
"Aira tadi siang ada yang nelfon, katanya di desamu ada pembukaan kelompok belajar universitas terbuka. yaah, sama juga dengan kuliah lainnya nanti kamu bisa jadi sarjana, diwisuda dan dapat ijazah bisa langsung kerja juga lho..!" Aira mencermati setiap kalimat ibu "belajar nya bisa sambil kerja juga, katanya kamu sudah di daftarkan Ai, kamu bisa nyusul belajar tapi harus segera, katanya"
Ibu mengelus kepala Aira "nggak pa apa kamu pastikan dulu, kalau ada sesuatu pintu rumah ini slalu terbuka kok" Aira mengerti kalau mereka juga menginginkan yang terbaik untuk ku.
Aira mengaktifkan ponselnya. melihat chat yang masuk beruntun karena sudah lama off. ternyata ada grup WhatsApp baru Pokjar UT, mungkin ada temannya yang mendaftarkan. hanya chat grup baru itu yang tertarik untuk dibaca. chat yang lain langsung di hapus, termasuk dari adiknya. sepertinya menarik untuk diikuti, waktunya tak kan terbuang sia-sia. Airin mantap kembali ke rumah orang tuanya.
Malam ini Aira tidur bersama Herlin dengan posisi saling berpelukan. Biarlah malam ini jadi kenangan indah bagi mereka. "aku pasti akan merindukan saat-saat seperti ini" bisik hati kecil Airin.
sebelum matanya terpejam Airin memandang cincin pemberian Haris, meyakinkan dirinya "jalan hidupku masih panjang". sebelum matanya terpejam di kirimnya chat buat Haris. memberitahukan semua keputusannya. namun belum ada balasan diterima.
_._._._._._.._._.._._._._.._._._.._..._.._._._.._.._.__..._..
__ADS_1
Semangat pagi... Aira bergegas pergi ke kamar mandi (tak bisa dirincikan kegiatannya ya) kemudian merapikan semua benda dikamar, diperhatikan semua sisi kamar itu. fikirannya menerawang. hampa. Segera dikemasi beberapa pakaian yang akan dibawa, sebagian akan disimpannya di lemari Herlin, karena nanti dia pasti kembali.
"ayoklah kak!" panggil Herlin yang sudah menunggunya sama bi Tuti juga ibu. "baiklah..." Aira yang keluar rumah paling belakang harus menutup pintu. dalam perjalanan ke mesjid mereka tidak bicara, karena takut salah ngomong ntar wudhu nya batal lagi.
Setiap melewati rumah pak RT, jantung Aira selalu deg-degan apalagi pagi ini dia sangat berharap pergi ke mesjid bersama ***. Terasa jauh perjalanan ke mesjid tanpanya. Aira kecewa karena tak melihat dia. namun tak mengurangi khusyuk ibadahnya.
Jemaah mesjid mulai keluar satu persatu, Aira berdoa lebih panjang dari biasanya, hingga ketinggalan sendiri. dengan langkah lunglai Aira berjalan keluar mesjid, wajahnya menatap lurus ke depan betapa berkesannya suasana disini.
"eh..." lamunannya terhenti. ada seseorang yang menarik pinggangnya dari samping. dasar anak pak rt. "kalau nggak ibadah nggak usah ke mesjid" Aira pura-pura kesal. "inikan juga ibadah, Ai.." godanya. "siapa bilang??" tangannya mencubit bahu Haris. "ya, calon ustazah lah,,," menaikkan tangannya ke bahu Aira.
Haris memegang tangan Aira, sesekali mengangkat jari yang pakai cincin, memberi kode, ya. "Apakah kau akan merindukan ku, Ai?" tanyanya. yang ditanya hanya senyum, membayangkan betapa bahagianya ada laki-laki yang merindukan dan menyayanginya.
__ADS_1
"jam tujuh tunggu aku di gerbang ya, Ai!'' Haris sudah sampai di rumahnya. Mereka melihat ibu rt sedang membuka rooling penutup tokonya, sepertinya tersendat kuncinya. Refleks mereka menghampiri dan membantu membukanya, merapikan barang-barang di toko sampai menyapu. mereka tak sadar dengan apa yang sedang dilakukan seperti sudah menjadi kebiasaan nya saja.
Ibu Haris yang tak memiliki anak perempuan itu menunjukkan rasa senang nya dibantu Aira. "eh maaf Tante, saya tak sopan ya?" Aira merasa malu dengan kelakuannya. Aira sangat ringan tangan dan suka membantu siapapun, apa lagi kalau orang tua. Kurangnya kasih sayang ibu, membuatnya ingin menjadikan semua wanita tua menjadi ibunya.
"Justru Tante yang minta terimakasih sama kamu Aira," mendekati Aira. "dia sudah cerita tentang kamu, pasti Bu tata sayang sama kamu ya?" ibu empat putra yang usianya rata-rata beda 2 tahun itu sudah lama kagum dengan sikap Aira. "ntar main ke sini, ya!" ajaknya.
"maaf tante, aku pulang kampung hari ini" jawabnya. "ooh...mau diantar __" pembicaraan mereka terputus, Haris memberi kode. "ya sudah Tante, Aira pulang dulu!" Aira beranjak mint izin ke ibu rt tapi matanya melirik ke anaknya.
Ada lampu hijau untuk hubungan ini. Aira merasa sangat bersyukur sekali. dengan wajah ceria Aira kembali ke rumah mengingat Herlin minta diantar sekolah.
_._._._._._._._._._._._._._._._._._._._._.._._.._._.
__ADS_1
BERSAMBUNG
"