Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
jadi baby sister


__ADS_3

sebagai perempuan yang numpang tinggal di rumah orang Aira sangat tahu diri dan tahu posisinya, supaya tak dianggap seenaknya. yaah... walaupun keluarga ini tak pernah berpandangan demikian sih, tapi kan harus waspada sebelum yang ditakutkan itu terjadi.


pagi-pagi sekali Aira sudah bangun dari tidurnya dan membereskan tempat tidurnya eh maksudnya kamar Dede anak laki-laki sebayanya yang suka usil dengannya seperti mereka bersaudara saja kalau mereka bersama. tapi memang itulah perasaan Aira pada Dede 'rasa saudara' tidak lebih. karena itu saat orang tua Dede tak pernah curiga dengan kebersamaan mereka dulu yang kadang Aira sampai tertidur di kamar ini karena kelelahan membuatkan tugas sekolah Dede. ah jadi keingat masa sekolah lagi kan. bagaimana Dede kuliah di jakarta sana yaah. fikir Aira sambil mengambil handuk hendak berwudhu bersip pergi subuh ke mesjid yang tak jauh dari tempat tinggalnya.


Ketekunan dan keagamaan Aira yang membuat keluarga ini dan tetangga disekitar kompleks menyayangi Aira, karena dari sekian banyak anak kost nggak ada yang rajin kemesjid dan mau ngajarin ngaji anak-anak sekitar kompleks.


Pulang subuh Aira membantu bi Tuti memasak di dapur, dan terdengar di sebelah anak-anak kost yang heboh berdesak antri ke kamar mandi, membuatku rindu jadi anak kost-kosan lagi deh..


jam enam pagi aku sudah membangunkan Herlin untuk mandi dan menyiapkan pakaian sekolah TK nya, "kak elin pengen k mesjid pagi sama kakak..." oh...ya Aira lupa membangunkan Herlin yang sudah janji dari pulang magrib kemarin.


habis mimpi indah sih sama bang Haris. jadi lupa segalnya.


"yuk, mandi dulu. kan sekarang dah jam enam Lin,,, besok aja kita jemaah subuh ke mesjid ya..." bujuk Aira agar Herlin semangat bangunnya, " mandi yuk, biar sarapan sama ibu dan papa!" sikap Aira seperti baby siternya Herlin aja.


Herlin memang gitu dia selalu nurut sama Aira, habis mandi dipakaikan baju dan rambutnya yang panjang sebahu itu diikat dua. Aira mencubit pipinya dan menggendong ke ruang makan. Aira memang penyayang sama anak kecil juga sama orang tua buktinya Aira selalu bantu bi Tuti kerja.


di meja makan...


papa : "Aira...''


Aira : " ya, pa" (sambil menoleh papa kost yang sudah seperti ayahnya saja)


papa : " kok dari kemarin di kamar aja, ajak lah Herlin tu pergi main.." papa tu pasti lagi mau deketin Aira sama anak pak RT deh.


Aira : " lagi males pa" (menjawab lesu)

__ADS_1


ibu tata : "nanti tolong antar Herlin kesekolahnya ya, Ai..!" (sambil mengambil makanannya)


Aira : " iya, Bu" (seperti jawaban pembantu ke majikannya saja)


akhirnya makan selesai Aira membantu bi Tuti membereskan meja makan dan segera mengambil tas kecilnya sambil menemui adik angkatnya itu untuk mengantarnya ke sekolah TK Pertiwi yang masih dalam kompleks perumahan ini juga. sementara ibu dan papa sudah pergi ngantor yang mana beliau itu satu kantor dan selalu akur.


"hai... cewek.." bikin Aira lemes aja nih cowok pendek. belum lagi bunyi motornya berisik di pagi hari begini.


"Abang Haris! antarin elin sekolah ya!" si bocah ini hidup sesuka hatinya saja.


"kan cuma dekat Lin... jalan motong lewat belakang, lima menit juga sampai kok!" Aira mengajak Herlin pergi.


Haris yang melihat gaya Aira yang sok nolak tapi mau, segera turun dari motornya "ayo cantik, kita mutar aja ke perempatan depan ya biar jauh... hehe!" cengengesan Haris sambil mengedipkan sebelah matanya ke Aira.


Herlin duduk di depan, biar dia senang sambil bernyanyi dan menari di atas motor vespa putih milik pak RT itu, dan Abang sopirnya juga senang yang sesekali ngegas kencang supaya pinggangnya dapat pegangan lembut tangan Aira yang sok jaim.


"Ai...habis ini mau kemana?" tanya Haris yang sebenarnya ingin jalan berdua.


"langsung pulang aja" menjawab dengan halus.


"Kita pergi makan bubur tempat biasa ya!" ajak Haris


"nggak usah, tadi udah sarapan, ya kan Lin?" masih nolak merasa belum move on.


"nanti aku pulang jalan kaki saja ya, tak usah di tunggu" Aira ingin memulai menghindari Haris

__ADS_1


"aku tunggu kamu ngantar Herlin masuk kelas kok!" kayaknya ada sesuatu yang serius.....


"dah sampai... makasih ya bang Aris..." Herlin yang suka banyak bicara itu selalu berterimakasih setiap Haris selesai melakukan kemauannya.


"aku tunggu kamu di gerbang ini Ai..'' (dengan wajah memohon)


"mhh" sambil menganggukkan kepalanya nya.


Aira yang dulu semangat minta diantar jemput sekolah oleh Haris, yang dulu suka merajuk ke pacarnya minta temenin makan sambil ceramah sehingga membuat Haris lupa dengan teman ugal-ugalan nya, dan hanya melakukan yang di minta Aira.


Dimana dirimu yang dulu Ai... bathin Haris tak tega melihat kekasihnya makin hari makin kurus, dengan kulit putihnya yang membuatnya semakin pucat dan sembab sepertinya kekurangan darah.


"bisa langsung pulang?" tanya Aira yang mulai tak PD dengan Haris anak pak RT.


"tak kan marah, pak Atan tu, cuma jalan sebentar, apa mau izin via telepon atau vc dulu?" Haris tau kalau papa dan ibu kost tak kan melarangnya.


"aku segan dengan mereka" makin nggak pede.


"ya udah nanti aku halalin kamu ya, biar kamu lebih percaya diri, hehe" sambil menatap raut wajah Aira yang makin memerah.


"ya sudah, mau kemana?" Aira menyusul hris naik motor.


"mau ke KUA, mau?" Haris tertawa terkekeh di atas motor, sampai motornya bergoyang.


"jangan sembarangan, ntar pak RT nya marah" "Ai, aku belum sarapan, temani aku makan di tempat biasa, ya!" tak sengaja tangan Haris mengarah ke belakang, memegang paha Aira. Aira jadi canggung.

__ADS_1


__ADS_2