Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Pesta melepas bujang


__ADS_3

"antarkan aku ke tempat biasa!" perintah Edward kepada Aron sambil memasuki mobil.


"baik tuan" jawab aron.


Mobil pun melaju ketempat yang dituju. Edward memandangi jalanan yang masih saja ramai padahal sudah tengah malam. Dimalam pertama dia meninggalkan pengantinnya sendiri. Bukan tanpa sebab dia hanya belum bisa melupakan kenangan buruknya tentang wanita yang pernah menyakiti hatinya. Membuatnya sedikit tidak percaya lagi dengan cinta dan wanita.


Mobil pun sampai ditujuan. Sebuah club ternama di kota ini. Mereka pun melenggang masuk disambut antusias pemilik club.


"selamat datang tuan muda" sambut pemilik club.


"hei, pengantin baru apa kau tidak kesasar hah?" ledek Arkhan yang memang sedari tadi berada disitu.


"bukan urusanmu" jawab Edward dengan ketus. Arkan yang mendengar hanya terkekeh. Arkan dan Edward sejak kecil tumbuh bersama begitu pun dengan Aron. Hanya kepada Arkanlah biasanya Edward berbagi cerita.


Arkan adalah dokter spesialis ahli dalam. Mereka ke club atas permintaan Edward, walaupun Arkan dikenal sebagai cassanofa tapi dia sangat memperhatikan kesehatan mengingat profesinya. Mereka hanya memenuhi undangan para pengusaha muda yang merupakan relasi bisnisnya.


"anggap saja pesta melepas bujang" kata salah satu dari mereka terkekeh.

__ADS_1


"ayo bersenang senang kali ini saja" ucap salah satunya.


Edward hanya mengangguk memperhatikan mereka sambil menikmati segelas vodka yang disajikan bartender.


Beberapa jam berlalu kini menunjukkan pukul 2 dini hari. Setelah berbincang bincang dengan beberapa koleganya. Edward pun beranjak pulang kerumah.


Setibanya dirumah disambut oleh pak Jo.


"selamat datang tuan" sambut pak jo.


"dimana gadis itu?" tanyan Edward kepada pak Jo sambil berjalan masuk kedalam rumah.


"Aron buatkan daftar tugas untuknya besok, beritahu apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukannya!" perintah Edward kepada Aron.


"baik tuan muda" jawab Aron.


"apa tuan muda ingin ke kamar utama?" tanya pak Jo.

__ADS_1


"tidak aku akan tidur dikamar sebelah. Aku hanya ingin berganti pakaian." jawab Edward sambil menaiki tangga tanpa menoleh."Aron kau boleh pulang sekarang"


"baik tuan muda" jawab Aron membungkuk hormat kemudian berbalik keluar memasuki mobil menuju apartmennya.


Pak jo mengikuti Edward sampai di depan pintu kamar utama dan membukakannya.


"silahkan tuan" pak Jo mempersilahkan kemudian Edward pun masuk dan pintu pun ditutup kembali dari luar oleh pak Jo.


Edward melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar, kemudian dia berjalan menuju kamar mandi. Saat melewati ranjang dia tidak senngaja melihat Bella yang tertidur.


"pulas sekali tidurnya bahkan orang masuk saja dia tidak menyadarinya. cih..." pikirnya sambil membuka satu persatu jas dan kemejanya kemudian menuju kamar mandi.


Setelah selesai membersihkan badan dia menuju lemari mengambil pakaian tidurnya. Setelah selesai diapun keluar dan melihat kembali Bella.


"malam ini kau boleh tidur nyenyak tapi besok jangan harap. Aku sudah mengeluarkan uang banyak untuk ini setidaknya kau harus berguna untukku." ucapnya dalam hati sambil berlalau keluar.


Edward berjalan menuju ruang baca disebelah kamarnya dia kemudian menghempaskan tubuhnya ke sofa ukuran besar yang lebih mirip ranjang itu.

__ADS_1


" Entah ku apakan gadis itu ya. Sepertinya menarik kalau dikerjai sedikit. Melihat wajahnya sepertinya masih polos dan juga bodoh. Aku jadi tidak sabar melihatnya. hahaha...." Edward berbicara kepada diri sendiri seakan mendapatkan hiburan baru.


Dia pun memejamkan mata kemudian terlelap dengan cepat karena kelelahan sedari pagi kurang istirahat.


__ADS_2