
Setelah beberapa menit perjalanan Bella pun tiba di rumah kediaman keluarganya. Ibu dan Nenek yang tak mengira Bella akan datang sangat senang menyambut Bella.
"Bella sayang kau datang?" sambut ibu Shinta tersenyum senang.
"mana tuan muda?" tanya nenek.
"Dia sedang ke luar kota nek, belum pulang" jawab Bella sambil memeluk neneknya.
"oh begitu, ayo masuk semua sudah ada di belakang" ucap ibu Shinta.
"mana ayah dan kakek" tanya Bella.
"ada di belakang dengan kakakmu" Jawab Nenek.
Bella pun segera ke belakang rumah, di belakang rumah mereka memang luas biasa digunakan untuk acara kecil kecilan keluarga dekat.
Terlihat Arya dan Rendi sudah siap dengan peralatannya. Nampaknya sudah rame beberapa keluarga dekat juga hadir. Melihat Bella yang baru datang sompak membuat mereka terkejut.
Beberapa menyalami dan memeluk Bella apalagi dengan status Bella sebagai istri Tuan Muda Edward Antonio.
"Bella kau tambah cantik" ucap salah satu bibi yang masih keluarga dekat dengan ayah Bella.
"hei hati hati loh! jangan menyebut namanya asal saja dia itu nyonya muda kita" ucap bibi yang lain.
"oh betul itu aku sampai melupakan itu"
"Bagaimana kabar tuan muda?"
"Bella bilang pada suamimu untuk meninjau perusahaan paman ya"
bla...bla....bla....
Berbagai ucapan di lontarkan orang orang pada Bella, sepertinya Bella menjadi bintang utama di acara itu.
Risya memandang kesal pada Bella. Semua sibuk menyapa Bella. Tidak ada yang memperhatikan dirinya membuatnya tambah iri kepada Bella.
Apalagi Bella selalu datang dengan pakaian Brendadnya. Risya benar benar tidak tahan. "kenapa sih dia datang kemari. Aku kan mau mendekatkan diri sama Rendi" umpat Risya.
"kamu yang sabar dong, Rendi mana mau sama calon janda seperti Bella pasti dia lebih memilih gadis perawan" ucap Bi Susi.
__ADS_1
"tapi tetap saja Rendi tidak tertarik denganku" umpat Risya lagi.
Mereka memulai acaranya, terdengar canda tawa dari mereka. Bella terlihat gembira apalagi sudah beberapa bulan ini dia tidak pernah menghadiri acara keluarganya.Rendi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mencari perhatian Bella.
Tak terasa satu hari telah berlalu, jam sudah memunjukkan hampir pukul 7. Setelah menyalami semua keluarganya Bella sesudah makan malam Bella pun pamit pulang ke Mansion.
Diperjalanan Bella terlihat berseri seri masih terbawa suasana kebersamaan mereka tadi di rumah keluarganya. Tak butuh waktu lama dia pun tiba di Mansion.
Saat memasuki gerbang utama matanya tertuju pada sebuah mobil mewah yang terparkir di depan. Bella tahu betul itu mobil siapa. Matanya melotot bahkan kakinya terasa lemas untuk berjalan. Ternyata Edward sudah pulang dari luar kota.
Bella memasuki rumah dengan ketakutan, saat sampai di ruang tengah dia melihat Aron tengah duduk di sofa memainkan ponselnya.
"Asisten Aron mana tuan muuda?" tanya Bella dengan wajah cemas.
"Ada di kamar utama nyonya" jawab Aron dengan tatapan tajam. "Anda berani sekali nyonya" batinnya.
"sejak kapan kalian sampai?" tanya Bella sambil melirik tangga.
"sejak tadi" ucap Aron singkat.
Bella semakin panik membayangkan kemarahan Edward bagaimana bisa dia Edward datang tapi dirinya tidak ada.
"iya nyonya saya habis mengantarkan kopi untuk tuan" jawab bu Marni.
"bu Marni ayo temani saya ke atas ya!" ucap Bella memohon.
"maaf nyonya saya tidak berani" jawab Bu Marni. Bahkan tadi dia membawa kopi itu dengan gemetar pikirnya, membuat Bella semakin panik.
"hmmm.... Asisten Aron temani saya ke atas! please....!!!" Bahkan Bella memohon kepada Aron.
"maaf nyonya sepertinya tuan sedang istirahat saya tidak mau mengganggu" jawab Aron dia hampir tertawa melihat wajah memelas Bella.
"Pak Jo... ayolah tolong aku" Bella merengek seperti anak kecil. Pak jo hanya tersenyum tipis menggeleng. Siapa yang berani pikirnya.
Bella pun terpaksa naik ke atas. "hati hati nyonya suasana hati tuan muda sedang tidak bagus"Ucap Aron tiba tiba.
Bella terhenti sejenak dan menatap Aron tajam. "tanpa kau bilang pun aku sudah tau" ucapnya.
Aron hanya menghela nafas sambil menaikkan alisnya. "ya sudah aku hanya mengingatkan agar nyonya mempersiapkan diri" tambahnya.
__ADS_1
Bella hanya mengumpat sambil menghentakka kakinya menyusuri tangga. "dasar menyebalkan bukannya memberi kekuatan malah menambah ketakutan. cih..."umpatnya.
Bella pun sampai di depan pintu kamar. Dia memanjatkan doa sebelum masuk layaknya akan memasuki arena perang. "ya Allah berilah kekuatan hambamu" ucapnya berulang ulang.
Dia pun memasuki kamar dengan perlahan sambil mengendap ngendap. Dia bahkan berusaha bernafas dengan halus agar tidak terdengar.
Terilhat Edward tengah fokus dengan laptopnya. Bella pun berjalan perlahan sambil meremas kedua tangannya.
"Dari mana saja kamu?" tanya Edward tegas.
"a...aku han..hanya..."
"kamu tau jam berapa ini dan kau kelayapan di luar sana" Belum sempat Bella menjawab Edward sudah menimpali dengan nada tinggi.
"ayolah berpikir Bella buat alasan yang bagus" pikir Bella memutar otak. "aku tadi menengok kakek sebentar" ucapnya terbata.
"aku melihat kebohongan di matamu" ucap Edward dengan wajah tegasnya.
"a...ada acara juga tadi di situ" lanjut Bella gemetar.
"kau tau aku bersusah payah menyelasaikan pekerjaanku agar pulang cepat tapi apa? saat tiba di rumah kau tidak menyambutku bahkan tidak ada di rumah" Edward semakin kesal.
"maaf... aku tidak tau kalau mas pulang hari ini" Bella memasang wajah memelas.
"jadi karena aku tidak ada kau bebas begitu? apa kau melakukannya setiap hari?" Edward membuang muka tak ingin terlena dengan wajah memelas Bella.
"tidak... ini pertama kalinya" Jawab Bella jujur dia perlahan meraih tangan Edward namun ditepis kasar oleh Edward.
"maaf..." ucap Bella lirih.
"minta maaflah yang benar dan pikirkan apa kesalahanmu baik baik" ucap Edward berlalu pergi.
Bella semakin takut melihat tatapan Edward. Dia mematung menatap punggung Edward. "apa yang harus ku lakukan bagaimana kalau dia marah kepada keluargaku juga dan melakukan hal aneh ke mereka. haaa...." Bella benar memutar otaknya.
Setelah makan malam Edward pun kembali ke kamar. Sedangkan Bella masih di kamar mandi memikirkan cara meminta maaf yang benar menurut Edward.
"memangnya bagaimana cara meminta maaf? bukankah aku tadi sudah minta maaf, kenapa juga dia pulang sekarang, salahnya sendiri tidak memberi tahu, argh... aku benar pusing! ayolah berpikir berpikir gunakan otak bodohmu itu" ucap Bella sambil terus mengguyur tubuhnya dengan shower.
Dia pun keluar perlahan melewati Edward menuju walk in-closet untuk berpakaian. Edward terlihat memainkan ponselnya sambil menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.
__ADS_1
Edward terlihat fokus menatap ponselnya tanpa menghiraukan Bella yang melewatinya.