Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Sebuah Rasa


__ADS_3

Canda tawa menghiasi setiap sudut ruangan di tengah gemerlap pesta. Silih berganti para pebisnis memanfaatkan kesempatan beramah tamah dengan sang presdir walau hanya bertegur sapa.


Edward sedari tadi mulai jengah di tambah kekesalannya melihat setiap Orang yang berhadapan dengannya selalu saja menatap intens kepada Bella yang dengan mudahnya tersenyum kepada semua orang.


"Berhenti menebar senyum manismu itu ke semua orang" umpat Edward sudah tak bisa menahannya.


"ha...? kenapa? aku hanya menghargai rekan rekan bisnismu yang menyapa kita" ucap Bella jujur dan polos.


"aku tidak suka, cukup diam saja di sampingku" kata Edward tegas mendominasi.


"tapi nanti dikira sombong" ucap Bella masih belum mengerti.


"aku bilang aku tidak suka, kau hanya boleh tersenyum manis padaku, orang lain tidak boleh mendapatkannya" jawab Edward dengan suara mulai meninggi.


"apa? aku tidak bermaksud..." kata kata Bella terhenti dia tidak tau harus berkata apa. ucapan Edward seperti rayuan maut membuat wajah Bella bersemu.


"aku permisi ke toilet sebentar" kata Bella berusaha mengendalikan dirinya.


"kau tidak apa pergi sendirian, aku bisa mengantarmu" kata Edward khawatir.


"tidak, tidak usah aku bisa sendiri kok" jawab Bella menolak. Entah apa jadinya kalau seorang Presdir menungguinya di depan toilet bisa bisa wartawan yang diloby pindah ke toilet pikirnya.


"yah sudah hati hati jangan lama" ucap Edward dengan tenang.


Bella pun berjalan meninggalkan Edward. Edward terlihat kembali bercengkrama dengan tamu tamu lain sambil membahas perkembangan bisnis. Namun tiba tiba seorang wanita cantik yang sangat familiar memanggilnya.


"Edward....!!!" panggil wanita itu dengan lemah lembut membuat Edward terkesiap mendengar suara itu begitu khas di telinganya dan dia pun menoleh ke arah suara.


"selena...!" gumam Edward saat matanya melihat ke arah wanita itu.


Wanita cantik itu adalah Selena, nama yang terukir di hatinya bertahun tahun. Wanita yang telah merajai hatinya. Cinta pertamanya yang di jaganya selama bertahun tahun namun terhapuskan oleh kebenciaanya.

__ADS_1


" hai...Edward apa kabar? sudah lama ya kita tida bertemu" ucap Selena masih dengan suara lembutnya memulai percakapan.


Edward menatap nanar Selena tersirat rasa kemarahan dan kekecewaanya di masa lalu membuat lidahnya keluh untuk bercerita. Dia pun memilih pergi menjauh menenangkan sebuah rasa yang masih membekas di hatinya.


Melihat Edward berjalan pergi Selena bergegas mengikutinya. Edward terlihat berjalan menuju balkon mencari angin segar tanpa dia sadari Selena pun mengikutinya ke sana.


Setelah dari toilet Bella pun kembali memasuki ruangan pesta. Matanya mencari cari kesana kemari namun tak menemukan keberadaan Edward. Tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang pria yang tengah berpapasan dengannya.


"aww... maaf! maaf saya tidak sengaja!" ucapnya meminta maaf kepada laki laki yang di tabraknya.


"tak apa aku juga kurang memperhatikan tadi" jawab lelaki itu tersenyum manis tadinya ingin sekali memarahi orang yang menabraknya namun tapi saat melihat yang di tabrak adalah wanita yang sangat cantik di mengurungkan niatnya.


"oh sekali lagi saya minta maaf" sahut Bella merasa tidak enak.


"tidak apa lupakan saja. Hmmm.... bagaimana sebagai permintaan maaf kita berkenalan saja?" ucap Lelaki itu jiwa cassanovanya muncul saat menatap Bella yang sangat mempesona. Bella hanya terdiam tak tau menjawab.


"kenalkan nama saya Felix, kamu datang bersama siapa ke pesta ini?" tanya Felix karena dia melihat Bella hanya sendiri.


"Hai bilang dulu siapa namamu..."teriak Felix namun Bella sudah menghilang ketika dia akan mengejar tiba tiba asistentnya datang memanggilnya. "oh ****..!!! aku bahkan tidak tau namanya" umpatnya kesal.


Bella yang dari tadi berputa putar akhirnya mersa lelah juga. "ah...lelahnya aku! kemana juga si jerapah itu menghilang bahkan asisten menyebalkan itu pun tidak kelihatan." ucapnya sambil berjalan menuju sebuah pintu ingin mencari angin. Namun tiba tiba dia melihat Edward sedang bersama seorang wanita cantik dan seksi.


"ah itu dia, tapi siapa wanita itu? cantik dan anggun, apa wanita itu kekasihnya?" gumam Bella sambil memperhatikan di celah pintu.


Edward membuang nafas kasar saat Selena sudah ada di belakangnya.


"untuk apa kau mengikutiku?" ucapnya dengan kasar.


"Edward aku hanya ingin bicara sebentar. Sebentar saja" jawab Selena berlinang air mata.


"baiklah katakan! waktuku tidak banyak" ucap Edward membuang muka tak ingin bersitatap dengan Selena.

__ADS_1


"Aku minta maaf ata semuanya kumohon maaf kan aku" kata Selena mengatupkan tangan sambil menangis.


"semua itu sudah berlalu, semua itu hanya masa lalu" jawab Edward dengan suara getir. Begitu mudahnya kata maaf setelah dia melakukan hal menjijikkan di depanku batinnya.


"Edward aku sangat merindukanmu...!!!" ucap Selena dengan berani di memeluk Edward dengan erat sambil menangis dengan tersedu sedu di dada bidang Edward.


"Selena lepaskan... ingatlah batasanmu" ucap Edward dengan nada parau. Sesaat dia terhenyak ada rasa iba melihat wanita yang pernah dicintainya menangis namun segera dia tepis.


"Selena...!!!" hardik Edward mulai emosi sambil melepaskan pelukan Selena. Lalu dia pun bergegas pergi meninggalkan Selena yang masih menangis.


Bella memperhatikan dari kejauhan namun tida dapat mendengar percakapan mereka karena suara riuh pesta. Dia melihat dengan jelas Edward berpelukan mesra dengan wanita itu. Begitula presepsinya melihat adegan itu.


Degghh


Jantungnya berdegup kencang matanya memanas melihatnya. Ada rasa aneh dihatinya, sebuah rasa yang tidak biasanya muncul begitu saja. Entah kenapa bulir bulir bening mulai menetes di sudut matanya.


"ada apa denganku? dadaku terasa sesak sekali" gumam Bella sambil mencoba mengatur nafasnya.


"Bella...!!!" tiba tiba Edward sudah ada di depannya memanggilnya.


Cepat Cepat Bella menghadap ke arah lain sambil menunduk menyeka air matanya lalu kembali berusaha tersenyum pada Edward.


"ah ya! dari tadi aku mencarimu ternyata tuan ada di sini" ucap Bella dengan senyum di paksakan.


"apa dia tadi melihat Selena" pikir Edward menyelidik wajah Bella. "sepertinya tidak, dia terlihat biasa saja"


"apa kita sudah mau pulang" tanya Bella, dia benar syok melihat adegan tadi.


"baiklah ayo pulang" jawab Edward sambil berjalan menemui tuan pesta untuk pamit pulang.


Setelah itu mereka pun keluar dari ballroom hotel. Menuju mobil yang di kemudi Aron. Seperti biasa suasana di dalam mobil hening. Edward kembali mengingat Selena tadi, bagaimana bisa dia ada di pesta tadi. kapan dia kembali pikir Edward.

__ADS_1


Sementara Bella terus bertanya tanya di dalam hati. Siap wanita itu, dia bahkan membanding bandingkan dirinya dengan wanita itu. "dia cantik, seksi dan anggun! tidak ada apa apanya di banding denganku" batin Bella entah kenapa ada rasa sedih dan sakit di hatinya kala mengingat adegan tadi.


__ADS_2