Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
Anwar mulai tak tahan


__ADS_3

Hari ini hari pertama Aira mulai mengajar setelah beberapa minggu izin libur. Anwar mengantar Aira dan menjemput Aira pulang mengajar. Aira sangat bahagia sekali dengan semua teman tempat kerja dan siswa siswa yang menyambut kedatangannya dengan wajah berseri-seri sambil mengucapkan selamat kepadanya.


Aira sangat diistimewakan kali ini, dia tidak diberi tugas apapun. dia bebas melakukan apapun yang diinginkan. tapi justru ini yang membuatnya gugup tidak beranjak dari tempat duduknya.


Wajah putihnya berubah memerah efek bawaan perasaan. setiap kali ada guru yang keluar masuk ruangan guru secara bergantian hanya untuk menggodanya bahkan ada yang mengajukan pertanyaan yang membuatnya ngeri ngeri sedap gitu.


Apalagi Tia yang suka menginterogasi Aira, mulutnya tidak bisa direm kalau bicara. sampai sampai dengan hubungan intimnya pun ditanyai, padahal dia masih jomblo walau usianya dua tahun lebih tua dari Aira. Tanpa ada yang di tutup tutupi Aira menjawab semua pertanyaan Tia dengan jujur dan polos.


"Hah... berarti kamu masih perawan, donk haha.....!" Tia terkejut mendengar pernyataan Aira yang belum melakukan apa-apa selain pelukan dan ciuman dengan suaminya.


"Yah, tapi bagaimana pun dia telah menikmati separuh tubuhku, kak. aku merasa tak rela...hiks" Aira menjawab dengan suara penuh sesal.


"Mengapa harus sedih, toh dia sudah halal untukmu. ingat baru beberapa minggu kamu mengucapkan kata-kata mu, Allah mengijabah doamu dengan segera. dapat jodoh. dia tidak kalah ganteng dari Haris..." Tia memberi support pada Aira.

__ADS_1


"Seharusnya kamu merasa bangga lho Ra, bisa nikah muda, itu kan impian setiap wanita!'' tambah Bu Hasni guru tertua di sekolah yang ternyata menyimak pembicaraan mereka. "tidak baik menolak suamimu, karena setelah menikah sorga mu ada padanya!"


"Betul tuh Ra, kalau aku sih dilamar orang seganteng dan sebaik mas Anwar, pasti aku nggak nolak, deh.." tandas Tia.


Dasar mereka, itu karena mereka tidak merasakan apa yang aku rasakan, yang tersiksa itu aku. kalian pikir aku bahagia dengan semua ini hah...


"Terus kemana bulan madunya, Ra?" tanya guru yang lain.


"mh.. belum kepikiran sih buk. soalnya saya juga lagi datang bulan hhh..." Aira menjawab dengan wajah tersipu malu.


"kak Tia ini, cela mu sama saja dengan ibuku" Aira teringat kata ibu tempo hari, di saat dia mencoba mengusulkan menolak pernikahan pada ibu.


Tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu hari ini, jam sekolah telah usai. di gerbang sekolah Aira sudah di tunggu Anwar. Aira pamit pulang duluan ke guru yang lain.

__ADS_1


"Ai, pegang pinggang aku donk!" perintah Anwar.


"Malu ah, mas. nggak enak dilihat orang!" Aira menjawab sambil meminta Anwar menjalankan motornya.


"Justru kalau kamu menjauh terus, yang bikin malu. orang akan menilai negatif pada hubungan kita...." Anwar menarik pergelangan tangan Aira ke pinggangnya. Aira tidak bisa menolak. Aira pelan pelan mulai merespon candaan dan gombalan Anwar. dia malahan sudah berani menggelitik Anwar yang sedang mengendarai motor. bagi Anwar setiap senyum kecil dari Aira adalah nikmat terbesarnya.


Menjalani hubungan pernikahan dengan orang yang tidak dicintai seperti mimpi buruk bagi Aira, tapi tidak ada yang tahu meski dalam mimpi buruk pun Aira masih bisa mensyukuri hidupnya. di luar sana banyak perempuan sebayanya bahkan lebih tua darinya belum menemukan jodoh mereka.


Aira menemukan secercah cahaya baru dalam hidupnya, mengingat kata kata orang yang dijumpainya hari ini. seorang istri halal untuk suaminya, sorga istri ada pada suami. berarti Aira harus mengikuti apapun yang Anwar mau.


Sesampainya di rumah, Aira mengganti pakaian rumahan, membuatkan secangkir kopi dan menemani Anwar duduk di ruang tengah sambil menonton tv.


Anwar menyandarkan Aira di pangkal lengannya, dekat dengan Aira sudah cukup membuatnya bahagia, jantungnya berdegup kencang sudah tak sabar menunggu kapan dia bisa merasakan ****** dari Aira.

__ADS_1


beberapa hari terakhir Anwar kecilnya memang selalu meronta setiap kali dia dekat dan mencium bau tubuh Aira, namun karena keteguhan iman membuatnya menenangkan kembali mengingat Aira sedang datang bulan. ini sudah hari ke lima.


_._._._._.._._._._


__ADS_2