Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
Ke klinik (part 2)


__ADS_3

Tanpa menunggu antrian nama Aira langsung di panggil untuk masuk ke ruang pemeriksaan spesialis kandungan. Anwar melingkarkan tangan kanannya ke pinggang Aira menuju ruangan itu.


Di dalam ruangan pemeriksaan dokter meminta mereka untuk duduk di bangku yang sudah di sediakan berhadapan dengan dokter dibatasi sebuah meja biro.


dokter menanyakan keluhan yang sering dialami Aira selama kehamilannya dan mencatatnya di atas kertas kuning. setelah sesi tanya jawab Aira diminta tidur telentang dengan bantuan seorang perawat yang kemudian mengangkat baju Aira ke atas sehingga bagian perut Aira terbuka. perawat mengoleskan body lotion ke perut Aira dan menempelkan benda kecil dan menggeser pelan ke beberapa bagian perut Aira.


Sementara dokternya melihat gambar janin di layar monitor sambil memberikan penjelasan pada Anwar yang juga melihatnya dengan penuh perhatian. setelah semua selesai dokter memberikan kesimpulan bahwa janin dalam perut Aira sehat, namun Aira harus banyak istirahat karena hbnya rendah. Aira bangkit kembali dan berjalan ke meja dokter, dokter memberikan kertas bertuliskan resep obat yang harus di tebus Anwar di apotik.


"Terimakasih, dok" kata Aira sebelum keluar.


"sama sama, kalau ada apa-apa bisa langsung hubungi saya saja, ya..." sang dokter merespon dengan ramah.


"baik, dok" ucap Anwar sambil melangkah keluar ruangan dengan menggandeng Aira. Anwar menyelesaikan pembayaran dulu di meja resepsionis dan mengambil obat di apotik sebelahnya. Aira mengikuti langkah Anwar sambil tersenyum manis pada ibu ibu hamil yang dijumpainya.


"Mau langsung pulang atau kamu mau jalan-jalan dulu Ai?" tanya Anwar melihat jam tangannya.


*Kalau aku bilang mau ketempat ibu kost ku dulu, kira kira mas Anwar mau nggak ya... tapi...


"* Aira,,, kok bengong sih... " Aira terkejut dan melupakan keinginannya. "Kamu kan sekolah di kota ini, pasti banyak kenangannya ya..." Setiap orang punya masa lalu Ai, tapi itu akan hilang ketika masa depan sudah di depan mata" Anwar meyakinkan Aira yang murung sejak melewati taman tadi.


"Kita beli oleh-oleh dulu di mall seberang sana, yah..."Anwar mengirimi Andre si sopir dulu memintanya untuk menunggu. tangan satunya lagi merangkul bahu Aira berjalan keluar dari area klinik berjalan di zebra cross menuju mall besar di seberang.

__ADS_1


Pertama Anwar mengajak Aira ke lantai 2 tempat penjualan pakaian branded..."Kamu mau yang mana, sayang...?" Anwar bertanya dengan suara pelan.


Aira tidak tertarik untuk membeli pakaian, apalagi kebanyakan pakaian disini banyak yang seksi seksi. " yang kamu beli kemaren aja belum kupakai, mas..."


"Bagaimana kalau yang ini.. untuk tidur saja..." Anwar menunjukkan dress pendek bahannya transparan lagi.


"Aku nggak mau, jangan belikan aku pakaian apapun,,," Aira marah mengibaskan tangan Anwar.


"Ya, sudah kalau sepatu atau kamu ingin perhiasan a_tau persiapan bayi sekalian..hehe..?" Anwar tak putus asa membujuk Aira demi melihat satu senyum manisnya.


"Nggak usah, lahirannya kan masih lama. Kita harus nabung dulu, mas.." Aira menolak semuanya. membuat Anwar semakin sayang padanya.


"Ya, sudah kita beli buat keperluan dan oleh oleh buat Sifa saja..." Anwar mengajak Aira ke tempat penjualan kebutuhan rumahan dan kecantikan. Aira memilih berbagai macam makanan kemasan, coklat, cemilan, bedak, lipstik tint dan 3 parfum buat Anwar seperti parfum yang pernah dipakai Haris. Anwar dengan setia mendorong troli mengikuti Aira, setelah puas mengisi troli Aira menuju kasir untuk membayar belanjaannya.


"ini saja, mbak..."


"mh... makasih ya mas..." Aira melebarkan bibirnya tersenyum pada Anwar sambil menutup mini bagnya kembali. Anwar pun senang melihatnya. sebelum keluar Anwar membelikan eskrim buat Aira untuk dimakan sambil menunggu Andre datang.


Sambil berjalan keluar mall, Anwar mengirim SMS pada andre


@ Andre travel

__ADS_1


**kami sudah di luar mall...**


@ bos Anwar


**siap bosss...**


Tidak sampai 5menit, mobil Andre sudah sampai di hadapan mereka. "wah, cepat juga dia, dalam mobil saja habiskan eskrimmu, disini dilarang parkir..." Anwar menggandeng tangan Aira masuk ke mobil. kemudian berputar membuka pintu sebelahnya dan duduk di samping Aira.


"jalan, bro..." semangat Anwar melihat Aira bahagia. Andre mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standar, agar Aira tidak mual lagi di perjalanan.


Anwar bibir pink Aira yang belepotan, dibantunya menghapus dengan tisu setelah selesai menghabiskan eskrim "tidurlah, supaya kamu tidak kecapekan...."


Anwar menarik lembut kepala Aira ke atas pahanya yang diberi bantal.


_


_


_


_

__ADS_1


happy reading guys...


like n comment donk, kapan menurut kalian Aira akan bisa mencintai Anwar tanpa mengingat Haris..


__ADS_2