Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
kuliah Part 2


__ADS_3

Aira yang penakut dan selalu memikirkan perasaan orang lain, pagi-pagi sekali dia sudah bangun paling awal karena ia merasa tak enak pada yang punya rumah, meskipun mereka tak begitu, sih.


Dia merapikan tempat tidur dan bersiap-siap subuh ke mesjid, kebetulan dari sini Hanya melewati tiga rumah dia sudah sampai di mesjid jadi dia tidak ingin melewatkan ibadahnya.


Sepulang dari mesjid, Aira membantu ibunya Erni memasak dan mempersiapkan sarapan pagi untuk keluarga besar Erni. Karena jadwal kuliahnya hari ini mulai pukul setengah sembilan, maka Erni menggunakan waktunya untuk menonton televisi sambil membaca dulu.


Penjiwaan yang lemah lembut dan penyayang pada diri Aira membuatnya tak butuh lama untuk lebih akrab dengan anaknya Erni. Rani pun senang bermain dengan Erni.


pukul tujuh lewat Aira segera ke kamar mengambil perlengkapan mandi dan pakaian gantinya kemudian pergi ke kamar mandi yang terdapat di ruang belakang. Ia melihat bibinya sedang asyik bicara seorang pria yang sebaya dengan suami kak Erni. tapi Aira tak mengacuhkannya.


Sementara itu ibunya Erni dengan pria bernama Anwar sedang bercerita tentang jodohnya, sambil berkelakar.


"makanya, kamu tu jangan kelebihan milih?" canda ibu Erni


"karena memang belum jodoh saja, Tan" balas Anwar

__ADS_1


"sekarang siapa lagi yang kamu incar?" tanya


"bagaimana yang kemaren, Tan" tanyanya


"kalau kamu mau, aku ada yang lebih muda" kata ibunya Erni. kemudian mereka saling berpandangan melepaskan tawa terbahak-bahak. " hahahaha".


Mereka tak sadar, kalau Aira yang melewati ruangan itu merasa aneh, tapi Aira mencoba untuk cuek dan segera berlalu menuju kamar, untuk merapikan diri dengan pakaian almamater kuliahnya.


Aira tak ingin mengganggu dua orang aneh itu, sehingga dia menunggu kak Erni di ruang tamu sambil membaca modul untuk menghilangkan pikiran lain.


"heh Anwar, makanya cari istri biar ada yang buatin kopi" sela Erni yang sudah seperti saudara nya saja walaupun tidak ada hubungan garis keturunan.


"hah, makanya ini mau serius lagi" balasnya "yang dekat-dekat saja" tawanya.


"dasar kamu" dengan nada pura-pura marah "nih ma, Rani udah mau bobok" Erni menyerahkan Rani. dan segera berlalu bersama Aira meninggalkan ruang tengah, langsung pergi ke tempat kuliah.

__ADS_1


_._._._._._._.._._._..__..__.._._____._.._._._._._._.__.


Di aula seperti biasa mereka duduk berkelompok kembali tapi kali ini Tomi sudah menyediakan tempat duduk khusus untuk Aira di sebelahnya, sehingga tak ada yang bisa menggantikannya.


Ya, dengan segala keberatan hatinya dia harus duduk di sana. Selama mengikuti pelajaran Aira sangat tak nyaman sekali duduk dekat laki-laki genit yang suka menggoda dan bahkan jahilnya sampai-sampai berani memegang ujung kepala Aira yang tertutup hijab. kalau Aira menunjukkan muka masamnya dia semakin menjadi-jadi.


Pelajaran berlangsung selama dua sift pagi dan siang selepas Dzuhur dan tutor nya pun gantian jumlah pertemuan tatap muka per kata kuliah rata-rata delapan kali setiap semester.


Matahari hampir tenggelam di ufuk barat ketika para pejuang ilmu keluar dari aula. Aira bersama Erni kembali ke rumah Erni sambil membincangkan masalah tugas dan pelajaran di sepanjang perjalanan.


Sementara itu Bobi sudah menunggu Aira di rumah Erni. untuk mengantar kembali ke rumah orang tuanya. lagi-lagi Iyan mempercayakan adiknya pada temannya, karena dia tahu Bobi sangat baik.


Setelah datang Aira masuk ke kamar mengambil perlengkapan nya dan minta izin pada Erni dan ibunya.


/

__ADS_1


__ADS_2