Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
Cemburu


__ADS_3

Malam Minggu Anwar menemani Aira belajar kelompok di rumah Erni. sementara Aira berdiskusi mengerjakan tugas kuliahnya, Anwar mengobrol bersama ibu dan ayah Erni.


Sesekali Anwar mencuri pandang memperhatikan sikap Aira dan Tomi, yang seperti biasanya selalu menyelipkan canda saat mencari jawaban di modul.


Tomi dan tiga temannya memang suka menggoda dan menjahili Aira, bahkan Tomi tidak segan untuk menggelitik dan memegang kepala Aira sambil tertawa.


Teman yang lain pun mendukung tingkah Tomi, seakan mereka tidak sadar sedang di awasi.


Sudah sejak lama Anwar geram melihat Tomi, tapi dia mendiamkan saja karena banyak masalah lain yang harus diselesaikan.


Anwar memang tidak suka membuat masalah dengan orang lain, tapi jika orang lain yang mendatangkan masalah padanya, maka ia akan menunjukkan keras kepala membela dirinya.


Dihadapan ayah dan ibu Erni, Anwar berbicara biasa biasa saja, apa yang mereka tanyakan dijawab dengan sopan seakan semua keadaan yang dialami sesuai rencana mereka sebelum pernikahan.


Pukul setengah sepuluh Aira sudah selesai dengan tugasnya. teman yang lain sudah pulang duluan. Aira dan Anwar pun pamit untuk kembali ke rumahnya.


Sejak keluar rumah Erni, Aira merasakan aura kemarahan Anwar, bahkan saat naik motor Anwar sempat menarik tangan Aira ke pinggangnya. Aira takut bertanya pada suaminya.

__ADS_1


Lebih baik diam jika itu dapat menghindari masalah.


Aira terpaksa menguatkan pegangan tangannya ke pinggang Anwar, karena Anwar melajukan motornya di atas kecepatan standar.


"cepat turun!" Aira yang masih merasa takut dengan laju kendaraan terkejut mendengar teriakan Anwar. padahal Aira sedang mengontrol nafasnya.


Setelah menyimpan motornya di bagasi, Anwar menarik Aira yang masih berdiri, untuk masuk ke dalam rumah. sebelum memasuki kamar Anwar mengunci pintu luar terlebih dahulu.


" mas, apa salahku? jangan kasar dong" Aira tidak tahan lagi ingin bertanya.


"Apa, kamu menanyakan salahmu?" wajah Anwar berubah menjadi sangar. "kamu pikirkan saja sendiri!"


"Kamu masih bilang tidak melakukan salah?" Anwar sangat emosi hingga dia mengepalkan tangannya menatap wajah Aira. "Jangan kamu merasa suci di hadapan ku, kamu sama saja dengan keluarga mu!"


hiks...hiks.... hhh Aira menangis tersedu-sedu, takut melihat Anwar yang ingin memukulinya.


"Ya sudah, kalau begitu besok aku akan serahkan kamu padanya di hadapan keluargamu!" Anwar merendahkan suaranya. "kalian memang cocok berpasangan, kalian bisa tertawa bersenang-senang di depanku"

__ADS_1


Anwar pergi ke kamar mandi, hendak buang air kecil dan mencuci mukanya yang keringatan menahan amarah.


Beberapa menit kemudian Anwar kembali ketempat tidur, "mas, aku mohon jangan kembalikan aku pada keluargaku !" Aira memegang kedua tangan Anwar sambil menangis.


"Kalau kamu ingin tetap bersamaku, maka kamu harus jauhi dia. katakan padanya untuk tidak menyentuhmu walau seujung kuku..." Anwar memegang kedua pipi Aira dan menatap kedua bola mata Aira "apa kamu bisa?"


"Sebenarnya aku pun merasa risih mas, tapi harus bagaimana, dia kan cuma bercanda'' menghapus air mata, kini Aira tahu inti masalah nya.


"Bercanda kamu bilang, bukan candaan jika ada lelaki lain yang menyentuh seorang istri di depan suaminya sendiri, Ai!" mendorong tubuh Aira ke tempat tidur "apa kamu juga menganggap aku bodoh setelah pamanmu bilang aku miskin, hah"


"Tidak mas, aku tidak pernah berpikir begitu sedikit pun" Aira meraih tangan Anwar "aku akan lakukan apapun yang kamu inginkan, mulai besok aku akan menjauh dari Tomi."


"Aku akan beri kesempatan, Ai" Anwar membaringkan tubuhnya dan Aira. akhirnya dia lelah juga.


"Jangan cemburu padanya mas, jika aku mau mungkin kita tidak akan pernah menikah, mas. sebelum kamu melamar aku dia sudah menyatakan cintanya beberapa kali, bahkan saat pernikahan pun dia memintaku menghentikan tapi aku menolaknya. itu karena aku tidak pernah punya rasa pada Tomi sedikitpun, percayalah padaku mas " Aira mencurahkan isi hatinya pada Anwar.


"ya, sudah sekarang tidur yuk, aku lelah. lebih baik kita tidur" Anwar mengapit kaki Aira dengan kedua kakinya sedangkan tangan kanannya di atas perut Aira. akhirnya mereka sama ditidurkan oleh kelelahan.

__ADS_1


_._.._.__.


happy reading guys... jangan lupa like and comment ya, agar author lebih semangat melanjutkan novel ini


__ADS_2