
"Bagaimana kerjaannya, mas?" tanya Aira saat menyuguhkan segelas kopi dan roti selai saat Anwar sampai di rumah.
"Aman, Alhamdulillah... penjualan bulan ini semakin meningkat... mungkin ini rezekinya Arsyad dan kamu..." Anwar membuka kancing atas kemejanya biar lebih longgar.
"Maas,,, "
"Ai...."
mereka sama-sama berucap setelah beberapa saat terdiam duduk di sofa panjang di kamar yang menghadap ke luar jendela kaca. Hingga membuat mereka bebas menata pemandangan luar dan bagi Anwar yang kekuasaannya hanya sampai pintu kamar itu pun sudah terbiasa dengan hal itu.
"Mau bilang apa sih Ai... kok langsung diam ..." Anwar menatap wajah Aira mencoba mencari sesuatu yang tersembunyi. karena mata Aira tidak akan pernah berdusta.
"Nggak ada apa-apa, mas aja duluan... " Aira mengalihkan pandangannya sambil mengambil sepotong roti dan memasukkan ke mulutnya.
"Mas cuma mau nanya Arsyad dimana, sudah kangen mau lihat tawanya...''
"hek... cuma itu doang kok pakai tampang serius segala...?" pikir Aira.
"Ooo.... Lagi di gendong Sifa, sejak mas berangkat kerja Arsyad nangis terus, setelah di pasangin ayunan oleh ayah baru tenang dia...'' jelas Aira.
"Mas, aku mau mandi dulu ya, selagi Arsyad sama Sifa..." Aira minta izin dan segera berdiri namun "auww..." ada jarum di pinggir sofa yang menyangkut daster Aira.
__ADS_1
Aira hampir saja jatuh tersungkur untung Anwar cepat menangkap tubuhnya yang oleng. Dengan satu tangan merangkul bahu Aira dan tangan kirinya memegang pinggul tatapan mata mereka membentuk garis lurus.
Mata mereka saling memandang menemukan pemikiran masing-masing. Dengan terkekeh Anwar menggoda mengajak Aira mandi bersama.
"Mau mandi bersama... sudah lama kita tidak _ _"
"Mas, jangan... aku lagi nggak suci, sejak pakai alat kontrasepsi aku pendarahan terus..." Anwar melepaskan tangannya dari pinggang Aira.
"Pantesan kamu makin hari makin kurus Ai..." ucapnya sendu.
"Mas, maafkan aku... " batin Airas etelah berdiri dengan menekuk wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Ai, mas tadinya mau bilang sama kamu,,," Anwar dengan tenang berdiri di depan jendela, menatap jauh ke luar sana, kedua tangannya dilipat di dada.
"Maas... jangan katakan itu, aku sanggup kok menjalani pekerjaan dan merawat Arsyad lagian ibu kan sudah wanti wanti meminta untuk mengasuh Arsyad..." Aira menolak permintaan Anwar dengan halus.
"Iya, tapi mas tidak ingin merepotkan ibu, Ai..."
"Nanti di bahas lagi ya mas, aku mau mandi dulu... sebentar lagi Arsyad pasti lapar..." Aira tidak ingin berlama-lama berdebat dengan suaminya yang baper.
Aira segera melakukan ritual mandinya mengingat sudah hampir dua jam Arsyad bersama Sifa. sejak Aira pulang sekolah dan ibu pun pergi menyusul ayah ke sawah, Sifa menggendong Arsyad ke kamarnya.
__ADS_1
Sifa yang periang dan bersemangat membuat Arsyad lebih senang bersama onty nya daripada dengan Aira ibunya sendiri.
Selesai melaksanakan sholat magrib, semua keluarga besar Samsuardi berkumpul di meja makan. Memindahkan masakan yang di masak Bu Lela bersama kedua anak gadisnya ke dalam perut mereka untuk bekal istirahat malam.
Setelah semua pria di rumah itu beranjak ke ruang keluarga, Arsyad juga di gendong Anwar. tinggallah hanya ibu dan Aira yang membereskan meja dan mencuci peralatan makan karena Sifa yang sudah kelas 3 sma harus belajar.
"Ra, kamu jangan pernah berhenti dari kuliah dan honor kamu ya, apa gunanya kamu kuliah kalau tidak menjadi guru, bukankah itu cita citamu sejak dulu..." ibu mengangkat piring yang di cuci Aira.
"Hah... kok ibu bisa tahu..." tanya hati Aira. dari mana ibu tahu, apa mas Anwar sudah bilang begitu sama ibu, cita cita aku kan pengen jadi akuntan bukan guru. pikir Aira.
Aira menatap ibu dengan senyum kecil tidak ingin membuat ibu kecewa, tapi dia juga harus patuh pada suaminya yang akan menjamin masa depan rumah tangga kecilnya.
Aira benar benar dilanda kebimbangan antara suami dan ibunya. Keduanya sama sama adalah surganya. namun sejak ijab Qabul pernikahan surganya akan lebih besar pada suaminya juga ayah dari anaknya yang kini mulai dihayati arti kebersamaannya.
_
_
_
Happy reading guys...
__ADS_1
kasih semangat author nya donk guys...