
Alarm ponsel Android Aira berbunyi, pukul 4.20 Aira bangun tidur. Aira mengangkat tangan Anwar dari atas perutnya kemudian bangkit pelan pelan menuju kamar mandi.
Semoga kamu bangunnya setelah aku mandi ya, gumam Aira dalam hati.
Setelah shalat subuh Aira membangunkan Anwar yang masih tertidur, karena sudah hampir jam lima takutnya nanti suaminya telat.
Aira memberikan handuk untuk Anwar dan menyiapkan pakaian Anwar, kemudian ke dapur sebentar untuk membuatkan secangkir kopi.
Setelah Anwar selesai mandi Aira sudah kembali ke kamar membawakan kopi panas untuk Anwar.
"Mas, jangan ganti baju di sini!" Aira yang tidak nyaman melihat Anwar berganti pakaian di depannya segera membalikkan badannya.
"Emang kenapa. seluruh tubuh ini kan sudah menjadi milikmu, Ai... hehe" canda Anwar sambil memasang pakaiannya.
Anwar mendekati Aira yang sedang membelakanginya. Aira tersipu malu dengan canda Anwar. "Ai, tolong pasangin kancing bajunya!"
Aira melakukannya sesuai instruksi Anwar. setelah selesai Anwar shalat subuh dulu sebelum meminum kopinya.
Baru setengah diminum kopinya sudah terdengar klakson mobil di depan rumah. Anwar menghabiskan kopinya dan segera keluar rumah didampingi Aira.
Sebelum meninggalkan teras rumah Aira menyalami Anwar dan menerima satu ciuman kecil di kening dari Anwar.
"Doakan semoga lancar ya, Ai!" Anwar menatap Aira sebelum menaiki mobil.
"iya, ayok mas buruan jalan, kasian teman mas udah nungguin" Aira mendorong tubuh suaminya, tak enak melihat dua temannya menunggu di mobil.
__ADS_1
Mobil L300 telah hilang dari pandangan, Aira segera kembali masuk rumah, hendak membantu ibu memasak.
Sementara Anwar tertawa lepas dengan temannya menceritakan tentang kehidupan baru yang dijalaninya.
Pukul tujuh Aira sudah siap berangkat ke sekolah, ayah mengambil keputusan untuk mengantarkan Aira karena Sifa sudah berangkat sejak pukul tujuh kurang seperempat.
"Ayah, biar Aira tunggu teman saja, yah" merasa merepotkan ayah saja.
"Sekalian ayah mau lihat air sawah" kebetulan sawah ayah berada di samping lokasi sekolah.
Aira sangat bahagia sekali diantar ayah ke sekolah, jadi teringat masa masa jadi siswa dulu. Aira sangat bersyukur bisa diantar ayah sementara orang lain berkendara sendiri.
"Makasih ayah" Aira turun di depan gerbang sekolah.
Ayah hanya membalas dengan senyum senang dan melanjutkan ke area persawahan miliknya.
Usai senam, siswa siswi masuk ke dalam kelas mereka masing-masing untuk mengikuti kegiatan PBM.
_._._._._._.
"Aku perhatiin kamu sekarang kok jauh beda ya, Ra?" Pertanyaan Tia tadi saat istirahat sekolah masih terngiang ngiang di telinga Aira saat ia mengganti pakaian dinasnya dengan gamis rumah.
"apanya yang beda, ya?" Aira bertanya kembali sambil menatap dirinya di cermin. perasaan nggak ada lah. pikirnya sendiri.
hah dasar mereka, ada ada saja.
__ADS_1
Aira menghabiskan waktunya untuk membersihkan rumah, mencuci pakaian, memasak di dapur. selepas ashar baru selesai semua pekerjaan nya.
"Kak, beli cemilan yuk!" ajak Sifa.
"Nggak ah dek, kakak mau nyetrika dulu" Sebenarnya Aira tidak mau jajan, karena dalam bulan ini bobot tubuhnya menambah satu kilo. Aira tidak mau gemuk.
"Ah kakak, kasih uangnya saja biar Sifa yang beli" Sifa merayu Aira.
"Kalau mau minta uang bilang saja, jangan sok baikan kamu, dek.." Aira mengambilkan lembar dua puluh ribuan dari kantongnya.
"hehe... kakak sudah ada yang ngasih uang sekarang, sekali kali aku mau cobain uang kakak.." tanpa peduli perasaan Aira, Sifa berlari ke luar rumah.
Pukul setengah enam ayah dan ibu pulang dari sawah, Aira sedang bercerita dengan Sifa sambil menyetrika pakaian.
"Sifa tolong buatkan ayah minum. ibu lelah mau istirahat dulu!" ibu duduk di duduk di lantai dan memberikan rantang kosong pada Sifa.
"Kak Aira saja lah Bu" Sifa sedang menikmati cemilannya.
"Ah kamu, cobalah sesekali kamu tidak mengelak" celoteh ibu.
"iya deh," Sifa segera bangkit meninggalkan cemilannya sambil menggerutu.
Tidak beberapa lama kemudian, Sifa kembali dengan secangkir kopi. ternyata kopinya terlalu manis, ayah menyindir Sifa dengan mengatakan kopi buatannya enak sekali dari biasanya. hehe...
Setelah magrib Aira tidak keluar kamar, ia ingin tidur dulu, seharian ia sibuk sekali tanpa istirahat. lagian jam sepuluh Aira harus bangun kembali menunggu Anwar yang pulangnya sekitar jam sepuluhan, menemani Anwar minum kopi dan entah harus servis apalagi yang akan melelahkan Aira nanti.
__ADS_1
_._._._._.