Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
Telat


__ADS_3

Bunyi alarm yang nyaring membuat Anwar terpaksa membuka matanya yang terpejam. Ditatapnya wajah Aira yang masih tertidur dalam dekapannya, mata Aira sembab dan pipinya sedikit pucat.


"Ai... Aira... bangun Ai...!" Anwar berualng kali menepuk pipi Aira dengan lembut "udah subuh Ai!"


"mhh..." Aira membuka mata melihat Anwar yang sedang menatapnya "aku capek, mas aja yang mandi duluan ya.."


"Kita shalat jemaah yuk!" Anwar mengusap rambut Aira. "mas siap siap dulu ya"


"iya mas, nanti aku nyusul" Aira menarik selimutnya kembali, udara pagi membuat Aira kedinginan.


Setelah Anwar siap dengan baju kemeja krem dan sarungnya, dilihatnya Aira yang masih memejamkan mata. "Ai... mas sudah siap nih"


Aira segera bangkit dari tidurnya dan menerima handuk yang di ulurkan Anwar, tidak lupa membawa pakaian penggantinya ke kamar mandi.


Anwar telah siap merapikan tempat tidur dan melipat selimut juga membentangkan dua sajadah. Anwar berdiri di sajadahnya yang posisinya didepan sajadah Aira.


Tidak berapa lama kemudian Aira sudah berdiri di belakang Anwar. "aku sudah siap mas..."


Dengan khusuk Anwar memulai mengimami Aira shalat dua rakaat hingga berzikir dan berdoa.


Ibadah pagi ditutup Aira dengan mencium tangan Anwar dan Anwar pun mencium kening Aira.


"Semoga nanti kamu bisa melakukan ini dengan cinta Ai, bukan sekedar kewajiban" gumam Anwar dalam hati. karena sampai saat ini dia masih belum merasakan cinta yang tulus dari Aira.


Aira melipat mukenah dan sajadah kemudian menyimpan kembali. sementara Anwar mengganti sarung dengan celana jeans-nya.

__ADS_1


Setelah minta izin Anwar, Aira pergi ke dapur membuatkan secangkir kopi panas untuk Anwar.


Entah kenapa pagi ini Aira merasa tubuhnya sedikit lemas.


"Mas, maaf ya aku nggak bisa ngantar ke depan, semoga lancar rezekinya....." Aira melanjutkan tidurnya kembali tanpa mengantarkan Anwar ke teras.


"aamiin... mas berangkat dulu, " Anwar mencium pipi Aira.


karena perjalanan ke pasar desa tetangga sekitar satu jam lebih Anwar harus berangkat kerja pukul 6 pagi. empat hari dalam seminggu (Kamis, Sabtu, Minggu, Senin) Anwar mengunjungi empat pasar desa yang berbeda. dan setiap Rabu membeli kembali stok barang ke kota.


Ibu dan Sifa yang sejak pagi bekerja memasak, mencuci dan menyapu rumah. hingga sarapan pagi pun mereka tidak melihat Aira.


"oh ya, Aira mana. kok tidak kelihatan sejak tadi?" ibu menatap kedua anaknya juga ayah.


"eh.. nggak boleh gitu sama adikmu Iyan...!" ibu menasehati Iyan yang belakangan selalu kesal sama Aira dan Anwar.


"Kan dia sendiri yang lebih mementingkan suaminya daripada kita keluarganya" jawab Iyan jengkel.


"Mungkin dia ketiduran. Sifa, ayok lihat ke kamarnya, jangan sampai telat dia kuliah!" ayah menengahi celoteh ibu dan Iyan.


tok...tok... "kak..." Sifa mendorong pintu kamar Aira, ternyata tidak dikuncinya.


"Bangun kak, udah siang nih'' Sifa mendekati Aira. "apa kakak sakit?"


"kakak cuma capek dek, tadi malam jam 11 selesai tugas kelompoknya..." Aira mengucek matanya.

__ADS_1


"mata kakak sembab, pipi kakak juga pucat...." Sifa khawatir melihat Aira.


"jam berapa sekarang, dek?" Aira melihat di luar terang sekali.


"jam 9 kak" Sifa membantu Aira bangkit.


"hah, kakak terlambat nih dek, tolong antar kakak ya. tunggu sebentar kakak siap siap dulu" Aira bergegas ke kamar mandi membersihkan diri dan berganti pakaian.


"dek, tolong lipat selimutnya ya, kakak sudah telat satu jam nih" Aira memoles wajah dengan bedak tipis dan make up natural kemudian bergegas keluar dengan membawa tasnya.


"ayah, ibu... Aira kuliah dulu ya," Aira bersalaman mencium tangan kedua orang tuanya.


"Makan dulu, Ra!" ibu berteriak.


"nanti saja Bu, Aira sudah telat satu jam lebih" Aira memasang sepatunya kemudian menaiki motor Sifa yang telah siap tancap gas.


_._.._.._.._._.._


Happy reading guys, jangan lupa like, komen dan vote author ya, biar lebih semangat melanjutkan ceritanya...


_


_


_

__ADS_1


__ADS_2