
Mentari mulai menampakkan sinarnya dari ufuk timur menembus tirai kain kaca dalam kamar. Aira yang masih tertidur menggeliatkan badan sambil membuka matanya pelan.
"Astaghfirullah...." Aira berteriak kaget melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 06.30. tidak biasanya dia bangun sesiang ini. bisa-bisanya ketinggalan ibadah subuh.
Dilihatnya sepotong kertas kecil diatas nakas yang berisikan tulisan
*Terima kasih istriku tersayang untuk semalam, jangan lupa mandi setelah bangun tidur. Maaf tidak membangunkanmu, karena ku tahu kamu lelah untukku dan anak kita. Aku harus berangkat pagi-pagi sekali demi kau dan sibuah hatiku.
love yuo,
Suamimu
senyum Aira tersungging sambil menggelengkan kepala. Rasanya aneh beberapa hari ini suaminya begitu romantis padanya. Aira juga bingung dan bertanya-tanya dalam hatinya.
"Memang ada apa semalam, perasaan pakaianku masih sama sejak kemarin malam, tidak ada yang terbuka..."
Aira tidak marah ataupun menyesal pada suaminya karena ini bukanlah kejadian yang pertama kali.
Anwar adalah pria sejati yang tidak pernah memaksakan diri dan selalu bertindak dengan rapi dan mawas diri. Entah itu dalam keputusan menyangkut usaha atau keluarga apalagi dalam menarik hati istrinya.
__ADS_1
Anwar bisa membuat Aira melayaninya dalam keadaan setengah sadar saat Aira tidur, tanpa Aira menyadarinya kala itu.
Aira hampir saja melakukan shalat shubuh setelah memakai mukenah, suaminya terbangun sambil tertawa
"he...he... Kamu memang lucu ya, Ai..."
"Emang kenapa mas, emang lucu kalau aku bangunnya keduluan?" sungut Aira
"Bukan masalah bangunnya, tapi kamu lucu banget..." Anwar menyandarkan kepala dengan menopang bantal terlihat dada lebarnya yang terbuka.
"Mas, jangan aneh-aneh sana wudhuk nanti subuhnya lewat lho..." jengkel Aira
"Yang aneh itu, ya kamu lah Ai.... Masak kamu nggak tau kejadian semalam sih? haram lo kalau kamu shalatnya kalau nggak mandi janabat dulu..."
**
"hwoaa... heck... heck..." Arsyad yang sudah terbangun menangis sambil tengkurap di samping Aira. Padahal Arsyad tidurnya di box semalam, ini pasti Anwar lagi yang mindahin tidurnya.
"Ho... gantengnya bunda, dah bangun ya syayang...." Aira mendekat Arsyad dan memutar tubuhnya telentang "Sayang... doakan Bunda dan papa selalu bahagia ya, sayang... dimudahkan rezeki papa hendaknya buat kita hendaknya.."
__ADS_1
Arsyad seakan mengerti apa yang diucapkan Aira hingga dia angguk angguk kepala saja dan menatap lekat wajah bundanya. Sambil mengajak bicara Arsyad Aira memindahkannya dalam Box agar Arsyad aman selama ia berada dalam kamar mandi untuk menyelesaikan ritual mandinya.
Dengan handuk masih menggulung di kepala, Aira memakai pakaian dinasnya karena hari ia ada jadwal mengajar di sekolah, dipolesnya wajah Aira dengan bedak tipis dan lipstik senada bibir sebelum membenahi rambut dan mengenakan hijab segi empatnya.
Setelah semua siap Aira juga membersihkan popok Arsyad yang lembab karena ipis yang menguap dari pempersnya. Aira menggendong Arsyad ke luar kamar untuk menyusuinya sebelum berangkat bekerja.
"Wisy.... gantengnya cucu ibu nih... sini sayang bundanya kolah dulu... ayok Ra, tuh... ayah sudah nungguin..." Bu Lela mengambil alih menggendong Arsyad.
"Makasih ya Bu, Aira pergi dulu..." Aira menyalami dan menyalami dan mencium tangan ibunya "Assalamualaikum Bu... Dada Arsyad..."
-
-
-
-
-
__ADS_1
Hay reader... maaf ya lama nunggu up nya soalnya kemaren author lagi demam dan sekarang author sedang ngandung 8mingguan, jadi harus bedrest dulu...
jangan bosan baca n nunggu up nya ya, readers...