Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
janji


__ADS_3

sore ini tak seperti hari yang lalu, Aira sampai tertidur pulas memikirkan hubungan dengan Haris yang tak jelas tujuannya entah kemana, Aira hanya mampu menangis dan mengakhirinya dengan tertidur kemudian bangun lagi dengan pipi sembabnya.


"kak...bangun!!" teriak Herlin masuk kamar yang membuat Aira terbangun, "hhahh..." Aira terkejut karena hari mulai senja, sebentar lagi Magrib. Herlin mengajaknya ke mesjid tapi belum sempat mandi sudah terdengar suara adzan berkumandang. Aira segera mandi dan sholat magrib kemudian keluar kamar menenmuai kelurga di meja makan untuk makan malam bersama.


semua mata tertuju pada Aira membuat nya gugup dan meletakkan makanan di atas piringnya dengan pelan. "mh... maaf pa, Bu!" Aira tak ingin bertanya ada apa karena sekarang ia berubah menjadi sosok wanita pendiam.


"tak apa-apa" ups ibu dan papa Atan bicara bersamaan sambil saling melirik memberikan kode yang membuat Aira sangat canggung.


"Aira apa keluarga mu sudah tahu keberadaan mu disini? papa takut kalau ayah ibu mencemaskan mu, kalau kami senang kamu di sini!" (setelah makan papa membuka obrolan)


"belum pa" jawabnya singkat yang tak ingin melihat hpnya, Aira hanya memilih diam sambil berfikir, papa pasti maklumlah dengan keluarga Aira yang super sibuk dengan mengurus pertaniannya, bahkan selama tiga tahun ngekost ayah ibunya hanya datang dua kali, hanya karena terpaksa menjeputnya untuk pulang kampung akibat sakit di jam sekolah.


"ya sudah, sekarang tenangkan dirimu dahulu, setelah itu beri kabar ayahmu". sambung ibu "oy,ya. tadi sore Haris datang menanyakan mu, dia ingin ngajak keluar, katanya'' ah andai saja ini ibu kandung ku, aku akan hidup tanpa beban..


"assalamu'alaikum Tante... " dia memang suka masuk duluan sebelum salam, meski tampangnya preman tapi ia juga sopan kok.


"waalaikumsalam...masuklah, Aira lagi ngaji sama Herlin tuh..." belum sampai ibu tata menutup mulutnya, anak pak RT itu langsung masuk menunggui Aira yang segera membaca shadaqallah bersama Herlin.

__ADS_1


"mhmm..." Haris mendehem memberi kode pada Aira yang langsung memahami maksydnya, Aira lansung duduk di samping Haris, Herlin yang pintar membaca situasi langsung pergi mendekati orang tuanya yang sedang asyik berbincang sambil menonton sinetron keluarga kesukaan mereka.


Haris segera mengajak Aira untuk pamit pada orang tua angkat Aira itu, "om Tante, kami pamit sebentar ya!" tak lupa bersalaman.


"jangan pulang malam ya bang Haris" pesan Herlin dengan sok dewasanya.


"dasar anak kecil,!" cibir Haris pada Herlin. sepasang remaja itu hanya tersenyum kecil sambil berlalu, mendengar pesan Herlin.


Kali ini pertama kali Haris diizinkan menggunakan mobil ayahnya, Aira sebenarnya tidak meminta sih, karena dia lebih suka apa adanya kalau ngedate, karena Aira sudah biasa sederhana, jika ditanya kapan saat berdua yang membuat nya bahagia maka Aira akan memilih saat terindah yang slalu diingatnya adalah ketika berjalan berdua pergi ibadah kemesjid.


mobilnya melaju menuju sebuah kafe dekat danau kecil, Haris ingin mengingatkan kenangan saat mereka menghabiskan waktu melepas tawa dan saling menjahili.


sesampainya di depan kafe Haris menahan Aira untuk turun, kali ini dia ingin memperlakukan gadis yang dicintai bak putri raja. dibukakan pintu mobil, diulurkan tangannya dan menuntun sang putri ke meja yang sudah di pesannya. Aira tak menolak keinginan kekasihnya yang mungkin ini untuk terakhir kali mereka kencan.


*Haris sengaja memilih kursi tidak berhadapan seperti biasanya, dia ingin menghabiskan malam berdekatan dengan Aira.


"tunggu sebentar Ai," memegang kepala dan berlalu kebelakang panggung untuk request lagu bawaan Demeises "Dengarlah Bintang Hatiku" semua orang dikafe ini sangat menyegani Haris karena ia juga sering jadi penyanyi di kafe ini, tapi sekarang dia hanya ingin menikmati waktunya dengan Aira.

__ADS_1


Aira sangat cantik dengan balutan hijab coksunya, tak henti-hentinya Haris menatapnya sambil menggoyangkan badannya mengikuti irama lagu romantis. dengan penuh perasaan dipegangnya tangan mulusnya Aira "Ai..." panggilnya lembut sambil mulutnya mendekat ke telinga Aira supaya Aira mendengar di tengah kerasnya alunan lagu request nya.


Haris semakin mendekat dan mulai merangkul bahu Aira yang tak suka diperlakukan begitu, " ya bang, ada apa?" (Aira cuek)


"aku ingin tanya serius tentang kemarin pagi" Aira mulai risih dengan tindakan Haris yang semakin erat merangkul bahunya sehingga mereka makin mendekat "cup" Haris melekatkan bibirnya di kening Aira yang separuhnya tertutup hijab.


"jangan..." pinta Aira lembut, "percayalah Ai aku akan menjagamu, kalau boleh aku ingin ke rumah mu, memintamu pada ayah ibumu untuk memberikanmu pada ku🙏...." kali ini Haris memegang pipinya dengan kedua tangannya, meluruskan wajah Aira dengannya agar beradu pandang. dunia seakan hanya miliknya berdua.


wajah cantik Aira semakin memerah, tersipu malu dengan tatapan mata yang tertuju padanya, "masa muda kita masih panjang, aku ingin memiliki karirku dahulu, rumah tangga bukan sekedar kata cinta" sedikit muna. Aira sering mengucapkan kata yang tidak sesuai dengan bisikn hatinya dengan alasan tak ingin ada yang tersakiti atau pun agama.


"berjanjilah Ai, kita akan selalu bersama, kau akan setia padaku begitupun diriku yang selalu siap kapanpun kamu mau" sambil menyembunyikan wajah Aira kedada bidangnya seakan tak rela jika orang lain melihat wajah gadisnya.


Sepasang insan yang sedang dilanda cinta, hingga lupa jam pulangnya, hari sudah menunjukkan pukul sebelas lewat, Aira mulai khawatir takut dimarahi, bahkan lebih takut jika tidak ditegur orang rumah.


Aira berusaha menganggukkan kepala, janji ini begitu berat baginya, jika saja ia tak bisa menepati.... "lalu kapan kamu pulang, Ai?" memecah keheningan malam, sepanjang jalan sudah sepi "secepat mungkin, bang'' Haris mengelus kepala Aira yang tertutup hijab itu sambil menggoda "cepat kembali ya, sayang, aku akan sangat merindukanmu"


Tidak ingin memberi harapan palsu, Aira hanya mengembangkan senyum kecil dibibir yang tipis. ia mulai lega setelah melalui malam yang begitu panjang dan indah....

__ADS_1


BERSAMBUNG*


__ADS_2