Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Arisan


__ADS_3

Siang ini Bella sangat senang beribu terima kasih dipanjatkan ke pada ibu mertuanya di dalam hatinya. Siang ini Bella sedang bersama Ibu Marissa mertuanya mengunjungi sebuah Mall ternama. Setelah hampir 4 bulan dirinya terkurung di dalam sangkar emas oleh Edward.


"Bella sayang kau ingin beli apa?" tanya ibu Marissa, mereka tengah berdiri di depan etalase tas tas mewah.


"tidak ada, ibu saja yang beli" jawab Bella sungkan.


"kamu ini gimana sih masa tidak mau beli, apa suamimu itu tidak memberimu uang?" mendadak Ibu Marissa kesal mengingat Edward.


"ah tidak bu, bahkan dia memberi kartu. Hanya saja tas di rumah sudah terlalu banyak bahkan belum terpakai." jawab Bella.


"kau ini memang unik Bella saat orang lain gila belanja kamu sendiri tidak mau, hmm... entah keberuntungan dari mana anak menyebalkan itu bisa mempunyai istri sepertimu" ucap Ibu Marissa. Bella tergelak memdengar ibu Marissa.


"tapi coba kau tunjukkan mana yang menurutmu bagus!" perintah ibu Marissa.


Bella dengan ragu menunjukkan mana yang menurutnya bagus.


"bungkus semua yang di tunjuk menantuku" perintah Ibu Marissa kepada pelayan.


Seketika Bella ternganga "apa? ibu membeli semuanya? kalau aku tau aku hanya akan menunjuk satu macam saja" batin Bella.


Setelah berbelanja berbagai macam pakaian tas dan sepatu mereka kemudian menuju salon mempersiapkan diri untuk menghadiri arisan sosialita.


"selamat datang nyonya besar dan nyonya muda" Sambut Alga pemilik butik sekaligus salon ternama itu dengan lemah gemulainya.


Ibu Marissa dan Bella hanya tersenyum, mereka kemudian memilih berbagai perawatan kecantikan.


"Bella kau tau sekian lama ibu memimpikan akan berjalan dengan menantuku seperti teman teman sosialita ibu mereka selalu di temani menantu atau putrinya, ibu benar benar iri" ucap ibu Marissa sambil menikmati pelayan salon.


"aku pasti akan selalu menemani ibu jika ibu menginginkannya" ucap Bella, sepertinya ibu kesepian pikir Bella.


"benarkah? akhirnya mimpi ibu terwujud, aku bahagia sekali karenamu sayang" jawab Ibu Marissa berseri seri.


"aku juga bahagia sekali bu, terima kasih sudah mau menerimaku" ucap Bella berkaca kaca karena terharu.


Setelah selesai di salon mereka pun menuju sebuah resto ternama tempat arisan di adakan sore itu. Bella sudah berganti baju dengan gaun merah bermotif renda senada dengan pakaian Ibu Marissa. Dua wanita beda generasi itu terlihat serasi dengan baju couple mereka.


Beberapa saat mereka pun telah sampai di resto. Senyum bahagia tak hentinya terlukis di wajah ibu Merissa. Wanita paru bayah itu masih terlihat anggun dan cantik di usianya.


Mereka pun masuk ke dalam bergabung dengan yang lain. tentu saja selalu diiringi dengan bodyguart dan pelayan yang sedari tadi mengikuti mereka dari rumah.

__ADS_1


"Selamat datang nyonya Marissa, Kami sudah tidak sabar menunggu anda" sambut wanita paru baya yang disapa Ibu Lidya.


"oh ya maaf sudah terlambat kami mampir shoping dulu" Ucap Ibu Marissa tersenyum riang. Bella hanya menyimak.


Dari sudut lain dua wanita cantik dan elegan sedari tadi memperhatikan Bella dengan seksama dan penasaran.


"eh Selena kau tahu siapa yang bersama Nyonya Marissa?" tanya Natasya penasaran


"mana aku tahu" jawab Selena ketus.


Natasya dan Selena memang cukup dekat walau kelihatannya dekat tapi sebenarnya di dalam hati masing masing menyimpan rasa benci dan iri pada keduanya di karenakan dari dulu mereka adalah rival seimbang.


"hoh...Apa mungkin dia itu istrinya Edward" ungkap Natasya tiba tiba terperanjat.


"apa? benarkah?" Selena jadi penasaran. Mereka bedua sedang menemani ibu mereka. Itu sudah menjadi hal wajib tak terbantahkan.


"kalau begitu ayo mendekat" ucap Natasya sambil menarik Selena.


"ih apaan sih kamu" Selena menjadi kesal bukankah kalau istri Edward berarti akan menjadi lawannya mendekati Edward kembali.


Namun rasa penasarannya membuat dia menuruti Natasya.


Seketika mereka semua terperanjat tak menyangka. Sia sia sudah mereka selalu membawa putri mereka dengan tujuan agar ibu Marissa menyukainya kemudian bisa di jadohkan dengan Edward.


"oh cantik sekali. Kenalkan saya Ratna dan ini anak saya Natasya, Natasya salam kepada Nyonya muda" ucap ibu Ratna dalam hati kecewa karena dari dulu dia selalu berusaha menjadikan anaknya Natasya sebagai nyonya muda keluarga Antonio.


"Terima kasih tante Ratna dan Natasya. Salam kenal" ucap Bella seramah mungkin. Natasya menjabat tangan Bella malas dengan tatapan sinis.


"hai saya Lidya ini Selena anak saya, mungkin kau sudah kenal dari Edward kan?" ucap Ibu Lidya sengaja memberitahu, sejak lalu dia sangat senang dengan hubungan Edward dan Selena bahkan sekarang pun dia masih berharap.


"Bella..." sapa Bella mengulurkan tangan kepada Ibu Lidya lalu bergantian kepada Selena. Lama Selena melamun lalu membalas uluran tangan Bella.


Bella menjadi heran dan bertanya tanya "bukankah wanita itu yang waktu itu bersama tuan muda, oh namanya Selena" batin Bella apalagi perkataan ibu Lidya tadi membuatnya penasaran.


"wah canti sekali"


"cantik dan manis"


"berapa umurnya seperti masih belia sekali"

__ADS_1


Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh ibu ibu Arisan tersebut. mereka silih berganti berkenalan dengan Bella. Kemudian mereka pun memulai acaranya.


"hai boleh bergabung?" kata Natasya pura pura ramah yang melihat Bella sediri duduk sambil memperhatikan


"silahkan saja" ucap Bella tersenyum ramah.


Natasya dan Selena pun duduk di kursi satu meja dengan Bella. Mereka memperhatikan Bella membuat Bella jadi canggung.


"berapa usiamu?" tanya Natasya sambil menatal Bella.


"hmm... 21 tahun" jawab Bella singkat.


"oh kerja dimana atau kuliah...?" tanya Natasya lagi.


"aku masih kuliah semester akhir" jawab Bella tersenyun. Selena hanya diam entah kenapa timbul rasa benci di hatinya melihat Bella. Kepalanya di penuhi bayangan Edward dengan Bella bermesraan membuatnya jadi kesal sendiri membayankan.


"Bagaimana kabar Edward?" Selena mulai bertanya juga.


"dia baik" jawab Bella singkat.


"Apa dia masih gila bekerja" Selena sengaja memancing.


"yah dia sangat sibuk" jawab Bella.


"Dia selalu begitu tidak pernah berubah" ucap Selens.


"sepertinya kalian dekat?" Tanya Bella penasaran.


"hoh...? kau tidak tau? Selena dan Edward adalah sepasang kekasih" ungkap Natasya ingin memanas manasi Bella.


degghh


Jantung Bellla berdegub ternyata benar tebakannya jadi apa mereka masih berhubungan. Ada rasa sesak di dadanya mendengarnya.


"oh aku tidak tau" ucap Bella tersenyum tipis.


"itu hanya masa lalu, empat tahun terakhir kami menjalin hubungan. Kami saling mencintai" ungkap Selena sengaja membeberkan walau kenyataannya hanya 2 tahun mereka berhubungan 2 tahun terakhir mereka sudah putus sampai sekarang.


Jantung Bella berdegup kencang matanya seakan memanas mendengarnya. "jadi mereka masih berhubungan, cinta? tuan muda mencintainya? Dia bahkan tidak pernah menyatakan cinta padaku, mungkin selama ini aku hanya jadi pemuas nafsunya saja" batin Bella hatinnya terasa sakit.

__ADS_1


__ADS_2