
Setelah Sifa keluar kamar bersama ayah dan ibu, Anwar menunggu sampai Aira tertidur sambil mengelus puncak kepala dan beberapa kali mengecup keningnya.
"Istirahatlah, semoga cepat sehat sayang... aku akan sabar menunggu dan menjagamu juga buah hati kita..." dengan keadaan mata terpejam telinga Aira mendengar jelas bisikan Anwar saat mencium keningnya. Aira merasa sangat bersyukur memiliki Anwar dalam hatinya namun mulutnya belum mampu untuk mengatakan sepatah kata cinta pada Anwar.
Akhirnya belaian lembut Anwar bisa menidurkan Aira yang masih belum boleh untuk bergerak dari pembaringan.
sementara Aira tidur bersama bayi Rasyad, Anwar mengemas semua pakaian kotor bekas melahirkan dan mencuci juga menjemurnya di teras belakang rumah.
Setelah Aira terbangun dan masakan Bu Lela telah siap, Anwar menyuapi Aira makan. karena dalam beberapa hari ini bahkan 3 bulan kedepannya Aira masih belum bisa beraktivitas melakukan pekerjaan rumah tangga. Anwar menyerahkan pengelolaan usaha dagangnya pada Jaka.
*****
Dua bulan telah berlalu sejak kelahiran Arsyad. Sekarang Aira kesehatan Aira mulai stabil, tapi tentu saja tidak akan sekuat biasanya. Anwar pun begitu penuh perhatian dan kasih sayang dalam menjaga istri tercinta dan buah hatinya.
Setiap hari Anwar selalu bersemangat melakukan kewajibannya sebagai suami siaga, mencuci pakaian, ganti popok basah Rasyad, mengambilkan makan buat Aira bahkan sampai membantu Aira mandi dan memasangkan korsednya.
__ADS_1
Sebenarnya ibu dan Sifa juga sering menawarkan bantuan untuk menjaga Arsyad. Anwar selalu menolak dengan sopan dan tak ingin membebankan keluarga. Lagian dia hanya melakukan yang menjadi tanggung jawabnya saja sebagai seorang kepala keluarga.
****
Hari ini adalah hari perayaan turun mandi Arsyad. Dimana semua anggota keluarga dari pihak Aira dan Anwar berkumpul di rumah Aira beserta handai taulan yang mereka undang.
Acara di adakan dalam dua sesi sesi pertama di mulai pukul 08:00 merupakan acara adat dimana semua laki-laki duduk seisi rumah kemudian dijamu dengan makanan tradisional setelah makan akan ada salah seorang paman dari pihak saudara laki-laki ibu Aira menyampaikan pidato adat yang kemudian di tutup dengan doa dari salah seorang pemuka agama di desa.
Setelah selesai sesi pertama, para undangan laki-laki turun dari rumah dan kembali ke rumah masing-masing kecuali beberapa orang keluarga terdekat yang masih ingin berbincang-bincang.
Acara ini merupakan salah satu bentuk syukur keluarga atas bertambahnya anggota keluarga baru sedangkan sebelumnya juga telah diadakan acara aqiqah saat Arsyad masih berusia 21 hari namun acaranya tidak sebesar hari ini.
Hari ini sungguh hari yang melelahkan bagi Anwar, Aira juga Arsyad karena setiap tamu selalu ingin menemui bayi, mama juga papanya. Namun tak kalah lelahnya Sifa dan ibu yang harus menjamu para tamu. hingga pukul 09:15 mereka sudah terkapar di kamar masing-masing setelah melakukan sholat isya.
Anwar dan Aira pun sudah masuk ke kamar untuk menidurkan Arsyad. Saking bahagianya mata mereka tidak ingin mengantuk dan malahan pembicaraan mereka semakin larut semakin hangat dan romantis dengan posisi Arsyad berada diantara mereka.
__ADS_1
"Sungguh, Ai. ini adalah hari dimana aku merasa menjadi seorang suami juga ayah yang paling beruntung di dunia ini, bagaimana denganmu...?." Anwar mengelus puncak kepala Aira yang tertutup jilbab dan tangan satunya merangkul tubuh mungil Arsyad.
"Alhamdulillah... ya, mas..." Aira masih grogi dan canggung saat Anwar menatapnya dengan pandangan penuh arti beberapa hari terakhir.
_
_
_
_
_
Happy reading guys...
__ADS_1
slow up...