Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Tidur Seranjang


__ADS_3

Setelah beberapa hari berlalu Bella sudah mulai terbiasa dengan kegiatannya. Hanya saja dia sudah sedikit bosan dengan itu.


"Ah bosan sekali setiap hari kerjaan ku tetap sama seperti berulang ulang, itu itu saja. Hemm...." pikir Bella sambil menghela nafas. Dia sedang berdiri di balkon kamarnya menikmati sore.


Bella pun mengambil ponselnya kemudian mencoba membuka salah satu sosmednya. "Haaa...menyebalkan sekali kenapa akunku semuanya tidak bisa dibuka. Apa gunanya ponsel canggih ini" kata Bella dengan kesal.


Sebenarnya semua akun sosial medianya telah di blokir oleh Edward untuk sementara. Edward orang yang sangat teliti apa lagi mengenai masalah pribadi. Dari dulu tak ada satu media pun yang berani meliput masalah pribadinya kecuali itu hanya masalah bisnis.


Edward hanya tidak mau mendapat masalah karena walaupun Bella sudah menjadi istrinya tetap saja dia belum tau sifat Bella yang sebenarnya. Setelah mengetahui kepribadian Bella barulah dia akan memberi kebebasan untuk Bella.


"Apa sebaiknya aku menanyakan pada tuan muda ya tapi bagaimana kalau dia marah? tapi aku benar benar tidak tahan dengan semua ini" Keluh Bella pada dirinya sendiri " tidak aku harus mencoba. Benar harus..."


Hari sudah malam jam menunjukkan pukul 10 malam tapi Edward belum juga pulang. Bella yang sedari tadi menunggu sudah terserang kantuk.


"hoaaammm....aku sudah mengantuk, kenapa dia lama sekali?" ucapnya lirih.


"Kalau nyonya sudah mengantuk, nyonya tidur saja dulu!" kata pak Jo yang dari tadi sudah beberapa kali melihat Bella menguap.


"Tapi bagaimana kalau tuan muda datang? dia pasti akan memarahiku habis habisan kalau tidak menjemputnya" jawab Bella bingung.


"Biasanya Asistent Aron akan mengirim pesan kalau dia sudah dekat. Nanti saya akan suruh pelayan membangunkan nyonya" jawab Pak Jo. Dia merasa kasihan melihat Bella sudah mengantuk matanya bahkan sudah memerah menahan kantuk.


"Benarkah? Terima kasih Pak Jo" ucap Bella dengan senang kemudian berlari menaiki tangga. Pak Jo hanya tersenyum simpul melihat kelakuan Bella seperti anak kecil.


Selang beberapa menit Aron sudah mengabari Pak Jo."Tuan Muda segera tiba" begitu pesan Aron kepada Pak Jo.


"Nyonya sudah tidur apa harus dibangunkan?" balas Pak Jo. Aron pun menayakan kepada Edward.


"tuan muda, pak Jo bilang nyonya sudah tidur apa harus dibangunkan?" tanyanya kepada Edward dia pun tak ingin membuat kesalahan.


"tidak usah biarkan dia tidur" ucap Edward singkat. Aron pun menyampaikan pesan itu kepada Pak Jo.

__ADS_1


Tak berapa lama mereka pun sudah sampai di mansion. Terlihat pak Jo sudah berdiri di muka pintu menyambut. Edward pun segera turun dari mobil.


"kau boleh pulang sekarang" katanya kepada Aron.


"baik tuan, selamat beristirahat" jawab Aron sambil membungkuk hormat kemudian masuk ke dalam mobil lalu meninggalkan mansion.


"selamat datang tuan" Pak Jo memberi salam dijawab anggukan oleh Edward.


Edward memasuki rumah kemudian menelusuri tangga menuju kamarnya. Pak jo dengan setia mengikuti dari belakang mengantar sampai di depan kamar. Dia pun membukakan pintu kamar.


"silahkan tuan" ucap Pak Jo sambil membuka pintu. Edward pun segera masuk kemudian Pak Jo menutup kembali pintu kamar dari luar.


Edward berjalan memasuki kamar, dia melihat Bella sudah tertidur pulas. Edward kemudian berhenti dia memperhatikan Bella yang sedang tertidur. Bella memakai lingeria kimona berwarna pink.


Meski kimono itu panjang tapi terbelah di depan karena terlalalu nyenyak tidur Bella tidak menyadari kalau bajunya tersingkap menampilkan paha putinya yang mulus karena tak memakai selimut. Bahkan bagian dadanya terlihat menyembul menampilkan belahan yang indah.


Edward sampai tidak bisa memalingkan pandangannya. Dia akui Bella terlihat sangat seksi, Dia dengan susah menelan salivanya menuju kamar mandi. Dia ingin segera mendinginkan tubuhnya yang entah kenapa mulai terasa memanas.


Tak berapa lama Edward pun selesai mandi kini dia sudah beralih memakai baju tidurnya. Pelan pelan dia naik keatas ranjang. Dia menarik selimut dengan perlahan agar tidak membangunkan Bella kemudian menyelimuti Bella dan tubuhnya.


Sesaat dia memandang wajah Bella terlihat sangat cantik, dia pun mengulurkan tangannya menyingkirkan anak rambut Bella yang menutupi sebagian wajah Bella. Kini tangannya beralih membelai wajah Bella dengan lembut.


Pandangannya tertuju pada bibir mungil nan seksi milik Bella. Bibir itu berwarna pink rasanya dian ingin mencium bibir itu. Edward pun mendekatkan wajahnya kini jarak mereka hanya kurang beberapa centi.


Perlahan dia memajukan wajahnya semakin dekat namun baru saja akan menyentuh bibir Bella, Bella tiba tiba menggeliat.Edward pun mengurungkan niatnya tak ingin Bella terbangun.


"huft...hampir saja. Kenapa juga aku ingin menciumnya. hah...!!!" kesal Edward. Dia kemudian memejamkan matanya dan tak lama dia pun terlelap.


******


Dinginnya pagi mulai menyusup ke dalam tubuh. Matahari belum menampakan diri akibat gemericik hujan. Bella mulai terbangun dari tidurnya dia mulai mengerjapkan matanya memantapkan kesadarannya. Samar samar dia melihat seseorang disampingnya tertidur pulas. Seketika dia langsung terbangun dan terperanjat.

__ADS_1


"astaga mati aku, bagaimana ini?" dengan cepat dia berlari ke kamar mandi membasuh wajahnya "aaaa...bagaimana bisa aku tidur seranjang dengannya? aaaa...." kesal Bella terus merutuki kebodohannya.


Bella pun membersihkan diri kemudian berganti baju. Dia duduk di sofa sambil menunggu Edward bangun. Dia bahkan sudah menyiapkan ait mandi untuk Edward. Sesekali dia melirik ke arah Edward tapi Edward belum juga terjaga.


"matilah aku! bagaimana bisa aku tertidur dan tidak menyambutnya. Aku bahkan tidak menyadari kalau dia sudah tidur disampingku. Dia pasti marah besar melihat aku tidur diranjangnya. aaa..." batin Bella meremas kedua tangannya takut.


"apa pak Jo mengerjaiku ya? kenapa dia tidak membangunkanku? bukankah dia sudah berjanji tadi malam? apa yang harus kukatan nanti?" ucap Bella frustasi.


Beberapa menit kemudian Edward pun terbangun "ambilkan aku air" katanya dengan suara serak bangun tidur.


Bella secepat kilat langsung mengambilkan. "ini tuan" katanya segera menyodorkan gelas. Setelah minum Edward pun beranjak ke kamar mandi dan Bella mengikutinya.


"kenapa kau mengikutiku. Kau ingin melihatku buang air?" kata Edward dengan ketus.


"it...itu tuan kukira kau akan segera mandi aku sudah menyiapkan air mandi" kata Bella tergagap karena takut.


Edward masuk kamar mandi tanpa sepatah kata. Tak berapa lama dia pun selesai mandi. Bella dengan sigap sudah membawakan stelan jasnya.


"apa kau tau kesalahanmu?" tanya Edward.


"iyya tuan! Sa..saya tidak menyambut anda" jawab Bella terugugup.


"apa lagi?" tanya Edward lagi.


"sa...saya sudah lancang tidur di ranjang anda, mohon maafkan saya! saya hanya ketiduran tuan. Saya tidak akan mengulanginya" jawab Bella ketakutan di bahkan tidak berani menatap Edward.


"kau harus di hukum. kau tahu hukumannya apa?" tanya Edward mengancam. Bella yang tidak tau harus apa hanya menggeleng.


"karena kau sudah tidur di ranjangku maka mulai sekarang kau harus tidur di ranjang setiap malam bersamaku, kau mengerti?"


Bella yang ketakutan hanya langsung menyetujui. "baik tuan" jawabnya tanpa pikir panjang. Setuju sajalah yang penting dia tidak marah pikirnya yang lain itu urusan belakang.

__ADS_1


__ADS_2