
**Aira
Akhir akhir ini aku merasakan hidupku semakin cerah ada seberkas sinar cahaya yang menerangi hatiku yang biasanya suram dibayangi masa lalu yang tak rela untuk aku lupakan.
Suamiku mendekap tubuhku, kucium dadanya dan aku sangat menikmati wangi parfum yang dipakainya,
aroma sama dengan orang yang berbeda, tapi tidak aku bisa menikmatinya.
meski sudah seharian dia Bekerja dan berkeringat tapi wanginya tidak hilang. Aku pejamkan mataku di dadanya seakan dia adalah orang yang sangat aku cintai.
"Mh... kok senyum senyum sendiri sih,, wangi ya..." Anwar menatap Aira yang semakin erat memeluk dan mencium bajunya.
"Ya iya lah, tidak menyengat hidung kayak parfum biasanya..."
"Pantasan mereka suka mendekatiku beberapa hari ini..." sumaiku tersenyum aneh.
Asal kamu tahu, dihatiku masih terukir nama Haris. dan aku membelikan parfum itu agar aku merasa senang. bisikku ku dalam hati. astaghfirullah... aku melupakan kode etik istri. bahwa seorang istri tidak boleh berkianat pada suaminya. ya Tuhan... ampuni aku.
Aku membiarkan diriku di sentuh dan di belai mas Anwar siang bolong begini.... membuat dia bahagia tidak akan merugikan diriku.
Hah... jika lama begini, akan membuat dirinya akan menikmati ku saja. aku mengingatkan dia kembali bahwa dia akan membantu mencuci pakaian yang sejak 3hari sudah menumpuk.
__ADS_1
"Mana yang mau dicuci?."
"itu mas, keranjang kainnya sudah penuh..." Aira menunjukkan keranjang besar terbuat dari plastik.
"kalau sebanyak ini cuciannya, bisa bikin pegal nih...''
"apa lagi kalau aku... bisa bisa keluar sebelum waktunya nanti anakku..." memonyongkan mulutnya ke Anwar.
Anwar dengan semangat mengangkatnya ke kamar mandi belakang yang terdapat di sebelah dapur, karena mesin cuci ada di situ, jemuran pun ada di sebelahnya.
"Mas, dipisah dulu pakaiannya yang bahan tebal sama yang tipis baru dimasukkan dalam mesinnya..." Aira memberi petunjuk.
Anwar memisahkan pakaian kotor dan memasukkan pakaian yang bahannya tebal lebih dahulu, menghidupkan kran air untuk mengisi box cuci dan menambahkan deterjen. setelah 10menit mesin itu membersihkan kotoran yang menempel di pakaian, dibilasnya secara manual dan mengeringkan kembali di box pengering. hal ini diulangi hingga tiga kali mencuci saking banyaknya pakaian kotor mereka.
"jangan, mas... dingin..."
"ayok, buka bajumu, biar bersih semua..." Anwar membuka resleting belakang baju Aira dan mengangkatnya hingga terbuka dan melemparnya masuk box cuci begitu juga bra Aira. Anwar menelan ludah melihat Aira yang *****, digigit salivanya memandang Aira dipeluknya Aira dari belakang dan mengusapkan juniornya yang sudah berdiri. sementara kedua tangannya mengunci pergerakan Aira.
Aira yang tidak mampu menolak membiarkan Anwar mencium punggung, bahunya dan "ahhh..." Aira mendesah nikmat saat ciuman itu di bagian sensitifnya.
Anwar memasukkan *** ke Aira, dan memompa pinggulnya dari belakang hingga melakukan pelepasan dalam rahim Aira yang sedang berisi. setelah merasakan cairan hangat membasahi bagian bawahnya dilepas kembali tubuh Aira. diciumnya pipi merah merona Aira dengan lembut pengganti terimakasih nya.
__ADS_1
Setelah melakukan pembilasan terakhir, Anwar membasahi seluruh tubuh Aira dengan timba, memberi shampo di kepalanya mengusap tubuhnya dengan sabun liquid dan membersihkan kembali.
"ambil handukmu dan keluarlah dahulu, jangan sampai masuk angin..." Anwar membukakan pintu kamar mandi untuk Aira keluar dan melanjutkan mandinya sebelum menjemur pakaian yang telah dicuci.
Ini adalah hari yang paling bahagia yang dilalui Anwar. sambil bersiul siul kecil menyelesaikan pekerjaannya. dia tidak sadar kalau sejak tadi ada yang memperhatikannya.
"semoga kalian akan selalu seperti itu sampai tua nanti" ibu berdoa untuk anaknya.
Sementara itu Aira yang sudah selesai shalat ashar menunggu Anwar dengan secangkir kopi hangat di kamarnya. bagi mereka tempat yang paling aman di rumah ini hanya kamar yang selalu mereka tempati. apalagi Anwar yang masih belum bisa beradaptasi sepenuhnya dengan kakak lelaki Aira yang usianya lebih muda darinya.
_
_
_
_
Happy reading guys...
kalimat intim di atas hanya untuk pemanis cerita bukan berarti author mesum, nikmati saja alurnya dan ambil hikmahnya.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jempolnya plus komen ya readers....