Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Pesta


__ADS_3

Hari ini Bella bersiap ke kampus, pagi dia sudah bersiap siap sambil menunggu Edward selesai mandi dan berpakaian.


" Aku akan ke kampus hari ini" ucapnya pada Edward yang sedang memakai kemejanya.


"Aku akan mengantarmu" Jawab Edward singkat.


"aa...? oh iya terima kasih" jawab Bella ternganga tumben sekali dia mau mengantar pikirnya.


"Sebentar malam aku akan menghadiri pesta salah satu rekan bisnisku, kau akan ikut bersamaku!" ucap Edward dengan nada datar.


"pesta...? tapi aku tidak pernah ke pesta seperti itu sebelumnya." jawab Bella, dia tidak percaya diri walaupun selama ini dia sering ke pesta tapi itu pasti pesta besar yang dihadiri orang orang ternama.


"kau istriku jadi kau harus ikut, tidak ada bantahan" ucap Edward tegas.


"ta...tapi a...ku..." Bella jadi tergagap..


"Ada orang yang akan membantumu bersiap jadi jangan pulang terlambat" Kata Edward , belum sempat Bella melanjutkan cerita dia sudah memotong.


"baiklah" jawab Bella tak bersemangat.


Setelah sarapan mereka pun berangkat, suasana hening di dalam mobil. Tak berapa lama mereka pun sampai di depan kampus.


"aku masuk dulu" ucap Bella pamit ke Edward.


"masuklah" jawab Edward sambil menatap Bella.


Bella pun masuk ke kampus namun tiba tiba Rendi datang menghampiri dan langsung memegang tangannya.


"Bella... tunggu aku mau bicara!" kata Rendi dia tadi melihat Bella turun dari mobil mewah. Dan samar samar dia melihat ada dua laki laki berjas kantoran mengantar Bella.


"Ada apa Kak Rendi" tanya Bella menepis tangan Rendi karena melihat mobil Edward masih ada belum pergi.


"Mereka itu siapa? apa keluargamu yang lain?" tanya Rendi heran. "mereka sepertinya orang penting terlihat dari penampilannya" pikir Rendi dalam hati.


"oh...eh maaf kak aku sedang terburu buru" jawab Bella menghindar tak tau harus bilang apa.


Sementara Edward melihat Bella berbicara dengan laki laki merasa geram dan marah.


"Aron siapa laki laki itu?" tanyanya.


"Sepertinya itu yang namanya Rendi, foto biodatanya terlihat sama" jawab Aron mengingat dulu dia pernah menyelidiki Rendi.

__ADS_1


"Jadi mereka mengambil kesempatan berdekatan di kampus! awas saja mereka kalau berani bermain main dibelakangku" umpat Edward kesal.


"sepertinya tuan muda cemburu" batin Aron sambil tersenyum tipis dia pun melajukan mobil menuju kantor.


Sementara itu Bella sudah disambut juga oleh kedua sahabatnya Rara dan Sena. "hai Bella...!!!" sahut mereka bersamaan.


"hai..." sahut Bella sumringah sambil menghampiri mereka.


"wih... siapa yang ngantar sepertinya buka sopir dech" tanya Sena menggoda Bella.


"iya tuh jadi penasaran" sahut Rara sambil menaikkan alis.


"arah kantornya searah jadi dia mengatarku" Jawab Bella gelagapan.


"dia siapa?" ucap Sena semakin menggoda.


"ih...apaan sih usil banget, udah ah nanti terlambat." Bella beranjak kesal diusilin sahabatnya. Rara dan Sena hanya tergelak.


Setelah beberapa jam berlalu jam kuliah pun berakhir. Bella sudah pulang dijemput sopir pribadi. Sesampainya di mansion Bella pun istrahat sambil menunggu sore.


Akhirnya sorepun tiba lebih tepatnya petang. Terlihat beberapa orang salon datang membawakan beberapa gaun.


"Selamat malam nyonya saya Alga. Mungkin nyonya masih ingat dengan saya di butik waktu lalu" ucap pria lemah gemulai dengan mendayu dayu.


"Benar nyonya muda, mulai sekarang saya akan menjadi penasehat fasion anda. ok...!" ucap Alga dengan nada centilnya sambil mengedip ngedipkan matanya.


"oh terima kasih banyak" ucap Bella tak habis pikir kenapa harus pakai penasehat segala memangnya Artis apa pikirnya.


"sama sama nyonya sudah tugas saya" jawab Alga tersenyum manis.


Setelah beberapa jam bersiap Bella sudah siap dengan penampilangnya yang menakjubkan.


"anda sangat cantik nyonya" ucap Alga terkagum.


"terima kasih kau pandai sekali dalam merias bajunya juga sangat indah." jawab Bella.


Bella saat itu memakai gaun bewarnah merah dengan leher yang lebar ke lengan menampilkan bahu putih mulusnya. Gaun itu terurai indah dengan Body Bella yang semampai dengan belahan di depan menampilkan paha putih Bella saat berjalan.


Edward sudah siap dengan tuksedo hitam kemeja putih dilengkapi dasi kupu kupu di lehernya. Menambah aura ketampanannya. Penampilan yang sama juga terlihat pada Aron yang sedari tadi telah menunggu.


Bella pun keluar menghampiri Edward dan Aron. Mereka terlihat takjub melihat Bella yang baru kali ini dengan full make up. Edward menelan susah salivanya melihat bahu putih milik Bella.

__ADS_1


"ah cantik sekali, lihat saja nanti kau akan kuberi pelajaran karena berani secantik itu di depan orang banyak" batin Edward dengan tatapan licik.


"astaga nyonya sangat cantik aku tidak bisa berpaling melihaynya" Aron tak bisa berhenti melirik Bella, Edward melihat Aron menatap tajam ke arah Aron.


"aku sudah selesai" ucap Bella tersenyum manis.


"kau lama sekali berdandan, ayo cepat" kata Edward tegas sambil beranjak keluar. Aron dengan sigap membukakan pintu mobil.


Mereka pun berangkat menuju salah satu gedung hotel yang menyelenggarakan pesta. Di dalam mobil tak ada suara, Edward terus menoleh menatap Bella membuat Bella jadi berdebar. Dia pun memberi senyum manis ke arah Edward.


Edward melihat Bella tersenyum membalas senyum Bella dia meraih tangan Bella dan memegangnya erat.


Tibalah mereka di depan hotel terlihat sangat ramai, apalagi para wartawan memenuhi loby mengambil gambar para tamu untuk dijadikan berita terhangat. Bella yang melihat itu menjadi takut dan gerogi. Tanpa sadar dia memegang erat tangan Edward sambil menggigit bibirnya


"ada apa?" tanya Edward yang menatap Bella gelisah tangannya terasa dingin.


"a...aku takut bagaimana kalau aku melakukan kesalahan?" ucap Bella jadi gelagapan.


"aku bersamamu. kau hanya perlu menemaniku terus disampingku jangan ke mana mana! kau mengerti" jawab Edward mengusap lembut punggung Bella.


"baiklah" Bella menarik nafas dalam mencoba menengkan dirinya.


"ayo turun...!!!" ucap Edward saat Aron sudam membukakan pintu mobil. Edward pun turun dan mengulurkan tangannya kepada Bella yang ada di dalam mobil. Bella dengan ragu meraih tangam Edward kemudian perlahan turun dari mobil.


Wartawan sudah heboh melihat Presdir Edward Antonio datang bersama seorang wanita cantik. Kilatan cahaya kamera tak henti hentinya memotret. Sejuta pertanyaan terlintas di benak mereka namun tak berani mengutarakannya.


Edward pun berjalan berdampingan dengan Bella yang dari tadi sudah menautkan tangannya di lengan kekar milik Edward. Sedangkan Aron mengikuti dari belakang.


Terlihat para petinggi petinggi perusahaan terlihat berjejer menyambut kedatangan mereka. Mengingat Edward adalah tamu kehormatan malam ini.


Terlihat mereka menyampaikan basa basi menjilat dan sebagainya. Sambil membungkuk sopan kepada Edward dan Bella. Bella hanya membalas dengan senyum manis sedangkan Edward dan Aron masih dengan wajah datar dan aura dinginnya.


********


Hai Readers terima kasih sebesar besarnya ku ucapkan telah membaca karyaku.


Nantikan updatenya setiap hari yah....!!!


Jangan lupa tinggalkan jejaknya...please...!!!


Like, coment. and vote kalian adalah penyemangat terbesarku selaku Author.

__ADS_1


Happy reading....!!!


__ADS_2