Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
Membuat Tugas Kelompok


__ADS_3

Tadinya mau diantar kak Iyan katanya, tapi tiba-tiba Bobi datang menunggunya di teras rumah, sekalian di minta antar saja sama Bobi. Aira jadi heran melihat gelagat Iyan.


"kak, kok dia, sih?" rengek Aira


"jangan banyak tanya, Ra!" tak ingin adiknya tahu kalau sebenarnya dia mendukung hubungan Aira dan Bobi


"ya sudah, Bob. pakai aja motor gue!" perintah ketua Genk tak boleh di tolak.


"aman, bro!" jawab Bobi merasa dihargai


"Hati-hati Lo bawa adik gue, ya!" mengingatkan Bobi


"so pasti, lah!" teriak Bobi yang siap tancap gas.


Aira tak habis pikir dengan sikap kakaknya kali ini, apa mungkin karena Sifa punya pacar sedangkan Aira yang dewasa tidak, apa dia meminta Bobi jadi mata-matanya biar tidak diganggu orang lain atau hanya sekedar malas boncengan sama Aira yang sudah mulai dewasa.


Sepertinya teka-teki ini bisa dipecahkan dengan bantuan Bobi. dia mengintrogasi Bobi saat di kendaraan.


"Kak, apa kakak Intel suruhan, kak Iyan?" tanya Aira


"enggak" jawabnya singkat


"apa kak Bobi cerita ke kak Iyan tentang pertemuan kita?" tanya Aira lagi


"tak mungkinlah!" balas Bobi mengurangi kecepatan laju kendaraan.


"kak Bobi, merasa ada yang aneh, nggak?" tanya Aira


"tidak, kenapa emang?" Bobi seakan membaca pikiran Aira


"aku kepikiran sikap kak iyan, kak!" Aira sangat menghina

__ADS_1


Bobi yang penasaran menghentikan motornya dan mengajak Aira berhenti sebentar. ia tak ingin Aira menjadi sedih.


"kok, berhenti sih kak? nanti dilihat orang kan nggak enak, tahu?" Aira merasa nggak nyaman mengingat saat-saat berduaan bersama Haris.


"Ra, kamu nggak perlu mikir apa kata orang ataupun pandangan orang. kamu pikirkan saja dirimu sendiri?'' jawabnya lembut.


"Bagaimana kamu akan bahagia jika selalu memikirkan orang lain, anggap saja mereka angin lalu yang memberikan nafas baru" Aira merasa tidak nyaman tangannya dipegang Bobi tapi tak mampu juga menolaknya.


"Aira, Iyan itu sangat menyayangi mu, dia takut kalau terjadi sesuatu sebelum usiamu, tapi sekarang dia juga tahu kalau kamu sudah dewasa, namun ia tidak ingin mengatakan nya. sekarang tugasmu hanya meyakinkan dia bahwa kamu menjaga dirimu" Bobi merangkul salah satu bahu Aira, seakan dia sedang menasehati adiknya saja.


Sebenarnya Bobi sudah mulai jatuh cinta namun belum mampu tuk mengatakannya. dengan perasaan puas telah membelai Aira. dia mengajak pergi dan lebih mengencangkan gasnya. Aira yang merasa takut sesekali berpegangan ke pinggang nya.


"makasih ya,kak!" kata Aira setelah turun motor.


"sama-sama, yang rajin belajarnya, ya!" mereka bertingkah bak sepasang kekasih saja.


Sementara didalam rumah, teman belajar Aira sudah menunggu nya. mereka memberikan toleransi pada Aira.


"makasih, Bu!"jawab Aira sopan


"tak usah sungkan. anggap saja ini rumahmu sendiri" ibu mbak Erni memang nyinyir tapi hatinya baik.


"ya sudah. sampai dimana tadi pekerjaan kita?" Tomi sudah tak tahan untuk bicara.


"kamu buat saja gambar kacambahnya dulu, tom." Hendra memukul tengkuk Tomi yang memandang Aira pakai buku "matanya dijaga, tuh!" hardiknya bercanda.


"jomblo mah bebas. makanya kalau kemana-mana jangan bawa pacar melulu" Tomi menyindir Hendra sama Risa.


Sementara Aira dan Risa sibuk mencari kesimpulan materi dengan membaca modul. kalau Erni bisa di toleransi karena dia lebih sering mengurus anak yang masih kecil.


"kalau bercanda terus, kapan selesainya sih!" Risa tak suka pacarnya diganggu Tomi. "ini sudah makin larut, lho" mengingatkan temannya.

__ADS_1


"yang ini, sudah ketemu kak!" Aira memberi tahu pada Hendra. dan menggaris bawahi beberapa kalimat penting. agar nanti di tulis kan pada keterangan gambar.


"Ra, kamu saja yang tulis di sini, nih" pinta Tomi agar lebih dekat duduk dengan Aira.


Aira tak ingin menolak karena dia juga sudah dibantu dalam beberapa tugas kelompok yang lalu.


"jangan dekat-dekat, Ra. dia mah, buaya" canda Hendra.


"jangan bercanda terus, penghuni rumah sudah pada tidur" kata Risa yang sedang mendiktekan yang akan ditulis Aira.


"cuma penghilang kantuk, kok" Tomi dan Hendra tugasnya sudah selesai hanya menunggu Aira melengkapinya laporannya.


"tulisannya cantik ya, kayak orangnya" goda Tomi.


"jangan-jangan ada udang dibalik batu, tuh" sela Hendra.


"asal jangan kamu saja, ya nggak Risa?'' Tomi menjahili sepasang kekasih itu.


"akhirnya, selesai juga" Risa merasa lelah. "ya sudah, kami pulang dulu ya, Ra!" Risa menutup kegiatan malam ini.


"iya ya, kak. berarti setiap ada tugas kita akan belajar seperti ini ya, kak?" tanya Aira.


"iya, tapi nggak apa-apa lah. daripada waktu kita sia-sia, Ra." balasnya yang senang bisa pacaran setiap belajar.


"ya sudah, kami pulang dulu, ya!" Risa minta izin.


"sampai jumpa besok pagi ya, Aira!" Tomi berlalu pulang ke rumahnya.


Aira yang bermalam di rumah Erni, segera gosok gigi dan mencuci tangan dan kaki. ia merasa letih dan ingin tidur nyenyak kembali karena besok harus kuliah lagi.


_._._._._.._._._._._._._._.._.._._.__...__._.._.___......._..

__ADS_1


__ADS_2