Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
Musim panen


__ADS_3

Pukul 09.00 tetangga-tetangga yang akan ikut panen sudah berada di sawah ayah Aira, mereka sangat senang sekali setiap kali ayah panen.


Kebiasaan ayah kalau musim panen, siapapun boleh datang membantu dan setelah pulang dari sawah mereka akan mendapatkan upah lebih dan nanti kalau padinya sudah bersih dan di hitung. mereka akan kebagian beberapa kilo beras.


Para istri paman pun membantu ibu Aira memasak untuk makan siang pekerja sawah. Sifa dan Aira membantu menghidangkan makanan setelah usai sholat zhuhur.


Lebih dari 20 orang sudah duduk di teras belakang rumah bersiap untuk makan siang. mereka mengambil nasi, lauk dan sayur secara bergantian kemudian makan bersama sambil berkelakar dan ngerumpi.


"Suamimu mana, Aira. kok tidak keliatan" tanya salah seorang dari mereka.


"Pergi kerja, Bi.." jawab Aira sopan.


"Dia kan kerjanya di toko" sambung yang lain.


"Memangnya nggak bisa libur kerja dia?" tanya bi ana lagi.


"Liburnya cuma Selasa dan Jumat, bi" jawabnya Aira.


"oo... bgt ya" kata mereka.


Akhirnya makan siang selesai Sifa dan Aira mengemasi makanan yang tersisa dan mencuci peralatan makan. sedangkan pekerja melanjutkan panen sampai sampai selesai hingga jam 4 sore.


_ _ _ _ _ _ _


Sifa "jangan di ambil hati kata mereka ya, kak..."

__ADS_1


Aira "iya dek... mas Anwar juga sih... seharusnya dia tidak bekerja hari ini.."


Sifa "Jangan menyalahkan kak ipar, dia kan sudah sering libur minggu kemaren. kakak tu harus jaga kesehatan kakak sendiri, "


Aira "iya, ya dek. kakak kan harus sekuat kamu..."


Sifa "kakak nih... ayo sana istirahat, ntar kak ipar pulang..."


"iya adek yang kuat" Aira menggelitik Sifa dan pergi istirahat ke kamarnya. ketika suara azan ashar terdengar dari arah mesjid Aira membuka mata dan terbangun dari tidurnya.


Sebelum berdiri Aira mengelus perutnya yang mulai menggemuk. Aira ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu untuk sholat ashar.


Saat sore, Aira, Sifa dan ayah duduk di ruang tengah sambil menonton acara talk show kesukaan mereka. sesekali mereka tertawa terbahak-bahak mendengar gaya kocak pembawa acaranya.


"Waalaikumsalam..." jawab mereka bersamaan. ayah memberi kode kepada Aira dengan mengedipkan mata sebelah.


"Mas, sudah pulang... " Aira menyalami suaminya dan mengajak Anwar duduk.


"Aira buatin kopi dulu buat suamimu..." perintah ayah.


"iya, yah." Aira ke dapur membuat segelas kopi. " mas, mau makan?" Aira menawarkan.


"Kopi saja dulu...." jawab Anwar. "bagaimana panennya ayah, apa sudah selesai?" Anwar bertanya pada ayah bertanda ia perhatian.


"Sudah, tinggal pengeringan saja lagi. kalau cuaca panas dalam seminggu ini maka selesai semuanya..." ayah menjelaskan.

__ADS_1


"Maaf ya yah, saya tidak ikut karena banyak pesanan pelanggan yang harus diselesaikan..." Anwar merasa bersalah tidak ikut membantu hari ini.


"Tidak apa-apa, kami maklum..." ayah membalas dengan senyum.


"Sudah hampir magrib, saya mandi dulu ya, yah.." Anwar pamit ke kamarnya.


"Iya...." ayah melanjutkan menonton bersama Sifa. sementara Aira mengikuti suaminya ke kamar.


di kamar.


Aira mengambilkan handuk untuk Anwar dan menyiapkan pakaian ganti selagi Anwar mandi. akhirnya Anwar siap memakai baju kaos biru dan celana jeans-nya. dirapikan rambutnya yang masih basah dengan sisir.


Anwar mendekati Aira yang berdiri dekat jendela dan memeluknya dari belakang. dan menempelkan dagunya di bahu Aira


"pinggulmu lebih besar dari biasanya, Ai..."


"Lalu kenapa..." Aira balik bertanya dengan ketus. emosinya meledak teringat tanya pekerja tadi.


"Aku makin senang melihatnya... disini calon anak kita mulai bergerak..." Anwar mengelus perutnya Aira dengan lembut.


"Sudah mas, aku mau siap siap sholat Maghrib dulu..." Aira melepaskan pelukan Anwar dan pergi berwudhu. mereka berwudhu gantian dan sholat magrib bersama.


Usai magrib, makan bersama anggota keluarga lainnya.


& HAPPY READING...

__ADS_1


__ADS_2