
Hari ini di sekolah tempat Aira bekerja yang notabene terdapat 8 orang guru perempuan dan 2 laki-laki yang sudah dimiliki para istrinya. sedangkan yang perempuan terdapat 3 orang yang masih berstatus perawan. walaupun demikian dilihat dari penampilan dan cara bertutur mereka lebih dewasa daripada Aira karena dari segi umur mereka memang lebih tua darinya.
Apalagi yang namanya Tia paling suka menggoda Aira dan memancing Aira untuk mengungkapkan perasaannya juga menceritakan perihal keseharian dan rumahtangga yang dijalaninya. bukan hanya pada Aira saja dia begitu tapi juga pada yang lainnya.
Hari ini Buk Elfisari yang paling tua diantara kami pun sampai menceritakan nostalgianya bersama orang yang dicintainya sejak masa muda hingga sekarang memiliki 3 anak perempuan. hanya dengan satu kalimat ajakan jenakanya.
"Bagaimana kalau sekarang kita dengar cerita nostalgia yang zaman 80-an ya, pasti lebih romantis sekali... " Buk Tia mengarahkan ujung telunjuk pada buk Elfi yang duduk berseberangan dengan pemisah meja kecil.
Karena Kepsek lagi ada urusan dinas luar, maka kami menghabiskan waktu untuk berkelakar pada jam istirahat selama 30 menit. Tanpa basa basi buk Elfi pun bercerita yang membuat para pendengarnya terkagum-kagum. khususnya Aira yang sangat menghayati cerita buk Elfi serasa bagai kisah dua sejoli dalam novel-novel yang sering dibaca.
****
Sore hari setelah melakukan shalat ashar. Aira yang sudah menyelesaikan tugas rumah untuk hari ini tiduran bersama Arsyad sambil mengingat kembali cerita di sekolah tadi. Sungguh indahnya menjalani sebuah hubungan yag dilandasi dengan cinta kedua belah pihak keluarga.
Tapi bagi Aira itu pasti akan sulit mengingat hubungannya dengan mertuanya yang masih ada kecanggungan. belum lagi dengan suaminya dan pamannya yang masih berselisih paham yang belum ada kejelasan.
__ADS_1
****
''Oeeaakk.... oeeaak.... eeaak..."
Ibu yang baru masuk rumah mendengar tangisan Arsyad
berlari-lari kecil menuju ke kamar Anak dan menantunya. betapa terkejutnya ibu melihat Arsyad yang menangis tersedu-sedu sambil menelungkup di samping Aira yang tertidur pulas.
"Masyaallah, Arsyad... sudah bisa tengkurap ya, sayang..." ibu menggendong Arsyad dalam pangkuannya yang membuat Arsyad segera berhenti menangis. "Mama pasti kelelahan syad, kita mimik botol saja dulu, ya sayang"
Setelah melakukan kontrol dengan dokter kandungan katanya hal itu merupakan bentuk reaksi hormon kb yang tidak sesuai dengan tubuh Aira. untuk sementara Aira harus melalui ini hingga tiga bulan ini dan melihat kondisi selanjutnya. Anwar sudah menyarankan Aira untuk tidak mengikuti program kb saja untuk selanjutnya. kalau bisa dia ingin melakukan alternatif alami saja.
Bu Lela termenung melihat Arsyad yang tersenyum-senyum sambil meminum susu botolnya. ibu merenungkan nasib putrinya yang menjalani kehidupan tidak semudah dan seindah yang di impikan. Sang ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk putrinya dan cucunya semoga suatu saat nanti dia akan melihat keluarga kecil putrinya akan selalu bahagia dan diterima oleh keluarga besarnya.
"Loh, ibu apa yang dipikirkan sih. awas... nanti masuk telinga Arsyad susunya..." teriak ayah yang telah rapi dan segar karena selesai mandi.
__ADS_1
"Apaan sih, si ayah... Bikin ibu kaget saja"
"Ibu tuh yang kenapa, ngasih susu cucunya kok sambil bengong, apa yang direnungkan" ayah mendekatinya.
"Nggak ada yah, itu Aira kecapean mungkin. masa anaknya sudah menangis dia masih ketiduran..." ibu berkelah sambil mengelap susu yang tumpah di pipi dan leher Arsyad. Benar kata ayah, untung tidak masuk ke telinga si cucu yang masih belum bisa mengatakan apa-apa yang dirasakannya.
-
-
-
-
Comment dong readers, biar author semangat nulisnya..
__ADS_1