
Hari demi hari ikatan batin antara Aira dan Anwar mulai terasa dekat. Mungkin karena mereka sering bersama sejak bangun tidur hingga tidur kembali dan bahkan saat tidur pun mereka saling mendekap meski tidak melakukan yang itu itu.
Sikap Anwar yang selalu memanjakan Aira dan tabah dalam menjaga dan menangani Arsyad jika rewel membuat Aira semakin mengaguminya. Bahkan Aira sering tersenyum senyum sendiri saat memperhatikan Anwar tanpa sepengetahuan orangnya.
Namun Anwar hanya cuek, karena sekarang saatnya mengatur strategi agar perhatian berbalik arah, dalam diam dan cueknya dia ingin memancing perhatian Aira dan ingin mendengarkan kata-kata harapan Aira padanya.
Beberapa hari setelah pesta syukuran di rumah orang tua Aira, saatnya Arsyad dibawa ke rumah orang tuanya Anwar dan akan menginap di sana selama tiga hari bersama Anwar juga Aira.
Anwar membantu Aira mempersiapkan pakaian dan semua kebutuhan Arsyad juga Aira yang akan dibawa ke rumah orang tua Anwar yang berjarak sekitar sejam kurang perjalanan.
Karena ini kali pertama bagi Arsyad untuk dibawa keluar rumah dan Arsyad masih dalam umur 65 hari,
Maka ayah dan ibu minta bersikeras agar Iyan yang akan mengantarkan mereka dengan mobilnya agar Arsyad tidak masuk angin, tapi dengan sopan dan tegas Anwar menolak dengan alasan semua akan baik-baik saja.
Ibu dan ayah juga Iyan akhirnya pasrah, "terserah sajalah, kalau terjadi sesuatu jangan salahkan kami" rutuk mereka dalam hati.
"Lihat saja akibatnya nanti..." Iyan mengeluarkan muka masamnya melawan adik ipar yang lebih tua darinya 4 tahunan.
Akhirnya mereka bertiga beranak itu akan pergi menaiki motor dengan Aira menggendong bayi Arsyad setelah melalui proses sedikit dramatis.
__ADS_1
"Pelan-pelan bawa motornya ya nak Anwar, jangan sampai Arsyad nya kenapa-kenapa pula nanti..." pesan ibu tanpa mengharapkan jawaban dari sang mantu.
"Ibuuu... mas Anwar sudah pasti akan menjaga kami..." sanggah Aira manja yang mengerti kalau suaminya tidak suka di nyinyirin ibu. Dan selalu menerima dengan tabah saat ibu berceloteh.
"Assalamu'alaikum, kami pergi dulu, yah, ibu dan paman..." Aira mengangkat Arsyad dari gendongannya agar mereka dapat melihat wajah Arsyad yang akan mereka rindukan selama tiga hari ke depan begitu pun dengan Arsyad yang sudah biasa dalam gendongan mereka setiap hari semenjak ia melihat dunianya.
Aira tidak mengajarkan Arsyad memanggil ayah dan ibunya dengan sebutan kakek nenek karena menurut aunty Sifa dan paman Iyan orang tua mereka masih muda. hahaha....
Selama perjalanan Anwar dan Aira tidak bicara, Aira hanya melantunkan ayat kursi dan doa dalam hatinya semoga Arsyad baik-baik saja. Arsyad pun tidak rewel dalam gendongan Aira, karena hangat dekapan gendongan membuatnya tidur pulas selama perjalanannya menuju rumah neneknya.
"Cucu ganteng nenek... akhirnya nyampe juga..." ibu Anwar menjulurkan tangannya menjabat tangan Aira yang mau menyalami ibu Aisyah sang mertua.
"Lihatlah kerabatmu banyak sekali, ramah ramah lagi sayang..." batin Aira kagum, diusapnya pipi tembem Arsyad dengan sisi telunjuk kanannya.
Arga adik sulung Anwar tanpa diminta langsung membantu mengangkat mini koper dari motor. dengan penuh semangat dan rasa syukur Anwar berjalan sejajar dengan Aira yang sedang menggendong melebarkan senyumnya pada semua anggota keluarganya yang sudah menunggu di depan rumahnya yang sederhana.
"Biar Nita aja yang gendong Arsyad ke dalam ya kak..."tawar adik ke-2 Anwar yang lebih tua dari Aira.
Tanpa menolak Aira melepas kain gendongan dengan dibantu Anwar dan menyerahkan Arsyad ke tangan Anita.
__ADS_1
"Hati-hati Nita, jangan sampai Arsyad nya nangis lho..." kelakar Anwar ke adiknya yang sudah memiliki sepasang anak.
"Tenang kak,,, kami sudah pengalaman lho dari kakak... hehe..." cibir Rita adik nya Anita yang juga sudah punya anak karena Rita satu tahun lebih dahulu menikah dari Anwar. umur Rita pun satu tahun lebih tua dari Aira.
Kadang Aira merasa canggung berada di tengah-tengah saudara suaminya yang umur mereka lebih tua tapi memanggil Aira dengan sebutan "Kakak" tanpa menambahkan ipar dibelakangnya.
Anwar memang anak sulung yang memiliki ketabahan sangat tinggi hingga didahului kedua adiknya menikah. baginya kebahagian orang tua dan adik-adiknya adalah prioritas utama.
_
_
_
_
Happy reading guys...
Sorry ya telat lagi up nya, makanya banyakin dong jempol and komennya para readers biar author semangat💪💪
__ADS_1