
Mobil melaju dengan kecepatan sedang mebelah jalanan kota dimalam yang dingin. Sedingin pasangan yang baru saja resmi beberapa jam yang lalu. Tak ada belaian mesra maupun kata kata mesra layaknya pengantin baru pada umumnya. Mereka duduk melamun terhanyut dalam pikiran masing masing.
Aron yang menyetir sesekali melirik tuan dan nyonya mudanya melalui kaca. Dia tidak habis pikir dengan keputusan mereka.
Tak berapa lama sampailah mereka di mansion. Bella memperhatikan mansion itu dengan takjub. Terlihat pagar tinggi menjulang terbuka menampilkan rumah mewah bak istana. Bella terpanah melihat keindahannya, air mancur didepan dilingkari jalan dengan bunga bunga tersusun indah dilengkapi penerangan lampu kebiru-biruan disetiap sisi halaman menambah kesan mewah dan elegan
Mereka pun turun dari mobil terlihat para bodyguart dan pelayan berjejer menyambut mereka. Bella melihat banyak sekali bodyguart dan pelayan dia bahkan tidak bisa menghitungnya saking banyaknya. Mereka membungkuk sopan saat Edward dan Bella memasuki rumah.
"selamat datang tuan muda dan nyonya muda...!" sahut mereka bersamaan Bella hanya tersenyum sungkan.
"nyonya muda? apa itu aku? rasanya sangat aneh, aku merasa seperti ratu atau mungkin sebaliknya budak rendahan.hah..." Bella tersenyum miris.
"antarkan nyonya ke kamarnya! aku sedang ada urusan." perintah Edward dengan tegas kemudian berlalu entah kemana diikuti asistent Aron yang setia mengekor dibelakangnya.
__ADS_1
"baik tuan muda" jawab pria paru baya seraya membungkuk hormat. Dia pun beralih menatap Bella.
"nyonya perkenalkan saya Johan. biasa dipanggil pak Jo kepala pelayan disini. Ini istri saya Marni yang akan mengantar nyonya ke kamar utama" ucapnya dengan sopan.
"terimakasih pak Jo" Bella mengangguk sambil tesenyum.
"mari nyonya saya antar" bu Marni mempersilahkan. Bella pun berjalan mengikuti, terlihat mereka memasuki lift menuju lantai 2 mansion. Kemudian mereka berjalan melewati beberapa ruangan dan sampailah mereka didepan pintu kamar lebar dan tinggi.
"silahkan masuk nyonya ini kamar anda!" ucap wanita paru baya itu.
mereka melewati satu ruangann lagi terdapat satu set kursi mewah dengan furniture mewah yang senada lalu sampailah mereka keruangan lain. Terdapat ranjang dengan ukuran king zise dan satu set sofa dengan televisi besar menggantung di dinding. dan berbagai furniture yang melengkapi kamar itu.
"ini kamar mandinya nyonya" ucap bu Marni menunjukkan satu pintu "dan ini walk in-closetnya, disebelah adalah milik tuan muda dan yang disebelahnya adalah milik nyonya." bu Marni menunjukkan pintu yang lain. Sementara Bella hanya mengangguk.
__ADS_1
"ini adalah pakaian tidur anda, kalau nyonya butuh sesuatu silahkan menekan bell ini, pelayan akan segera datang. saya permisi nyonya, selamat beristirahat" bu Marni pun keluar.
"huft...akhirnya aku bisa istirahat. sebaiknya aku mandi dulu" ucap Bella beranjak memasuki pintu yang ditunjuk bu Marni tadi. Bella terpaku melihat kamar mandi itu.
"kamar mandinya saja mewah dan indah mengalahkan hotel bintang lima" ujarnya. Kemudian melepas gaun dan satu persatu pernak pernik yang menempel ditubuhnya.
Setelah beberapa menit kemudian dia pun selesai dan sudah memakai pakaian tidurnya. Sebuah lingeria kimono berwarna pink selutut terlihat seksi saat dipakainya.
"bajunya sangat tipis dan pendek rasanya aneh memakainya" Dia pun membarngkan tubuhnya diranjang.
"akh nyamannya....empuk sekali. tapi kemana tuan muda tadi ya? ini sudah tengah malam. apa dia memiliki kekasih mungkin mereka sedang bersama." Bella terus menebak nebak dalam hati.
Malam pertama dilalui dengan kesendiriannya. miris sekali disaat malam pertama paling dinantikan pasangan yang baru menikah, dirinya malah melewatinya sendirian di kamar mewahnya. Jangankan menyentuhnya suaminya bahkan berada diluar meninggalkannya sendirian.
__ADS_1
"seharusnya aku tidak membayangkan yang lebih. siapa lah aku berani mengharapkannya. aku hanyalah gadis penebus hutang. Dia bahkan mungkin tidak sudi menyentuhku." Ada rasa sedih dihatinya.
Bella pun mencoba memejamkan mata mengistirahatkan tubuh dan pikirannya serta mempersiapkan hatinya menggadapi hari esok. Kehidupan barunya sebagai nyonya Zhenghong.