Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Rencana Selena


__ADS_3

Bella terbangun dari tidur nyenyak ya setelah kegiatan panasnya pagi ini dengan Edward. Dia melirik dan terperanjat kaget.


"oh ya ampun ini sudah hampir jam 9, bisa bisa aku terlambat" ucapnya sambil memunguti pakaiannya yang tercecer di lantai.


"kau mau kemana bukankah ini weekend?" tanya Edward karena hari ini hari Sabtu.


"aku ada mata pelajaran tambahan hari ini, pihak kampus mengundang tamu untuk pemateri" Kata Bella dengan cepat bergegas ke kamar mandi.


"huft.... apa ini banyak sekali bagaimana menutupi nya?" gumam Bella menatap pantulan dirinya di cermin dengan banyaknya tanda kissmark di leher dan dada nya.


Dia pun memakai dress dengan model kemeja agar menutupi bagian leher dan dada nya. Rambut nya ia biarkan tergerai.


"hah.... sepertinya sudah tidak kelihatan" gumamnya sambil merapikan rambut nya.


"apanya yang tidak kelihatan?" tanya Edward tiba tiba dari belakang.


"kau meninggalkan tanda yang banyak di leher ku." ucap Bella kesal.


"kenapa? itu tanda kepemilikan dariku biarkan saja orang melihat nya." jawab Edward dengan santainya tanpa ada rasa bersalah.


"aku malu..." ucap Bella lirih. Edward tersenyum mendengar Bella.


Setelah selesai bersiap-siap Bella pun bergegas turun ke bawah. "aku pergi dulu ya!" ucapnya kepada Edward.


"pergilah aku juga ada urusan penting" jawab Edward sambil berjalan keluar menuju mobilnya.


Bella pun diantar supir pribadi nya. Menuju tempat tempat yang sudah ditentukan oleh pihak kampus. Setelah beberapa menit perjalanan dia pun sampai.


"Bella kamu beru sampai?" pekik Sena.


"iya tidak biasa nya kamu terlambat Begini" ucap Rara.


"ah iya nih aku kesiangan tadi" jawab Bella sambil bergegas masuk. "pematerinya sudah datang?" tanyanya.


"pemateri udah datang kurang tunggu modelnya" jawab Rara.


"oh syukurlah aku kira sudah dimulai" ucap Bella lega dia pikir dia sudah terlambat tadi.


Setelah beberapa saat seorang wanita cantik memakai gaun merah cerah melenggang masuk dengan anggun. Dia berjalan dengan sangat elegan bak sedang berjalan di catwalk. semua mata tertuju padanya.


"semuanya karena tamu kita sudah hadir langsung saja kita mulai pendalaman materi kita hari ini" ucap dosen pembimbing hari ini.

__ADS_1


"perkenalkan ini model kita Selena, dia adalah model papan atas yang sudah go internasional dan kita beruntung bisa bertemu dengan nya hari ini" lanjut dosen.


Selena pun memperkenalkan diri dan mata pelajaran pun dimulai. Bella yang sudah kenal dengan Selena sedikit terkejut melihat Selena ternyata tamu itu hari ini.


Setelah berlalu dua jam akhirnya waktunya jam istirahat mereka pun bergegas keluar dari ruangan itu. Bella berjalan menuju toilet.


"Aku ke toilet dulu ya?" ucap Bella pada Sena dan Rara.


"oke kami tunggu disini ya?" ucap Sena.


Bella pun bergegas pergi ke toilet. Dia memasuki toilet lalu menuntaskan buang air kecil yang sedari tadi ditahan nya. Tanpa disadari Selena memperhatikan nya sedari tadi.


"aduh...!!" pekik Bella ketika seorang menambraknya.


"eh sorry sorry aku tidak sengaja tadi" ucap Selena pura pura padahal dia sengaja.


"ah tidak apa-apa kok" jawab Bella tersenyum. Dia pun menunduk memunguti tas dan bukunya yang sempat terjatuh tadi. Tanpa sengaja sekilas Selena melihat tanda merah di leher Bella Saat Bella merapikan Rambutnya.


"apa itu kissmark?" batin Selena seketika hatinya meradang membayangkan kalau itu adalah ulah Edward. "kalau itu benar berarti mereka sudah melakukan hubungan itu, tidak....tidak tidak mungkin dengan ku saja dia tidak pernah melakukan nya" Selena mencoba menampik perasaan nya namun jelas sekali dia meyakini itu adalah tanda kissmark.


"maaf saya permisi dulu yah temanku sedang menunggu ku" ucap Bella pamit tak ingin berlama-lama dengan Selena.


"ah iya silahkan" Selena mencoba tersenyum tapi dihatinya berkecamuk.


Selena pun kembali pulang dengan hati yang berkecamuk. Dirinya dibayangi kemesraan antara Edward dan Bella. Hatinya memantapkan rencananya untuk merebut kembali Edward ke dalam pelukan nya.


Sesampainya di apartemen nya dia pun meraih ponselnya mencari nomor Rendi dia akan meminta bantuan Rendi. Dia pun mendial panggilan ke nomor telepon Rendy.


"halo..." terdengar jawaban dari sebrang telepon.


"halo... apa ini Rendy" tanya Selena.


"iya saya sendiri, siapa ini?" tanya Rendi heran.


"ini aku Selena" jawab Selena.


"oh ada apa mba Selena?" tanya Rendy sopan mengingat kelihatan nya Selena lebih tua darinya.


"kamu jadikan membantuku?" tanya Selena.


"ya apa yang bisa ku bantu?" tanya Rendy balik.

__ADS_1


"Kamu akan menjadi asisten dosen yang akan membimbing kelompok Bella" ucap Selena.


"lalu..."


"setahuku tadi mereka ada tugas kelompok karena tadi aku yang jadi tamu pematerinya"


"jadi aku harus apa?" tanya Rendi.


"ya kamu usahakan dikerjakan di apartment mu! bawa Bella dan temannya ke sana" jelas Selena.


"itu saja..." tanya Rendy lagi.


"itu saja selebihnya itu urusanku" tutur Selena.


"mba Selena tidak akan menyakiti Bella kan?" tanya Rendy curiga.


"oh ya ampun tidak sama sekali" jawab Selena yakin.


"baiklah kapan itu?" kata Rendy.


"lusa karena besok hari Minggu jadi tidak mungkin mengerjakan nya" jawab Selena.


"ya sudah akan ku kabari kalau sudah siap" ucap Rendi.


"oke..." Selena pun menutup telepon nya.


"huft ... aku pasti berhasil kali ini" Gumam Selena yakin.


"Bella kau akan lihat kemarahan Edward" Selena tersenyum licik.


Sementara itu Rendy melamun di depan jendela kamarnya memikirkan keputusan nya.


"apa aku melakukan hal yang benar" tanya pada diri sendiri. "lalu bagaimana kalau terjadi sesuatu pada Bella"


"arghhh.... kenapa juga aku mengikuti rencana mba Selena." ucap Rendy mengacak frustasi rambutnya.


"tapi mba Selena sudah berjanji tidak akan menyakiti Bella" sanggah Rendy. Rendy pun merebahkan tubuhnya di kasurnya. Dia membayangkan wajah Bella yang tersenyum manis. Membayangkan masa kebersamaan mereka dulu walau pun mereka hanya teman tapi terasa sangat indah.


"Bella aku merindukanmu aku berharap semua ini cepat berlalu dan aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu. kita akan hidup bersama memulai kehidupan baru kita" ucap Rendi dengan penuh harap.


Rendy dan Arya adalah teman dekat sejak SMA. walaupun mereka terpaut usia dua tahun mereka sangat dekat. Arya lebih tua dua tahun, saat baru masuk SMA Arya selalu membantu Rendy. Rendi pun sudah seringkali berkunjung ke rumah keluarga Bella dari situlah dia dekat dengan Bella.

__ADS_1


Sebenarnya dia pernah mengutarakan perasaannya pada Bella. Namun Bella menolak dengan alasan ingin fokus dengan pendidikan nya apalagi sejak masuk kuliah. Namun Rendi tetap menunggu kesiapan Bella sampai sekarang.


__ADS_2