
Mentari pagi di desa membuat hidup Aira semakin berwarna seperti pagi ini, ia sangat bersemangat dan hatinya sangat berbunga-bunga mengingat akan bertemu dengan empat puluh orang teman barunya, tempat ia berbagi cerita tentang pengalaman dan pengetahuan.
Pakaian rok hitam panjang, baju biru muda, hijab dan sepatutnya juga berwarna hitam sangat serasi sekali sekali melekat di tubuh Aira yang kecil mungil itu.
Aira terlihat sangat cantik sekali. pasti banyak teman laki-laki yang belajar bersamanya akan jatuh cinta padanya nanti. tapi jangan deh, Aira tidak memikirkan untuk jatuh cinta lagi, cukup menunggu yang halal saja nanti.
Dipandangnya jari tangan kirinya, diperhatikan cincin yang melingkar di jari manis, ah... biarlah waktu yang akan menjawab segalanya. pikir Aira yang sudah dua hari tidak menghubungi Haris.
"Aira" sapa ibu.
"eh... iya Bu" Aira terkejut dan menoleh ke ibunya.
"ibu yakin, kamu pasti bisa. Semua tergantung pada niat dan doa mu'' nasehat ibu
"iya, Bu insyaallah. tolong bantu doa ya, Bu!" pinta Aira sambil memegang tangan ibu.
"itu pasti, doa ibu selalu menyertai anak-anak ibu" balas ibu sambil mencium tangannya anaknya.
" ya, sudah. karena ini hari pertamamu, biarlah ayah yang ngantar, ya! sela ayah dari ruang tamu.
"aku kan sudah besar, yah" Aira menolak
"tidak apa-apa, sekalian nanti ayah mau membeli pupuk sawah" memaksa Aira.
"baiklah, ayah!" jawabnya patuh.
Ayah segera mengambil kunci motor dan berjalan ke teras diiringi Aira bersama ibu. begitulah tradisi di kampung orang tua selalu berjalan dip depan. sebelum pergi Aira berpamitan dan bersalaman kepada ibu.
Tempat kuliah Aira bukanlah sebuah gedung bertingkat seperti yang ada di kota-kota, tapi hanya di aula serbaguna kecamatan yang dikontrak oleh pihak Universitas Terbuka pusat secara berkala.
Aira merasa kurang percaya diri karena ini kali pertama baginya bertemu dengan teman-teman belajar dan dosen yang dipanggil dengan sebutan tutor. ini adalah minggu ketika pertemuan pembelajaran. Aira yang baru masuk diminta menemui panitia pengurus kelompok belajar untuk menanda tangani daftar hadir yang ketinggalan dan membicarakan tugas kelompok yang mana Aira sudah dibantu temannya.
"Ra, nanti kamu kelompok mbak ya!" panggil Erni, yang sudah dikenalnya.
__ADS_1
"hai, mbak. aku belum kenal dengan teman sekelas kita, bantu aku, ya!" wajah Aira agak malu-malu.
"tenang saja, masih banyak kok yang masih muda!" Erni meyakinkan.
"oo.." Aira sudah tahu, kuliah ini kan memang untuk orang profesional, makanya di harus ikut honor sambil belajar sedangkan yang lain ada diantaranya yang sudah pegawai negeri ada yang sudah berkeluarga bahkan ada yang anaknya sudah sebaya Aira.
"tapi tenang dulu, sebagiannya masih sebaya kita juga, kok. dan tidak begitu sulit menyesuaikan diri dengan mereka" balas Erni yang sudah nyaman sekali mengikuti program belajar ini.
"nanti aku belajar sama kakak, ya, aku kan banyak ketinggalan!" Aira minta tolong
"ya sudah, kalau kamu mau, nanti di rumah saja!" Erni merasa senang sekelompok dengan Aira yang masih sepupunya.
jam sudah menunjukkan pukul sembilan tepat yang berarti mereka harus segera masuk kelas. di dalam kelas mereka duduk Secara berkelompok. setiap kelompok ada yang lima atau enam orang karena jumlah semua empat puluh dua. di kelompok Aira ada mbak Erni, Risa, kak Tomi dan kak Hendra pacarnya kak Risa.
"hai, Aira. kamu duduk di sini saja" ajak Tomi
"hati-hati Aira, dia mah ganjen" kata ibuk-ibuk yang lain. Aira yang pemalu diam saja, dia meminta Erni duduk diantara dia dan Tomi. Sesekali Tomi suka menggoda Aira melalui mbak Erni.
Tutor memulai pembelajaran kegiatan dengan berdoa, memberikan daftar hadir untuk ditanda tangani mahsiswa dan menjelaskan materi pelajaran IPA. setelah itu ada sesi tanya-jawab dan berbagi pendapat tentang perkembangbiakan tumbuhan dikotil. masing-masing mencatat rangkuman penting sesuai pendapatnya.
Setiap kelompok akan lembur setelah usai magrib. kelompok Aira memilih belajar di rumah Erni yang dekat dengan aula juga teman yang lainnya. hanya Aira yang agak jauhan.
Ketika keluar ruangan Aira melihat Bobi melambaikan tangannya di parkiran. dia berjalan ke motor Tomi dan minta izin pada yang lainnya.
"kak Iyan kemana? kok kakak yang jemput?" tanya Aira setelah motornya jalan.
"lagi nongkrong di posko" jawab Bobi
"kakak nggak takut nanti dihajarnya!" Aira tak nyaman.
"kenapa takut, toh dia yang nyerahin adiknya ke aku!" balas Bobi dengan percaya diri.
"Aira tak percaya, kak" Aira heran. karena selama ini Iyan tak pernah membiarkan laki-laki manapun dekat dengan adiknya.
__ADS_1
"mengapa kamu tak percaya?" tanya Bobi
"kakak kan tahu, bagaimana kak Iyan?" Aira minta pendapat Bobi
"ah, itu kan dulu, sekarang mah dia beda. Sifa saja pacaran nggak apa-apa. dasar kamu aja yang penakut"
"oh, ya. siapa pacarannya Sifa? kok bisa?" Aira penasaran
"adalah. pacarnya Iyan kan teman sekelasnya Sifa, haha" Bobi menertawainya yang tak tahu dengan keluarga nya sendiri.
"yang benar, siapa namanya?" makin penasaran.
"makanya, main tuh keluar rumah!" teriaknya.
Mereka sangat menikmati pembicaraan tiga puluh menit itu. sesekali Bobi melirik Aira dari kaca spion motornya.
"oh ya, nanti aku nggak ke mesjid. ada tugas kelompok yang akan dikerjakan di rumah kak Erni" memberi tahu Bobi.
"nanti aku yang antar jemput ya!" menawarkan diri
"jangan, nanti aku dimarahi orang tua dan kakak ku!" Aira menolak dan mengatur jarak duduknya.
seharusnya Bobi bisa menyelesaikan perjalanan dua puluh menit tapi ia sengaja mengendarai motornya pelan, itulah triknya pedekate ke Aira.
sesampainya di rumah Aira agak canggung, karena baru kali ini dia pulang diantar lelaki, namun kenyataannya kak Iyan bersama yang lain menunggunya biasa-biasa saja. merasa tidak ada kejadian apa-apa.
"Ibu, nanti aku mau mengerjakan tugas kelompok di rumah mbak Erni, ya!" Aira meminta izin.
" Ya, sudah. nanti kalau kemalaman. kamu tidur saja di sana" ibu sudah tahu itu dari Erni sejak seminnggu yang lalu.
Usai sholat Aira menyiapkan persediaan dan pakaian untuk bermalam di rumah Erni. Aira akan di antar kakaknya setelah makan malam
__._._._..__.._..._.._._._._._.__..._._._._._._.._._._._._._
__ADS_1
BERSAMBUNG