulan ini tenaganya terkuras untuk menangis, makan hanya satu kali sehari dan tak menghirup udara segar.
setelah kenyang Aira kembali ke kamar dan melihat dirinya di kaca besar didinding yang berwarna pink itu, "hhh...mataku sembab mukaku kusam karena kebanyakan tidur dan menangis..." Aira memutuskan untuk mandi dan segera shalat Dhuha tak lupa minta petunjuk pada illahi. sebenarnya Aira anak yang shaleh dan pintar hanya saja kurang perhatian orang tua yang sibuk mengurus lahan pertaniannya yang lumayan luas.
sebenarnya orang tua Aira termasuk orang berada di daerahnya, diantara orang sebaya ayah dan ibunya banyak yang jadi pebisnis dan pegawai negeri namun tak memiliki aset apapun dan memalukan mereka sampai menggadaikan SK dan berhutang dibank. Sementara ayahku yang hanya dengan mengandalkan pengalaman kerjanya dibidang pertanian tanpa sekolah tinggi bisa membeli tanah, rumah dan mobil untuk anak laki-laki nya . Didaerah Aira tinggal memang yang dikatakan orang kaya itu yang luas tanahnya yang banyak rumahnya tidak ngutang sana sini.
"mmhhhh..." Aira menghela nafas panjang dan berusaha menghibur diri sendiri bagaimana caranya keluar dari keterpurukan ini. diambilnya hp yang sudah lama sengaja dimatikan untuk menghindari tanya teman-temannya.
banyak sekali pesan dan chat yang satupun tak ingin dibacanya. dilubuk hatinya yang paling dalam, sekarang ia ingin move on dari cita-cita yang takkan pernah bisa diwujudkan. Aira ingin menghilangkan suntuknya dengan memutuskan untuk pergi ke kota x tempatnya kosnya waktu SMA dulu.
Bagi Aira ibu kost nya melebihi ibu kandung yang bisa jadi tempat mengadukan masalahnya, bahkan masalah dengan pacarnya.
__ADS_1
Aira segera mengemas pakaian dan barang yang di butuhkan dan bergegas pergi ke terminal tanpa memberi tahu satupun keluarganya. begitulah Aira suka seenaknya saja kalau lagi ngambek karena ia tahu tak ada satupun keluarganya yang akan mencemaskannya
_._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._.
goresan pena Aira saat mengurung diri
Dear deary....
kau sahabat baikku
kau selalu ada untukku
kau yang selalu menerima semua curahan hatiku
dengan keluh kesahku.
hari ini hari terburuk dalam hidupku
orang tua ku lebih memilih harta daripada pendidikanku
mengapa untuk membelikan mobil saudaraku uangnya ada
tapi pendidikan ku.... ilmuku....
__ADS_1
oh diaryku...
betapa meruginya aku lahir di keluarga kaya tapi cinta harta
sedang mereka disana yang susah payah mencari uang anaknya bisa sarjana..
my dear...
sebenarnya aku ingin melanjutkan pendidikan bukan untuk berfoya-foya...
aku ingin meraih cita-cita menjadi seorang sarjana
dan menjadi orang yang berguna
diaryku...
jika saja diizinkan aku ingin membiayai kuliah ku sendiri, walau dengan berkuli
aku ingin mereka tahu kalau aku tak seperti dia yang menggadaikan harta orang tuanya..
aku ingin hidup sederhana dengan segala pengalaman yang kupunya...
28 Juli 2004
__ADS_1
_._._._._._._._ ._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._.