Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Cara meminta maaf yang benar


__ADS_3

Bella berjalan melewati Edward. Dia memasuki walk in-closet dia terpaku memikirkan cara meminta maaf yang benar.


"aduh... bagaimana caranya yah?" gumamnya dia pun meraih ponselnya. Dia mencoba mencari di internet. Bella mulai mengetik sesuatu.


"o..bukan bukan sepertinya bukan" ucapnya lalu mengetik ulang. "apa aku harus menambahkan kata suami di akhirnya ya?" gumamnya. Dia pun mengetik 'cara ampuh minta maaf kepada suami'


thingg....


Bella menutup mulut membaca poin terakhirnya. "apa ini? seperti wanita murahan menjual diri saja? apa harus seperti ini?" gumamnya.


Bella pun membuka lemari khusus pakaian tidurnya. "ya sudah lakukan saja tidak ada orang lain juga kan. Sepertinya ini boleh di maafkan. oke semangat" ucap Bella sambil meraih linggeria merah berenda yang belum pernah di pakainya.


Bella pun memakainya dan melihat dirinya di cermin. "ya tuhan siapa yang menciptakan baju seperti ini, sama saja tidak memakai baju" gumamnya.


Setelah beberapa menit terpaku di muka cermin akhirnya dia pun keluar memakai pakaian tersebut. Perlahan dia mendekati Edward dengan ragu ragu.


Edward melihat Bella dengan susah menelan salivanya. Namun dia berusaha menahan diri untuk mengetahui sampai dimana usaha Bella.


Bella dengan berani duduk di pangkuan Edward dan mengalungkan tangannya di leher Edward. "apa aku sudah di maafkan?" tanya Bella menatap Edward.


"jadi kau sedang menggodaku?" Edward malah balik bertanya.


"jika diperlukan" jawab Bella sambil menyandarkan kepalanya di bahu Edward.


"apa kau sudah tau kesalahanmu?" tanya Edward lagi.


"aku tidak meminta ijin kepadamu" jawab Bella ragu.


"kau tidak tau? percuma minta maaf" Edward melepas pelukan Bella.


"baiklah aku tau itu dan aku tidak akan megulanginya lagi" ucap Bella setengah memohon.


"jika kau tau cepat katakan!" kata Edward dengan nada tinggi.


"karena... aku. aku bertemu Rendi! Aku tidak berniat bertemu dengannya aku benar benar hanya ingin menjenguk kakek, sumpah...!!!" jawab Bella bersungguh sungguh dengan menaikkan kedua jarinya membentuk huruf V.


Edward hanya terdiam, sebenarnya dia sudah tidak tahan melihat Bella dengan penampilan yang sangat menggoda apalagi beberapa minggu ini dia tidak merasakannya.


Bella melihat Edward terdiam akhirnya menyerah. "ya sudah kalau tidak percaya," Dia pun berdiri hendak pergi.


"kau mau kemana?" tanya Edward sambil menahan Bella.


"aku akan ganti baju transparan ini karena aku tidak suka memakainya." jawab Bella.


"tapi aku suka kau memakainya sayang" ucap Edward dengan cepat memeluk dan mencium Bella.

__ADS_1


"hemm.... apa artinya aku sudah dimaafkan?" tanya Bella.


"kali ini aku maafkan asalkan kau tidak mengulanginya" jawab Edward sambil terus mencumbui setiap inci tubuh Bella. Tangannya sudah bergerilya kemana mana.


Mereka pun saling melepaskan hasrat dan rindu mereka selama berhari hari.


***********


Sebuah mobil mewah terlihat berhenti di sebuah cafe. Lalu turunlah seorang laki laki tampan dan gagah dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya. Dia pun berjalan masuk menghampiri seorang wanita cantik.


"hai honey, kau sudah lama menunggu?" tanyanya.


"aku sudah bosan menunggumu, Felix kau lama sekali" ucap Selena kesal.


"maaf aku baru selesai meeting" jawab Felix mendudukkan tubuhnya di samping Selena.


"kau jadikan menginap di apartmen" tanya Felix kepada Selena.


"entahlah aku sedang malas" jawab Selena ketus.


"oh ayolah Selena aku sudah merindukanmu" Felix berdecak. "apa kau masih memikirkan Edward?"


"memangnya kenapa kalau aku memikirkannya?" tanya Selena.


"Selena sudahlah lupakan dia, mari bersenang senang seperti biasa, dia sedang berbahagia dengan istrinya yang cantik" Felix membayangkan wajah Bella yang menawan.


"kenapa...? kau cemburu? hahaha....!!!" Felix tertawa lebar melihat wajah Selena.


Mereka pun melanjutkan makan siang mereka dengan Felix yang terus merayu Selena agar bermalam di apartmennya. Hal itu sudah biasa bagi mereka sejak dulu bahkan saat Selena masih berpacaran dengan Edward.


Selena wanita dewasa yang haus akan belaian. Akan tetapi Edward bukanlah penganut **** bebas seperti kebanyakan pria lain. Dia selalu menolak untuk berhubunga lebih dengan Selena hubungan mereka hanya sebatas ciuman.


Dengan Felixlah yang selalu memberinya semua itu yang awalnya hanya coba coba akhirnya jadi kecanduan.


Sementara itu Seorang pria masuk juga ke dalam cafe dia duduk tak jauh dari tempat Selena dan Felix. Selena memperhatikan lelaki itu yang menurutnya tidak asing.


"Bukankah itu Rendi?" gumam Selena sambil menatap Rendi.


Selena pun beranjak dari kursinya hendak menemui Rendi.


"kau mau kemana?" tanya Felix heran.


"aku ada urusan sebentar, tunggu saja disini!" jawab Selena sambil berjalan menuju tempat Rendi.


"hai boleh bergabung?" tanya Selena seramah mungkin.

__ADS_1


Rendi terkejut melihat wanita cantik itu menghampirinya dia mengernyitkan keningnya mencoba mengingat siapa wanita itu.


"apa kau tidak ingat denganku?" tanya Selena pura pura kecewa.


"ah... tidak aku masih ingat kau Selena yang di pesta lalu" jawab Rendi berharap dirinya tidak salah mengenali.


"ku kira kau sudah lupa" ucap Selena dengan senyum manis. Rendi hanya membalas senyuman Selena.


"bagaimana tawaranku waktu itu apa kau sudah memikirkannya?" tanya Selena dengan penuh harap.


Rendy terlihat berpikir keras lalu menjawab. "apa yang bisa kubantu?" tanyanya Ragu.


"oh akhirnya kau sependapat denganku" ucap Selena senang.


"asalkan jangan sampai menyakiti Bella" kata Rendi dengan serius.


"kelihatannya kau sangat mencintainya ya?" sindir Selena.


"dari kecil kami sudah dekat jadi aku akan memperjuangkannya" jawab Rendi dengan wajah menyiratkan kesedihan.


"jika kau membantuku dengan cepat pasti cepat pula dia akan kembali padamu" Selena berjanji dengan yakin.


"baiklah katakan saja apa maumu!" jawab Rendi.


"untuk sementara ini belum nanti aku kabari" ucap Selena.


"baiklah terserah padamu" kata Rendi pasrah dia hanya ingin Bella kembali padanya.


"baiklah aku pergi dulu ini berikan nomor teleponmu agar lebih mudah menghubungimu" ucap Selena menyodorkan ponselnya.


Rendi pun meraih ponsel selena dan mengetikkan nomornya lalu mengembalikannya ponsel itu ke Selena. Selena pun kembali ketempatnya dengan Felix.


"maaf Bella aku tidak sanggup melihatmu bersama dia, aku akan melakukan cara apapun untuk mendapatkanmu" batin Rendi sambil menerawang.


Selena kembali mendudukkan dirinya dihadapan Felix.


"siapa laki laki itu? sepertinya masih muda apa dia selingkuhanmu yang baru" ucap Felix menyelidik.


"ck... otakmu benar benar mesum, dia hanya kenalanku" Selena berdecak kesal mendengar perkataan Felix.


"ya siapa tau seleramu berubah kau sudah bosan bermain dengan profesional sehingga kau mencari amatiran." kata Felix dengan nada sinis.


"sudahlah jangan di bahas lagi, dan karena suasana hatiku sedang bagus aku menerima tawaranmu menginap di apartmentmu" jawab Selena.


"benarkah akhirnya kau setuju juga, aku tidak sabar menunggumu" ucap Felix sumringah.

__ADS_1


Selena hanya tersenyum kecut walau sebenarnya dia juga sangat berhasrat. Dia akui Felix memang pintar melelehkan hatinya.


__ADS_2