Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Permintaan Pernikahan


__ADS_3

Disebuah mansion mewah bak istana. Rumah tiga lantai dengan gaya arsitektur Eropa dilengkapi dengan furniture mewah dan antik terlihat serasi dengan rumahnya.


Itulah kediaman keluarga Antonio. Terlihat di sebuah ruangan sedang diadakan makan malam keluarga.


"Edward bagaimana perusahaan?" ucap ayah Kenzo kepada Edward sambil menikmati makanannya.


" baik ayah semuanya berjalan lancar" jawab Edward dingin tanpa ekspresi.


"sayang ibu kemarin bertemu dengan Natasya dia semakin cantik saja, apa kau tidak tertarik kepadanya?" tanya ibu Marissa kepada Edward tersenyum.


" sudahlah ibu berhenti mencarikanku calon istri lagi aku sedang tidak ingin membahasnya" Edward menghentikan makannya dengan kesal.


"kau ini ingatlah umurmu yang hampir mencapai kepala 3 itu sudah tidak muda lagi. kau mengerti!" kata ibu Shinta membujuk.


" benar kata ibumu. kau adalah pewaris tunggal keluarga kita kau harus meneruskan keturunan keluarga kita. ini sudah saatnya kau menikah!" ucap ayah Kenzo dengan tegas.


"kalau kau tidak mendapatkan calon ibu yang akan menentukan calonnya. waktumu dimulai dari sekarang...!" kata ibu Marissa sudah mulai kesal.


"baiklah, berikan sedikit waktu aku akan memikirkannya" jawab Edward sambil berjalan meninggalkan ruangan. Ayah dan ibu hanya menggeleng kesal atas sikap Edward.


*******

__ADS_1


"Aron, aku ingin kau mengajukan permintaan petnikahan kepada gadis keponakan Sanjaya itu" ucap Edward tanpa ragu.


Aron yang mendengar sangat terkejut.


"kenapa tiba tiba sekali tuan muda?" tanyanya kepada tuannya.


"Aku sudah lelah dengan desakan ayah dan ibu untuk menikah. mereka mengancam akan memilih sendiri calonnya jika aku tidak bisa mendapatkannya sendiri" jawab Edward dengan kesal " lebih baik aku cari sendiri daripada dijodohkan" tambahnya.


"baik tuan muda akan saya lakukan" jawab Aron masih merasa bingung dengan keputusan tuannya.


Diapun menelpon sekertaris Kevin dan mengutarakan maksudnya.


"pak Sanjaya hutang mu akan kami anggap lunas dan kami akan membiarkan kalian mengelola kembali perusahaan anda. dengan satu syarat...!"ujar Kevin kepada Sanjaya


" Presdir menginginkan keponakanmu itu sebagai istrinya. Bahkan presdir bersedia membiayai pengobatan ayah anda. asalkan keponakan pak Sanjaya bersedia menikah." jelas Kevin kepada Sanjaya.


" baik tuan akan saya usahakan saya berjanji" ucap Paman Sanjaya sangat senang bisa terlepas dari masalah.


"sebaiknya anda menepati janji. anda tau sedang berhadapan dengan siapa" tegas Kevin kembali.


"tentu saja tuan saya berani jamin" janji paman Sanjaya dengan yakin.

__ADS_1


"baiklah lakukan secepatnya tidak usah mengulur waktu" lanjut Kevin "saya akan memberi informasi besok dan sebaiknya anda sudah siap dengan gadis itu"


" baik tuan terima kasih banyak" jawab paman Sanjaya mengatupkan tangan sambil membungkukkan badan hormat. sekertaris Kevin pun berlalu pergi.


Sanjaya berdiri melihat kepergian Sekertaris Kevin kemudian kembali duduk di kursinya.


"bagaimana caranya aku membujuk Bella" pikir paman Sanjaya. " tidak mungkin aku mengatakannya langsung kepada Hendra. Dia pasti akan marah besar dan tidak setuju" pikirnya lagi. "ah sebaiknya aku pulang dulu"


Sesampainya di rumah paman Sanjaya menemui istrinya bibi Susi.


"bu ada yang ingin aku bicarakan" ucap Paman serius.


"ada apa pak, sepertinya penting kau membuatku takut saja" ujar bibi Susi kaget.


"begini bu, mereka telah menerima tawaran bapak. tapi mereka menginginkan Bella bukannya Risya atau Rina" jawab Sanjaya.


"kok bisa? tapi lebih bagus itu kita tidak perlu mengorbankan anak anak kita. iya kan?" bibi susi malah merasa senang.


"masalahnya bu, bagaimana kita melakukannya tidak mungkin memberitahu Hendra apalagi Arya, mereka tidak akan setuju bu?" jawab Sanjaya pusing memikirkannya.


"begini saja pak, langsung saja bilang ke si Bella pasti dia mau, dia itu kan penurut masih polos diancam sedikit pasti akan setujulah pak" ucap bibi Susi tersenyum yakin.

__ADS_1


"menurutmu begitu? baiklah aku akan menemui Bella di kamarnya." paman Sanjaya pergi ke kamar Bella untuk membujuk Bella yang kebetulan pulang mandi dan ingin berganti pakaian usai dari rumah sakit.


__ADS_2