
Aira yang tak dapat menolak ajakan Anwar bangkit dari tidurnya dengan dibantu Anwar hingga masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Memangnya aku anak kecil yang harus selalu patuh. huh...
sesuai waktu yang ditentukan Anwar yaitu10 menit, akhirnya Aira selesai dan keluar dari kamar mandi dengan memakai stelan gamis yang telah dipilihkan Anwar.
"Nah, sekarang berhias dulu tapi pakai hijab jangan yang ribet ya_ _" Anwar juga telah mempersiapkan selimut mini Frozen kesukaan Aira beserta bantal untuk tidur Aira di mobil nanti.
"Mas, kamu mandi juga donk... kan bau tau..." giliran Aira yang menyuruh Anwar sambil memasang bedak tipis dan make up natural nya.
"Iya,,, nanti kalau ada yang telpon angkat ya..." Anwar mengambil handuk dan pakaiannya di lemari kemudian masuk ke kamar mandi.
tik.. tik... Baru saja Anwar keluar kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk sudah terdengar klakson mobil dari depan rumah.
"kak, kak di depan ada yang nunggu kak Anwar..." Sifa memanggil dari luar kamar mereka.
"Ya, dek. bilang tunggu sebentar..." Aira yang sudah siap dengan hijabnya membuka pintu kamar.
"Emang, kakak mau kemana?" Sifa mengintip dibalik pintu yang terbuka hanya sedikit. Sifa bingung melihat dandanan Aira "kok pakai sewa mobil segala, kan kita punya mobil, kak.."
Aira minta izin dulu sama Anwar sebelum berjalan keluar untuk menjelaskan ke Sifa " mas, aku tunggu di luar ya.."
"iya, gpp kok... sebentar lagi mas nyusul.." kata Anwar sambil merapikan rambutnya.
Sebenarnya Aira juga tak nyaman dengan sikap suaminya yang berlebihan menurutnya. padahal di rumahnya ada mobil tetapi Anwar malah bersikeras untuk menyewa mobil orang lain.
__ADS_1
Percuma juga Aira meminta Anwar untuk membawa mobil kak Iyan saja, yang ada hanya pertengkaran yang di dapat hingga membuatnya drop lagi.
Mengalah pada keinginan Anwar adalah jalan terbaik untuknya dan untuk keluarganya. karena penjelasan pada keluarga hanya butuh alasan sedangkan penjelasan pada suaminya akan menimbulkan pertengkaran.
"Cuma mau periksa usg ke klinik kok, dek. mas Anwar katanya nggak enak sama kak Iyan. tapi nanti tolong jelaskan ke ayah sama ibu ya, kan cuma sebentar." Aira berbicara pelan sambil keluar kamar dengan menggandeng lengan Sifa.
"Tolong ya, kamu cari kata yang tepat untuk disampaikan kepada ayah dan ibu nanti" Aira meminta pengertian pada adik satu-satunya.
"Aman deh kak, yang penting kakak ku yang cantik ini selalu bahagia..." Sifa mencubit pipi Aira.
Anwar sudah berlari lari kecil menyusul Aira dengan membawa mini bag Aira dan juga sebuah bantal.
"Sifa, kasih tahu ibu nanti ya kalau sudah pulang, kakak sudah ditungguin soalnya..." Anwar menatap Sifa meminta bantuan.
"iya deh kak ipar. yang penting perjalanannya aman pulang pergi..." Aira mengangkat tangan kanannya menunjukkan salam tiga jari tanda ia bersedia.
"ya kak, hati hati.." Sifa melambaikan tangannya. setelah mobil melaju Sifa pun kembali masuk ke rumah.
Sementara di atas mobil yang disewa Anwar, Aira dan Anwar duduk dibangku belakang. sementara si sopir menikmati kemudinya dan sesekali melirik penumpangnya lewat spion di depannya.
Belum sampai setengah perjalanan perut Aira terasa mual, Anwar yang melihat Aira meringis memegang perutnya, ingin membantu agar bersandar di bahunya, tapi Aira malah menolak. bahkan di saat Anwar mendekat Aira mendorong tubuh Anwar ke ujung kursi mobil.
"Kamu apa apaan sih mas, kan udah di bilang jangan mendekat..." Aira kesal dengan Anwar.
"Tapi aku cuma ingin bantu, Ai... mas pijitin punggungnya biar hilang mualnya..." Anwar mendekat namun tetap dibatasi dengan bantal.
__ADS_1
"enggak usah... aku bisa sendiri... huakh... huakh..." belum selesai bicara Aira sudah mengeluarkan isi perut nya, untung sopirnya menyediakan kantong plastik.
"tuh kan... biar mas bantu..." antara kasihan dan marah Anwar mengambilkan tisu untuk mengelap mulut Aira. tanpa menoleh Aira menerima tisunya.
Pak sopir yang melihat pemandangan itu dari spion hanya geleng geleng kepala, maklum karena dia juga sudah punya istri dan anak.
"Bro, bawa minyak kayu putih nggak?" tanya sopir pada Anwar.
"hm... ada bro..." Anwar mengambil botol kecil dalam mini bag Aira.
"Coba di usapkan di punggung bagian atasnya bro... masuk angin kali.." katanya tanpa rasa segan sedikitpun, mungkin ini sudah biasa bagi sopir. melayani penumpang dengan berbagai tipe.
"Ai, sini jangan malu, lagian dia juga punya istri tidak mungkin dia macam macam sama kita...ayok..." Anwar menyibak jilbab Aira bagian belakang dan mengusahakan minyak kayu putih di kuduk Aira. kemudian menutup lagi dengan jilbabnya.
"ya sudah, kalau udah mulai nyaman kamu tidur saja kan ada bantal.." Anwar mengelap tangannya dengan tisu dan memandang Aira dengan tatapan yang sulit untuk diartikan...
_
_
_
_
Happy reading...
__ADS_1
readers please di like n comment donk... biar author lebih semangat lagi nulisnya