
Setelah menghadiri rapat pemegang saham di Lou Enterprise Edward dan Aron beserta jajarannya melanjutkan makan siang dengan tuan Lou.
"Tuan Lou terima kasih telah mempercayakan Lou Enterprise kepada kami" ucap Aron membuka percakapan.
"Sama sama tuan saya lebih berterimah kasih karena Presdir masih memberi kami kesempatan masa percobaan sebelum mengambil sepenuhnya" Ucap tuan Lou. Pria paruh baya itu tersenyum getir bagaimana tidak kini perusahaannya telah diserahkan kepada Edward karena sudah tak bisa mengatasi masalah perusahaan yang semakin bertambah.
Edward hanya menyimak percakapan mereka. Dia sedang tidak senang dengan kehadiran putri Lou yaitu Natasya yang sedari dulu selalu mencari kesempatan mendekatinya. Apalagi sekarang dengan tidak tau malunya Natasya duduk di samping Edward dengan sikap centilnya.
"Tuan muda lama tidak berjumpa" katanya sambil tersenyum yang di buat semanis mungkin untuk menarik perhatian Edward.
Edward hanya tersenyum samar kurang menanggapi.
"Tuan muda bolehkan kalau ada waktu kita dinner bersama?" usul Natasya dengan genitnya sambil terus menperhatikan Edward.
"maaf saya sedang sibuk" jawab Edward singkat dia sangat malas menanggapi. Dia hanya menghargai tuan Lou mengingat ayah Kenzo cukup dekat dengannya.
Natasya yang mendapat penolakan langsung berhenti berbicara, dia takut membuat kesalahan.
Setelah selesai makan siang mereka pun kembali ke perusahaan. Mobil terlihat sudah memasuki loby. Kini mereka sudah tiba di Zhenghong Corporation.
Zhenghong Corp adalah perusahaan raksasa yang bergerak dibidang investasi atau penanaman modal. Perusahaan itu mencakup berbagai bidang.
Setiap harinya akan ada perusahaan kecil yang akan mengajukan permohonan penanaman modal untuk proyek mereka. Apabila dinilai bisa menguntungkan maka perusahaan tersebut akan mendapatkan suntikan modal dari Zhenghong.
Perusahaan yang bermasalah dan terancam tutup akan diakuisisi. Perusahaan tersebut akan diberi masa percobaan untup tetap menjalankan bisnisnya namun jika dalam waktu yang ditentukan tidak mengalami peningkatan atau merugikan akan ditutup kemudian akan dimulai dengan bisnis lain yang lebih menguntungkan.
Setelah tiba di ruang kebesarannya, Edward kemudian mendudukan dirinya di kursinya. Aron dengan setia mengikuti.
"Bagaimana dengan perusahaan keluarga Bella?" Tanya Edward kepada Aron.
"Untuk saat ini masih dalam tahap pemulihan tuan. Saya sudah menempatkan beberapa orang kita untuk mengawasi perkembangannya." jawab Aron dengan lantang.
"Baguslah kalau begitu." kata Edward. "bagaimana dengan keluarganya?"
"Tuan kusuma sudah terlihat membaik, kalau Pak Hendra dan Pak Arya saat ini terus membantu membenahi perusahaan hanya saja Pak Sanjaya seperti biasa dia hanya bisa berfoya foya." jawab Aron.
"ck...kita harus menyingkirlan lintah darat itu dia akan terus merugikan perusahaan kalau terus dibiarkan." kesal Edward berdecak.
"Benar tuan" Aron menyetujui.
"Apa dia dekat dengan keluarganya?" tanya Edward kembali.
"iya tuan nyonya sangat dekat dengan keluarganya terutama kakaknya Pak Arya." jawab Aron.
"Arya? Pria yang bersamanya saat di butik lalu?" tanya Aron penasaran.
"iya tuan dan sepertinya dia orang yang paling tidak suka dengan pernikahan tuan dan nyonya"
__ADS_1
jawab Aron menjelaskan.
"hahaha...kenapa? heran sekali apa dia benar benar kakaknya atau kekasihnya ha?" kata Edwar tergelak.
"Dia kakak kandung nyonya tuan" jawab Aron "sepertinya kita harus berhati hati dengannya" lanjut Aron.
" untuk apa menghawatirkan orang seperti itu membuang waktu, tapi ya sudahlah kau pantau saja mereka terus" perintah Edward.
"baik tuan" Jawab Aron membungkuk sopan.
Tak lama Sekretaris Kevin pun masuk membawa beberapa map.
"permisi tuan, ini adalah berkas berkas yang harus anda periksa dan tanda tangani" ucap Kevin sambil menyodorkan beberapa map.
Edward pun mengambil satu persatu map tersebut dan menandatanganinya. Kemudian Aron dan Kevin pun kembali ke ruangannya.
*******
Di mansion Bella terlihat sedang duduk bersantai di balkon kamarnya. Hari sudah mulai sore menandakan sebentar lagi Edward akan pulang. Dia terlihat tidak sabar menunggu Edward untuk menanyakan ponselnya. Dia tidak sabar ingin menelpon keluarganya.
Dia pun segera turun menuju ruang depan menunggu. Namun sudah berlalu 2 jam Edward belum juga datang dia mulai bosan menunggu.
"kenapa lama sekali?" kata Bella berdecak kesal. Pak jo yang sedari tadi melihat langsung bertanya.
"ada apa nyonya?" tanya Pak jo pelan.
"mungkin tuan akan terlambat pulang karena ada makan malam dengan relasi bisnisnya" jawab pak Jo dengan datar.
"apa? kalau aku tau aku tidak akan menunggunya" kata Bella dengan kesalnya.
"sebaiknya nyonya makan malam saja dulu" ucap pak Jo mempersilahkan ke meja makan.
"baiklah" jawab Bella tak bersemangat. Dia pun beranjak menuju meja makan.
Setelah selesai makan malam dia pun kembali ke kamarnya. Dia masuk ke kamar mandi membersihkan diri kemudian berganti pakaian.
Dia berjalan menuju meja rias mengolesi tubuhnya dengan lotion dan cream yang sudah disediakan di meja riasnya. Terlihat lotion dan cream itu merupakan produk skincare terkenal dan mahal. Bahkan Bella sempat ragu memakainya tapi karena penasaran dia pun mencobanya.
Setelah itu dia pun membaringkan tubuhnya di ranjang empuk tersebut. Dia pun terlelap karena mengantuk.
Tak berapa lama Bu Marni datang membagunkannya karena sebentar lagi Edward sudah tiba.
"nyonya....! nyonya bangun!" ucap Bu Marni.
Setelah beberapa kali Bella pun terbangun.
"Ada apa bu Marni?" tanya Bella dengan suara serak.
__ADS_1
"tuan muda akan segera tiba nyonya" jawab bu Marni.
"benarkah? aku tertidur tadi" ucap Bella sambil bangun kemudian berjalan merapikan pakaian dan rambutnya lalu turun menunggu di ruang depan.
Tak berapa lama Edward pun sudah datang dengan Asistent Aron. Bella berdiri menjemputnya kemudian meraih tangan Edward kemudian membungkuk mencium tangan Edward.
Edward pun berlalu tanpa sepatah kata pun. Bella mengikuti dari belakang sedangkan Aron kembali menuju apartmentnya.
Sesampainya di kamar Edward segera duduk di sofa dan Bella pun berjongkok membuka sepatu Edward dan menggantintinya dengan sandal rumah. Edward dari tadi menatap Bella dengan intens.
Sesudah itu Bella mempersiapkan air mandi dan pakaian tidur Edward. Tak berapa lama Edward pun selesai berganti baju. Dan langsung mendudukkan diri di sofa.
"apa yang kau lakukan hari ini?" tanya Edward kepada Bella.
"aku hanya berkeliling mansion, bu Marni menemaniku" Jawab Bella sambil duduk di sofa.
"oh...baguslah" kata Edward singkat.
Bella dari tadi ingin menanyakan ponselnya tapi dia takut. Setelah menimbang nimbang dia pun memberanikan diri.
"tuan bagaimana dengan ponselku?" tanya Bella hati hati takut Edward marah.
"oh ponselmu, Aron tadi membawanya mungkin Pak jo menyimpannya" jawab Edward santai.
Lain halnya dengan Bella yang langsung berdiri senang "Benarkah?" katanya sambil berlari keluar. Namun baru saja beberapa langkah Edward sudah menegurnya.
"mau kemana kau?" tanya Edward dengan kesal.
"aku akan menanyakannya pada Pak Jo" jawab Bella.
"duduk saja! aku akan memanggil Pak Jo" ucap Edward sambil menelpon pak Jo. Tak berapa lama Pak Jo pun datang membawa paper bag setelah itu pak Jo langsung keluar.
"ini ponselmu sim card mu suda Aron masukkan disitu beserta semua kontaknya." ucap Edward.
Bella yang melihat langsung meraih paper bag dan membukanya.
"loh ini ini kan bukan ponselku. Apa Tuan menggantinya?" kata Bella heran melihat ponsel keluaran terbaru dia yakin harganya pasti sangat mahal.
"Aku menggantinya, ponsel butut begitu untuk apa dipertahankan." jawab Edward mengejek membuat Bella kesal mengerucutkan bibirnya.
"ya sudahlah. Terima kasih" kata Bella tersenyum tulus membuat Edward jadi terpanah.
"manis sekali dia, rasanya aku ingin sekali mencubit pipinya" batin Edward gemas.
Bella yang sangat senang mendapat ponsel langsung memainkan ponselnya tanpa mempedulikan Edward.
"
__ADS_1