Cinta Karena Kewajiban

Cinta Karena Kewajiban
Mengutarakan


__ADS_3

Anwar memegang kedua telapak tangan Aira dan menatap nya berharap Aira akan bahagia menerima pendapat yang selama ini di pendam.


"Ai, maukah kamu jika kita hidup mandiri, aku ingin kita punya kehidupan sendiri dan biarkan aku mengurus rumah tangga kita, aku janji kita akan bahagia ..." Anwar mengungkapkan dengan lembut


"Maksud mas-?" Aira sedikit kecewa dan Anwar pun menjelaskan kembali..


"Kita akan hidup mandiri, agar aku lebih punya tanggung jawab terhadap mu dan anak kita, mungkin ini akan lebih baik buat hubungan kita dan keluarga mu. jarak yang jauh akan membuat kita merasa dekat. begitulah kata pepatah untuk hubungan orang tua terhadap anaknya yang sudah menikah..." Anwar menjelaskan dengan sangat panjang.


"Bagaimana caranya dan apa kata tetangga kalau kita keluar dari rumah ini, yang ada tetangga bilang kamu di usir ayahku dan mereka akan menggunjingkan keluarga ku....." Aira menerima pendapat Anwar Fifty-Fifty.


"Jangan pikirkan tetangga dulu, ini untuk masa depan kita dan anak kita, kamu enak hidup dengan ayahmu, apa kamu mau nanti anak ini tidak menikmati jerih ayahnya... hehe" Anwar membelai puncak gunung di perut Aira.


"Lihatlah dia bergerak tanda setuju dengan ayahnya..." pipi Anwar mendekat dan mencium dibalik gamisnya Aira "ih..geli mas.."


"Kamu sudah lelah ya sayang, bobok lagi ya... besok bunda mau bilang ke kakek ya..." Anwar sekali lagi mencium perut tertutupi gamis itu. "nanti papa kunjungi ya sayang..."


Anwar mengangkat Aira ke tempat tidur, dan terjadilah yang seharusnya terjadi. akhirnya setelah menunaikan kewajibannya Aira tidur dalam pelukan suaminya.


_._._._._.._._._._._._

__ADS_1


Setelah suaminya berangkat ke kota untuk mengurus barang dagangannya, Aira membersihkan kamarnya dan bersiap membantu ibu memasak di dapur.


"Bu,, Ibu dulu berapa lama tinggal bersama orang tua ibu setelah menikah?" Aira bertanya pada ibunya sambil memotong sayur.


"Sampai kakakmu umur 2tahun, emang kenapa?" ibu sedang membalik gorengan ikannya.


"Nggak apa apa, cuma ingin tahu saja. mh...." Aira diam takut bertanya lebih pada ibu. tiba tiba "aduh...."


"Kamu kenapa Aira, tanganmu luka. ayo cuci dulu dan keringkan.." ibu cemas cepat mengangkat gorengan ikan ke piring, mematikan kompor dan mengambil obat luka.


"cuma sedikit kok Bu, sebenarnya Aira mau mengutarakan sesuatu Bu..." Aira meneteskan air mata tidak mampu menyampaikan maksud hatinya.


"Ibu dan ayah tidak akan marahkan?" Aira bertanya dan diangguki ibu tanda setuju. dengan berusaha tetap tenang Aira menjelaskan pada ibu keinginan suaminya dengan alasan kebaikan.


"Ya, sudah kita diskusikan dulu sama ayah dan paman. jika itu untuk kebaikanmu ibu akan mendukung. memang kita harus patuh pada keluarga tapi setelah menikah surgamu pada suami..." Aira merasa lega dengan pernyataan ibu.


ibu melanjutkan pekerjaannya di dapur sampai selesai. Aira bersiap siap berangkat sekolah.


Di sekolah Aira sangat diistimewakan oleh teman-temannya karena ia sedang hamil. apalagi selama hamil Aira terlihat kurusan dari biasanya.

__ADS_1


"Ra, kamu kok makin kurus sih semenjak hamil??" tanya Tia waktu istirahat.


"iya, Ra. biasanya orang hamil itu makin gemuk lho" tambah Fitri lagi


"Nggak tahu, padahal aku minum vitamin dan susu teratur, kok" Aira memakan bekal yang dibawa dari rumah.


"bawaan kali, habis melahirkan nanti biasanya akan normal kembali, kok" jawab Bu Wati kemudian mereka mendengarkan cerita pengalaman Bu Wati waktu hamil anak pertamanya.


_._.


_


_


_


_


#HAPPY READING

__ADS_1


#Mohon dukungannya ya readers masih pemula


__ADS_2