Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Terungkap


__ADS_3

Disebuah ruang meeting terlihat sangat sibuk beberapa cleaning servise terlihat sibuk membersihkan sedangkan beberapa karyawan mengatur dan memastikan semuanya rapi dan teratur. walaupun hanya pertemuan kecil tapi ini sangat penting.


pertemuan hanya akan di hadiri Hendrawan, Sanjaya, Arya dan asisten Ferdi. Dari pihak Zhenghong akan ada Asisten Kevin dan seorang kuasa hukum Zhenghong mengingat dibalik ini ada perjanjian yang tidak biasa. Sekretaris Kevin sangat teliti dengan masalah ini.


Hendra dan Arya sudah hadir begitupun asiten Ferdi disusul paman Sanjaya. Paman Sanjaya terlihat was was dia tahu sebentar lagi semuanya akan terungkap. Dia bisa membayangkan kemarahan Hendra dan Arya.


Tak berselang lama Sekrtaris Kevin pun datang disambut seramah mungkin oleh mereka.


" selamat datang tuan Kevin sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda" Hendra menjabat tangan Kevin dengan ramah.


"terimah kasih Pak Hendrawan. itu berlebihan saya hanya sekertaris presdir yang di utus kemari." jawab kevin tersenyum.


"silahkan duduk tuan!" Sanjaya pun tak tinggal diam.


"baiklah langsung saja karena sudah ada kesepakatan sebelumnya jadi kita hanya akan melanjutkan sisanya." jelas Kevin.


Hendra dan Arya serta Asisten Ferdi hanya saling pandang bingung sedangkan Sanjaya sudah gemetar ketakutan.

__ADS_1


"mohon maaf tuan kesepakatan apa sebelumnya bukankah kita baru pertama kali bertemu?" Tanya Arya meminta kejelasan.


" loh bukankah...." sekertaris Kevin terhenti kemudian memandang Sanjaya." pak Sanjaya apa bapak tidak memberi tahu pak Hendra dengan perjanian pernikahan itu?"


Sanjaya hanya mematung tak tau menjelaskan mulai dari mana.


" perjanjian pernikahan? pernikahan apa tuan?" Hendra pun tak kala terkejut.


"biar saya jelaskan pak. Atas Usul pak Sanjaya kami akan membiarkan kalian mengelola perusahaan anda kembali dan membereskan semua masalah hutan piutang keluarga anda, bahkan presdir sepenuhnya membiayai pengobatan Ayah anda, dengan syarat nona Bella menikah dengan Presdir Edward" jawab Kevin dengan lantang dan tegas.


"Sanjaya apa semua ini benar adanya?" Hendra bertanya dengan nada tinggi mulai marah.


"maaf kan aku kakak aku hanya ingin yang terbaik untuk keluarga dan perusahaan kita" Sanjaya berdalih.


"tidak bisa tuan kami tidak setuju dengan perjanjian itu. mohon anda batalkan perjanjiannya" Arya. mulai tersulut emosi.


"benar tuan maafkan kami, saya tidak ingin menyeret putriku kedalam masalah ini. Saya mohon tuan, kami bahkan baru mengetahuinya" Ayah Hendra memohon kepada Kevin.

__ADS_1


"Maaf pak, itu tidak bisa dibatalkan semua telah disepakati dan ditanda tangani langsung oleh nona Bella sendiri" jawab Kevin tegas "kecuali anda membayar finalty dan tentu akan berurusan dengan kuasa hukum presdir"


"apa? bagaimana bisa ini terjadi dan Bella... bagaimana bisa dia menandatangani ini sendiri?" Arya sangat marah dan kecewa.


"sebenarnya pak ini tidak bisa ditawar lagi, apa lagi satu poin perjanjian telah ditepati. Tuan Kusuma sudah meelewati masa kritisnya. Saya rasa anda tidak mau jika pengobatan dihentikan?!" jawab Kevin penuh penekanan.


"tapi tuan ini masalah besar saya tidak mau mengambil resiko ini tentang kehidupan putri saya tuan" Hendra terlihat gusar.


" maaf pak sebaiknya anda bekerja sama, saya yakin anda tau seperti apa presdir, anda tidak ingin membuat masalah dengannya. pikirkan baik baik saya hanya membantu anda" kata kevin dengan nada ancaman.


"ayah...???" Arya menggeleng tidak setuju. ayahnya hanya menghela nafas sambil mengusap wajahnya kasar tanda tak tau lagi harus apa. Dia hanya tidak ingin anaknya menderita.


" pak Hendra silahkan mulai menandatangani berkasnya waktu anda telah habis, tidak akan ada perubahan anda hanya akan semakin kesulitan jika membantah!" sekretaris Kevin sudah hilang kesabaran menghadapi drama keluarga ini.


Dengan wajah lesu dan sedih Pak Hendra dengan Terpaksa menandatangani berkas dengan terbata bata bahkan sampai berlinang air mata memikirkan putri satu satunya.


Arya hanya menggeleng kepala sangat kesal sedari tadi menahan emosi. Dia menatap tajam pamannya dengan penuh amara. Dia berusaha menahannya karena adanya Kevin apalagi ada kuasa hukum presdir Edward. Dia tidak mau menambah masalah. Dan sekretaris Kevin pun barlalu setelah berkas sudah ditandatangani.

__ADS_1


__ADS_2