
Acara telah selesai semua tamu sudah pulang kerumah masing masing. Kini tersisa anggota kedua keluarga yang tengah berbicara dengan Bella. ini merupakan perpisahan mereka dengan putri tercintanya yang akan segera mengikuti suaminya.
"sayang... selalu berbahagia ya! ingat bersikap yang baik sabar dan sopan! Jangan lupa makan dengan teratur, jangan sampai terlewat karena ibu tidak ada mengingatkanmu." Ibu Shinta terus mengingatkan Bella sambil menangis memeluk putrinya.
"ayah selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak" ayah Hendra bahkan tak mampu menahan airmatanya memeluk puteri satu satunya itu. Bella bahkan sudah tidak sanggup berkata kata.
"Nenek akan sangat merindukanmu sayang. hiks...hiks..." Nenek menangis tersedu sedu memeluk cucunya. Kakek yang sedari tadi hanya terdiam menahan kesedihannya.
" Bella semoga tuhan dan kebahagian selalu menyertaimu. nak!" kakek yang masih duduk dikursi roda pun memeluk Bella sambil mengusap lembut punggung cucunya. Kini beralih kepada Arya.
"maaf kan kakakmu yang tidak berguna ini Bella. aku bahkan tidak bisa memberimu kebahagian. Aku sangat menyesal Bella, maafkan kakak" Arya kini memeluk adiknya erat sambil menangis sedih.
"sudahlah kak. Aku tidak apa apa ini sudah takdir kak." jawab Bella.
"kakak berjanji akan mencari cara melepaskanmu dari sana nanti. Kakak Berjanji" Arya memegang kedua tangan Bella. Hatinya sangat sakit melepas adiknya yang telah ia jaga sedari kecil. Apalagi dengan situasi semacam ini, kalaulah ini pernikahan sesungguhnya mungkin akan lain ceritanya.
Jimmi yang masih belum mengerti pun ikut menangis. "kakak jangan lupakan aku siapa yang akan membelaku jika ayah dan ibu memarahiku?" Jimmi memeluk kakaknya dengan erat.
" hei, adikku kan sudah besar jangan kau berbuat nakal sampai membuat ayah dan ibu marah! kau mengerti" Bella menyeka air mata jimmi dengan lembut.
__ADS_1
Ditengah kesedihan mereka ada yang merasa senang dengan kepergian Bella. siapa lagi kalulau bukan bibi Susi dan Risya yang bahkan masih sempat iri melihat Bella menikah dengan laki laki tampan dan kaya seperti Edward. Dia bahkan menyesali bukan dirinya yang terpilih waktu itu.
Sedangkan Rina hanya menatap sedih kakak sepupunya itu walaupun dia tidak terlalu dekat dengan Bella tapi Bella lah yang selalu membantunya saat kesusahan.
Paman Sanjaya terus menatap Bella. Ada perasaan iba dengan keponakannya itu walaupun dia tidak menyukai Hendra tapi Bella anak yang baik dan penurut. Terbesit sedikit penyesalan di hatinya mengingat karena dirinyalah semua ini terjadi. Dalam hati bahkan dia mendoakan Bella.
"semoga saja anak itu bahagia dirumah tuan muda nanti tanpa kesusahan aku sangat menyesal semuai ini terjadi" ucapnya dalam hati.
Setelah berpamitan kini mereka bertemu dengan Orang tua Edward. Ayah terlihat menyalami tuan besar Kenzo sedangkan nenek dan ibu menyalami Nyonya besar Marissa. Bergantian dengan kakek dan paman serta bibi yang tak mau ketinggalan menyalami orang penting seperti keluarga Antonio.
" bagaimana keadaan anda Pak Kusuma. saya dengar anda baru saja dirawat" tanya Ayah Kenzo memulai pembicaraan.
"semoga lekas sembuh" tambah Ayah Kenzo
"terimahkasih tuan" jawab kakek.
"Bella ternyata gadis yang cantik dan manis. Aku sangat senang mendapat menantu apa lagi kami tidak memiliki anak perempuan" Ibu Marissa tersenyum manis.
"syukurlah nyonya, anda menyukai putri kami. Dia masih belum tau apa apa, mohon nyonya membimbingnya jangan sampai dia melakukan kesalahan." jawab ibu Shinta kepada Ibu Marissa.
__ADS_1
"sedari kecil dia tidak pernah berpisah dari kami mungkin ini hal baru baginya." Nenek iku berbicara.
"jangan khawatir akan banyak orang yang membantunya di sana" ibu Marissa menenangkan.
Edward yang dari tadi menyimak sudah mulai jengah dengan drama keluarga ini. Aron yang melihat langsung paham.
"tuan muda apakah anda sudah ingin pulang?"
Aron bertanya.
"aku sudah lelah, lekas siapkan mobil dan panggil gadis itu!" jawabnya sambil melonggarkan dasinya.
"baik tuan"
Aron kemudian menghampiri Keluarga Bella. "mohon maaf tuan nyonya, tuan muda akan segera pulang. Saya ijin memanggil Nyonya muda bersama kami" Aron membertahu.
"ya silahkan tuan" Ayah Hendra mengerti "Bella ikutlah tuan muda pulang" ucapnya kepafa Bella.
"jaga dirimu nak" Ibu dan nenek kembali memeluk Bella. Bella mengangguk sambil menyeka air matanya yang terus saja menetes.
__ADS_1
Aron membukakan pintu mobil kemudian Edward pun masuk disusul Bella yang duduk bersebelahan dengan Edward. Mobil pun melaju meninggalkan gedung menuju mansion milik Edward.