Cinta Penebus Hutang

Cinta Penebus Hutang
Awal masalah


__ADS_3

Di sebuah ruang meeting sedang diadakan rapat penting terlihat para pemegang saham dan pemimpin dan jajarannya sedang serius membahas masalah perusahaan.


"maaf Pak Hendra kami tidak bisa lagi meneruskan kerjasama kita" ucap salah seorang investor.


"Pak, saya mohon beri kami kesempatan menyelesaikan masalah kami dan setelah itu semua akan kembali lancar seperti biasanya pak. Saya berjanji" ucap Hendrawan memohon.


"sekali lagi maaf pak keputusan kami sudah bulat. Terlalu banyak masalah dan kami tidak mau ikut terseret dalam masalah ini" tambah salah satu dari investor.


"pak perusahaan kami sangat membutuhkan pendanaan dari kalian apalagi ditengah masalah seperti ini kami benar akan hancur jika kalian membatalkan kerja sama, mohon pertimbangkan sekali lagi" Pak Hendra benar benar memohon bahkan setengah berlinang air mata.


"tidak bisa pak. Kami hanya mengikuti prosedur itu pun diluar kendali kami sekali mohon maaf, kerjasama kita hanya sampai disini"


"saya rasa semuanya sudah jelas kami mohon undur diri pak Hendra"


para investor pun meninggalkan ruangan meeting. Kini menyisakan Hendra dan asistennya Ferdi.


"apa yang harus kita lakukan pak? bahkan kita tidak sanggup membayar lagi gaji karyawan bulan ini" ucap Asisten Ferdi sangat khawatir.


"mau bagaimana lagi sepertinya semua telah berakhir, aku bahkan tidak tau bagaimana menyampaikan kepada ayahku masalah ini" jawab Hendra dengan wajah murung tak bersemangat.


Sesampainya dirumah dengan langkah lesu ia menghampiri ruang keluarga. Sanjaya yang mengambil kesempatan sebelumnya telah memberitahu ayahnya dengan laporan yang menyudutkan Hendrawan.


"aku tidak akan menyinyiakan kesempan ini. kapan lagi aku bisa menjatuhkan Hendrawan di depan ayah" pikir sanjaya dalam hati.

__ADS_1


" Hendra kudengar perusahaan telah di ujung tanduk dan kau dengan sengaja menyembunyikannya dariku?" ucap kakek kepada Hendra dengan nada tinggi emosi.


" maafkan aku ayah kupikir tidak akan sampai seburuk ini" Hendra menyawab dengan terbata bata.


"katakan dengan jelas seburuk apa kedaannya?" kakek kembali melontarkan pertanyaan.


" tentu saja sangat buruk ayah sampai sampai kita bahkan tidak mampu menggaji karyawan lagi." Ucap sanjaya yang sedari tadi memang sudah menunggu kesempatan.


"apa benar itu Hendra?" kakek sangat terkejut mengetahui, "kau menjadikan aku orang terakhir yang tahu. kau keterlaluan!" tambah kakek penuh amarah.


" aku minta maaf ayah. ini semua salahku aku telah ditipu rekan bisnisku" Hendra kini meneteskan air mata memohon maaf kepada ayahnya.


kakek berpaling dan akan berdiri "tak pernah kusangka perusahaan yang kubangun bertahun tahun kini akan hancur tak tersisa. semuanya hancur... hancur..." ucap kakek berdiri dan tiba tiba berhenti lalu memegang dadanya " ah...sakit...dadaku tera..sa.. sa...ki...t ahh..." kakek pun tiba tiba terjatuh membuat semua orang panik.


Nenek menangis histeris semua pun ikut menangis.


sesampainya dirumah sakit langsung disambut oleh perawat dan masuk ruang UGD untuk melakukan pemeriksaan oleh dokter.


setelah berapa menit berlalu dokter keluar menghampiri keluarga.


"maaf pak pasie mengalami serangan jantung dan sulit untuk sadarkan diri." ucap dokter yang menangani.


"jadi apa yang harus dilakukan dokter?" tanya Hendra dengan ketakutan dan khawatir.

__ADS_1


" tak ada jalan lain selain operasi pak. dan harus segera dilakukan ketikan pasien sudah siap" jawab dokter dengan tegas.


" baik dokter, lakukan yang terbaik!" ucap Hendra. dan dokter pun berlalu.


Nenek sudah tidak berhenti menangis Sinta dan Susi tidak bisa menenangkannya


"kenapa semua ini terjadi....hiks...hiks..." nenek menangis tersedu.


"ibu semuanya akan kembali baik baik saja aku berjanji" ucap Hendra kepada nenek yang terus menangis l.


"selamatkan ayah mu Hendra, Sanjaya...hiks...hiks..." nenek memohon.


sementara itu Bella dan Arya telah datang bersamaan dengan Risya.


"ayah apa yang terjadi dengan kakek?" tanya Arya sangat khawatir.


"kakekmu mengalami serangan jantung dan tidak sadarkan diri" jawab ayah Hendra.


"bagaimana ini terjadi ayah?" tanya Arya ulag


"kakek telah mengetahui masalah perusahaan dan dia sangat syok" jawab ayahnya.


"lalu kakek bagaimana ayah?" Bella sedari tadi khawatir pun ikut bertanya.

__ADS_1


"kakek sedang kritis harus dioperasi" ibu Shinta menjawab Bella. dan mereka pun hanya menangis.


beberapa jam berlalu kakek tak kunjun sadar bahkan semakin kritis menurut dokter. semua anggota keluarga hanya terpaku menatap kakek dan hanya bisa berdoa.


__ADS_2