Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
Tidak Ada Jemputan


__ADS_3

"Belum di jemput ya, Aira? " Aira sudah lelah berdiri di gerbang ini belum lagi harus menjawab setiap pertanyaan dari setiap teman kelasnya yang melewatinya.


Lokasi aula mulai sepi, semua orang sudah pulang ke habitatnya masing-masing maksudnya rumahnya. hanya ada beberapa orang panitia pelaksana Pokjar yang masih ada rapat di ruang kantor aula. Aira terlihat kelelahan menunggu sambil menghubungi orang-orang di rumah untuk menjemputnya.


Wajah Aira memerah dan berkeringat karena panas matahari yang menyengat, setengah jam lebih adalah waktu yang cukup lama bagi Aira menunggu, dengan pikiran hampa diturunkan tubuhnya dengan lunglai di dekat pagar gerbang untuk duduk sambil mengusap perutnya yang membusung.


"Semoga kita baik baik saja ya nak... doakan ibu untuk selalu kuat menjagamu..." Aira bicara pada janin dalam perutnya. setetes buliran bening membasahi pelupuk matanya.


"Aira, kenapa masih disini. belum ada yang jemput ya,,," tiba-tiba ada suara menyapa Aira. diangkat kepalanya menatap sumber suara dengan tatapan sayu.


"huh..Kamu sakit Aira, bangkitlah aku akan membantu mengantarkan mu pulang..." Tomi memegang pundak Aira.


Kasihan sekali kamu Aira, andai kamu tidak menerima perjodohan itu. bisik Tomi dalam hatinya merasa kasihan kepada Aira.


"Terimakasih Tom, nggak usah..." Aira mengelakkan tangan Tomi.


"Siska, Dona sini..sini..woii... tolong bantu Aira..." Tomi berteriak melambaikan satu tangannya dan tangan satunya menahan lengan Aira yang berusaha berdiri. "woii.... cepat ke sini..." suaranya semakin keras.


"Ada apa Tom,,," tanya Siska terburu-buru mendatangi Tomi bersama Dona

__ADS_1


"apa yang terjadi dengan Aira?" Dona kaget mengelus dadanya sendiri.


"Kalau seperti ini, kamu nggak bisa naik motor Aira.." Siska memapah Aira


"gpp kok, aku kuat. sebentar lagi datang kok yang jemput..." Aira memaksakan diri berdiri sendiri untuk meyakinkan ke tiga orang di depannya yang sedang mencemaskan dirinya.


"Kalau begitu kamu tunggu di dalam saja, kami akan temani " Siska menunjuk aula yang belum di tutup.


"Biar lebih aman, aku akan mengantarkan saja pulang, kalian tolong selesaikan pekerjaan yang masih terbengkalai ya..." Tomi mengambil keputusan sendiri, karena bagaimanapun sebagai ketua sekaligus panitia dia bertanggung jawab pada setiap anggotanya.


"Ya, sudah. ambil motornya sana..." Siska setuju dengan ide Tomi.


Hanya sebentar saja, Tomi sudah kembali dengan motor beat hitamnya dihadapan Aira, Siska dan Dona.


"Kasihan sekali ya, ternyata berumah tangga itu tidak selalu menyenangkan, ya.." celoteh Dona setelah hanya mereka berdua saja.


"Yah, begitulah. karena itu kamu belum dipertemukan dengan jodohmu karena kamu tak akan sanggup... " mereka kembali menuju ke ruang kantor aula.


"hehe... kita kan senasib say..." Dona membalas ledekan Siska.

__ADS_1


Tomi mengendarai motornya dengan sangat pelan dan hati-hati karena membawa penumpang yang sedang hamil tidak sama dengan yang biasanya. Aira pun berpegangan pada sudut baju Tomi walaupun sebenarnya gugup tapi dia beranikan agar lebih nyaman dan tubuhnya seimbang.


"Ra, kamu baik-baik saja kan...?" Tomi bertanya memecah keheningan diantara mereka.


"Iya Tom, makasih ya... se_benarnya aku takut merepotkan mu..."


"Aku tahu, kamu bukan takut merepotkan ku, tapi sebenarnya kamu takut dengan dia..." Tomi melihat jalanan yang dilaluinya, mulai ramai dilalui orang orang yang pulang dari sawah.


"Kamu itu terlalu baik dan penurut. Sesekali kamu harus tegas Ra. jangan biarkan dia semena-mena terhadap kamu. kalau kamu hanya diam dia akan terbiasa....."


"Dia suami yang baik, dia tidak pernah menyakiti ku. aku hanya menjalankan kewajiban ku Tom. aku hanya belajar menjadi istri yang baik. itu saja." Aira membela suaminya yang dianggap tidak baik. Tomi mengetahui itu baru beberapa bulan ini dari paman tua Aira yang dekat rumahnya.


_


_


_


Happy reading guys...

__ADS_1


sorry telat up..


Jangan bosan menunggu ya,,, tolong tinggalkan jejak ya,,, biar ku balas juga mengunjungi karyanya


__ADS_2