
Melihat Aira yang sedang tidur menimbulkan rasa sesal, kasihan juga rindu yang menyesak di dada Anwar. Pikirannya sangat kacau sekali melihat wanita yang sangat di cintai terbaring lelah sendirian.
Setelah beberapa saat Anwar berpikir dan melihat pemandangan di depannya. Juniornya terasa ingin minta jatah nya setelah beberapa hari belum terpenuhi. Anwar segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Anwar keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai boxer.
Setelah mengunci pintu kamar, Anwar segera masuk ke selimut mendekatkan tubuhnya dengan tubuh Aira. Dielusnya perut buncit Aira dari belakang dan berbisik "Ai... Aira... sudah shalat belum?"
"Hem... sudah..." jawab Aira dengan mata masih tertutup. Aira tidak yakin itu adalah Anwar.
"Cup..." Anwar mencium hangat kening Aira tanpa melepaskan tangannya dari perut Aira "Ini mas Anwar, Ai... Mas nyesel, mas janji tidak akan mengulangi lagi"
Aira mengucek matanya, dan melontarkan pertanyaan yang bertubi-tubi "Hah... kapan kamu datang mas? Apa kamu sudah makan? mas kemana saja? apa yang terjadi? Mengapa pergi tak memberi kabar?"
"Aku sudah makan. Mas nyesel Ai, mas janji tidak akan mengulangi hal seperti ini lagi. apapun yang terjadi mas tidak akan meninggalkan mu dan anak kita, percayalah..."
Aira menatap suaminya dengan wajah bingung karena tidak tahu kesalahan apa yang dilakukan suaminya.
__ADS_1
"Apa yang terjadi mas, aku nggak ngerti. tolong jelaskan sejujurnya...!" Aira memutar posisi tidur dan merenggangkan tubuhnya.
Dengan sangat kecewa Anwar kembali tidur telentang menatap loteng kamar yang polos "A_ku... aku kebawa emosi saat lihat kamu berduaan sama dia di gerbang aula kemaren, Ai..." Anwar berusaha jujur pada Aira.
"Tapi sungguh aku tidak berniat sedikitpun untuk meninggalkanmu di sana apalagi bersamanya. ingin rasanya aku mendamprat mulutnya yang berani tertawa juga memegang tanganmu. tapi aku menahannya demi menjaga kenyamanan mu..."
"Mas, apa kamu masih tidak percaya dengan ku? aku tidak seburuk yang kamu pikirkan mas... perutku sakit karena terlalu lama berdiri menunggumu. dia hanya sekedar membantuku... tidak lebih." Aira meyakinkan suaminya.
"Aku percaya kamu Ai, aku yang egois dan posesif terhadap mu selama ini, maafkan aku..." Anwar memegang tangan Aira dan mencium keningnya.
Keduanya saling berpandangan, seakan berusaha untuk menemukan sesuatu melalui tatapan mata masing-masing hingga kini kedua wajah mereka saling berdekatan.
Tanpa menyia-nyiakan waktu dengan diawali membaca bismillah Anwar meraih tengkuk Aira dan mencium bibir Aira dengan rakusnya dan memainkan lidahnya di mulut Aira juga menindih tubuhnya berharap Aira akan membalasnya.
Pasrah dan membiarkan apapun yang terjadi, begitulah Aira. walaupun sebenarnya dia juga sudah mulai menikmatinya tapi masih enggan untuk membalas sentuhan dan ciuman suaminya. Hanya dalam hitungan menit Aira sudah dibuatnya *****, Anwar mencium setiap inci tubuh Aira apalagi bagian perutnya yang membesar, itu sungguh menggoda baginya. setiap ciumannya akan menimbulkan gerakan di perut buncit Aira mungkin anaknya sedang tertawa geli dengan tingkah orang tuanya.
__ADS_1
Semua sesal dan beban pikiran mereka pun hilang setelah melepaskan hasratnya malam itu. kecanggungan pun lenyap setelah mandi junub dan shalat subuh bersama.
_._._._.._
Saran dokter, untuk memudahkan persalinan Aira harus sering jalan pagi dan melakukan hubungan secara teratur untuk mengencangkan dan melatih otot-otot panggul sehingga memudahkan dalam proses melahirkan normal nanti. apa lagi sekarang Aira sudah seringkali merasa nyeri di bagian perut dan pinggang.
Dengan senang hati Anwar selalu mendampingi dan menemani Aira kemanapun,
__
_
_
_
__ADS_1
Happy reading guys....